Wednesday, 21 March 2012

In Death #13 - Seduction In Death by J.D. Robb


“Kau mengubah diriku, Eve.  Aku bersyukur pada Tuhan atas dirimu.” (Roarke – p. 479)

Buku ke-13 seri Dalam Kematian

Pria lajang berkelana di dunia maya mencari pasangan, berkenalan dengan wanita, berhubungan via surat elektronik, sebelum akhirnya memutuskan untuk bertemu langsung. Saat makan malam romantis itu, mereka bercengkerama sambil minum anggur, berbincang dengan mesra. Namun beberapa jam kemudian sang wanita ditemukan tewas. Penyebabnya: overdosis narkotika langka senilai seperempat juta dolar.

Melihat lilin menyala, alunan musik, kelopak mawar tersebar di ranjang, serta botol sampanye dan dua gelas bekas pakai, Letnan Eve Dallas menyimpulkan si pelaku memang berniat merayu korban, namun pembunuhan tidak termasuk dalam rencananya. Menghadapi hal semacam itu, hanya ada dua kemungkinan yang bisa terjadi: bersembunyi karena takut dan merasa bersalah, atau malah berkelana lagi di dunia maya, mencari serta merayu korban berikutnya....

Layaknya kembang, cinta akan dapat terus bertumbuh jika terus disirami oleh perhatian dan pengertian.


Eve Dallas terbangun dari mimpi buruknya bersama Gallahad dan mendapat panggilan untuk menangani kasus pembunuhan. Saksi mata yang ada ternyata Dr. Louise Dimatto, yang dulu sempat bekerja sama dengan Eve dalam kasus pembunuhan yang lain. Di luar kasus pembunuhan yang menyeretnya menjadi saksi ternyata, Louise menyimpan cerita lain tentang suami Eve, Roarke.


"Yeah. Kau punya pria yang luar biasa Dallas. Jika kau bosan dengannya, aku bersedia mengambilnya dari tanganmu." (p. 67)


Bersama Peabody, sang asisten berponi seperti mangkuk, Eve kembali mendapat panggilan atas kasus serupa. Dan... lagi-lagi tempat kejadian perkara adalah kamar tidur yang dipenuhi suasana romantis, dimana tempat tidurnya dipenuhi taburan kelopak mawar merah dan diatasnya terdapat dua gelas sampanye beserta sampanye mahal.


Penyelidikan Eve tentu saja melibatkan Detektif Divisi Elektronik, pimpinan Feeney, yang salah satu anak buahnya si pria yang senang berpakaian norak, McNab. Saat ini hubungan McNab dengan Peabody, yang dipanggil She-Body oleh McNab, sedang diujung tanduk. Di tengah-tengah rumitnya memecahkan kasus pembunuhan, eh... McNab masih sempat mencari solusi percintaannya kepada seseorang yang dianggapnya mahaguru romantisme.


"Siapa pun yang mampu melunakkan hati Dallas sudah dapat dipastikan seorang jenius dalam memahami hati wanita." (p. 221)


Tuntutan untuk menyelesaikan kasus-kasus tersebut secepatnya membuat Eve selalu memaksa dirinya hingga batas kemampuan dirinya. Dapat diduga pada satu titik dirinya jatuh sakit meski tak ingin diakuinya. Roarke tak tinggal diam melihat Eve yang terus memaksakan diri hingga jatuh sakit, bukannya membawa Eve ke pusat kesehatan terdekat, Roarke malah memanggil musuh besar Eve untuk mengobati Eve.


"Perasaannya terhadapmu begitu meluap-luap. Tidak pernah ada orang lain. Para wanita yang datang sebelum dirimu hanyalah pengalih perhatian, ketertarikan sementara. Dia mungkin peduli, karena, apa pun yang pernah dilakukan terhadapnya, dia dengan kepedulian yang teramat besar. Meski demikian, tidak ada seorang pun sebelum dirimu. Tidakkah kau melihat bagaimana dia mencemaskanmu?" (p. 417)


Buku ini adalah buku ketiga belas dari serial In Death ini tak ubahnya seperti buku-buku sebelumnya. Jenis pembunuhannya pun termasuk yang sering diangkat oleh J.D. Robb. Pembunuhan yang melibatkan unsur seksual. Di buku ini pun sang pembunuhnya sudah mulai tertebak dari awal cerita. Jadi apa yang menarik dari buku ini???


Cerita roman yang ada dalam buku ini yang membuat para penggemar serial ini terus mengikuti serial ini. Sejak dari awal cerita (buku pertama) hingga serial ketiga belas, kisah cinta antara Eve dan Roarke benar-benar digambarkan begitu baik oleh J.D. Robb. Ditambah dengan cerita cinta antara tokoh-tokoh yang lain semakin melengkapi cerita yang ada. J.D. Robb benar-benar menggambarkan semua kisah tersebut secara bertahap. Sehingga ada kemajuan hubungan diantara tokoh-tokohnya di setiap cerita.


Yang agak kurang saya sukai dari terjemahan buku ini adalah pemakaian kata-kata ruang bual untuk chat room serta gelang-gelang bawang untuk onion rings. seandainya istilah-istilah itu tidak ikut diterjemahkan, bagi saya tidak akan terasa aneh terdengar. Toh, istilah tersebut sudah umum dipakai.

Bicara tentang cover... saya sangat menyukai cover terbitan Gramedia. Benar-benar menggambarkan lokasi tempat kejadian perkara dan sesuai dengan judul cerita. Tempat tidur dengan sperai sedikit kusut yang dipenuhi kelopak mawar (sayang kelopak mawarnya kurang banyak)tongue, suasana agak temaram, dan baki rotan yang berisi dua gelas penuh sampanye beserta botol sampanyenya dan kotak hadiah yang terikat pita merah.

Dan.. saat saya mengecek di goodreads tentang cover terbitan lain dari buku ini, hanya cover terbitan Gramedia yang paling tepat dengan isi cerita, paling elegan, dan pantas diacungi dua jempol.

13 serial In Death yang telah ditertbitkan Gramedia yaitu:

  1. Telanjang dalam Kematian
  2. Kemasyhuran dalam Kematian
  3. Abadi dalam Kematian
  4. Kenikmatan dalam Kematian
  5. Ritual dalam Kematian
  6. Pembalasan dalam Kematian
  7. Cinta dalam Kematian
  8. Konspirasi dalam Kematian
  9. Kesetiaan dalam Kematian
  10. Saksi dalam Kematian
  11. Penghakiman dalam Kematian
  12. Pengkhianatan dalam Kematian
  13. Rayuan dalam Kematian
saya berharap semoga lanjutan serial ini cepat diterbitkan oleh Gramedia, mengingat serial In Death ini telah memiliki daftar yang panjang, sekitar lebih dari 30 serial yang telah terbit.

Judul Saduran : Rayuan dalam Kematian
Penulis : J.D. Robb
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 520
Serial : In Death #13
Kategori : Romantic Suspense
ISBN : 9789792279153
Rating : untuk Eve dan Roarke, Peabody dan McNab, serta Louise dan Charles (?)




Tuesday, 13 March 2012

Call Me Mrs. Miracle by Debbie Macomber



“Orang-orang yang paling berbahagia adalah mereka yang paling sering membahagiakan orang lain.” (Mrs. Miracle – p. 177)

Natal kali ini, Emily Merkle (panggil ia Mrs. Miracle!) bekerja di bagian mainan Finley's, pusat perbelanjaan  milik keluarga yang terakhir di New York City. Dan bosnya tidak lain adalah... Jake Finley, putra sang pemilik.

Bagi Jake, kenangan Natal tentang hadiah-hadiah yang dibungkus kertas warna-warni, pohon Natal dan keluarga, hancur dalam tragedi malam Natal bertahun-tahun sebelumnya. Sekarang Natal hanya berarti satu hal baginya-dan bagi ayahnya. Profit. Karena mereka membutuhkan keajaiban Natal untuk mempertahankan bisnis.


Holly Larson juga membutuhkan keajaiban. Ia ingin memberi keponakannya yang berusia delapan tahun, Gabe, Natal yang layak diterima anak itu. Kakak laki-laki Holly yang sudah duda sedang menjalani tugas militer dan tidak bisa pulang merayakan Natal, tapi setidaknya Holly bisa memberi Gabe robot mainan dari Finley’s, satu-satunya hadiah yang sangat diinginkan keponakannya. Jika ia bisa mencari cara untuk mengumpulkan uang demi membeli robot itu…. 


Syukurlah, ada Mrs. Miracle yang membantu. Selain membuat anak-anak bahagia, tidak ada yang lebih disukainya daripada membantu orang lain—dan itu termasuk sedikit menjodohkan! 

Keajaiban. Dia bisa datang kapan saja dan dimana saja. Ia juga bisa menjelma menjadi apapun atau siapapun, yang kau butuhkan hanya mempercayainya.  Dan... bagi Jake Finley, Holly Larson, Gabe Larson, Lindy Lee, J.R. Finley, Mickey Larson, keajaiban itu adalah Mrs. Miracle. 

Natal semakin dekat. Pusat-pusat perbelanjaan ramai dikunjungi para keluarga yang ingin mencari kado Natal. Tak terkecuali pusat perbelanjaan Finley's. Dengan penjualan andalan si robot Telly, manajer pemasaran sekaligus putra pemilik Finley's, Jake yakin pusat perbelanjaannya akan ramai dikunjungi para keluarga.

Bagi Jake, Natal adalah tragedi dan saat untuk meningkatkan penjualan di pusat perbelanjaannya. Untuk Natal kali ini dirinya memesan robot Telly sebanyak lima ratus buah robot yang menyebabkan dirinya dan sang ayah bertengkar.
"Mungkin, tapi kuingatkan kau, anak-anak bukan pelanggan kita. Orangtua merekalah pelanggan kita. Itulah alasan kenapa tak ada seorang pun dalam industri ini yang memiliki pendapat sama denganmu." (p. 11)

Ditengah kekalutannya akan penjualan Telly, Jake bertemu dengan Holly di Starbuckstemu dengan Holly saat membeli kopi favoritnya. Dan, secara tak terduga dirinya kembali bertemu dengan Holly dab keponakannya Gabe, di Finley's, saat keduanya sedang melihat-lihat Telly. Gabe ingin Telly sebagai kado Natalnya. Di Finley's juga Holly bertemu dengan Mrs. Miracle.

 "Well, kalau begitu kau beruntung. Wanita itu orang yang tepat untuk bagian mainan ini. Seperti memiliki seorang nenek di sini. Ia membantu para orangtua mewujudkan semua permohonan Natal anak-anak mereka." (p. 42)

Sesuai janjinya pada Holly, Jake menyimpan satu robot Telly untuk diberikan kepada Gabe. Namun pada pagi hari, sehari menjelang Natal, kado tersebut lenyap bersama dengan kabar pengunduran diri Mrs. Miracle. Namun, kehilangan itu justru memberikan Jake hadiah Natal yang dua puluh satu tahun yang lalu pernah sangat diinginkannya menjadi kado Natal. 
"Aku selalu berniat untuk memberikannya padamu tapi aku tidak bisa berpisah dari mainan itu. Entah bagaimana, menyimpannya terasa seperti... ibumu masih bersamaku." (p. 196)


Meskipun Debbie Macomber adalah seorang pengarang yang dikenal dengan karya-karyanya yang bergenre roman, buku ini tidak terlalu kental romannya. Yang paling terasa di buku ini adalah suasana Natal beserta keajaibannya.


Walaupun kental dengan suasana Natal namun buku ini bisa dinikmati oleh siapapun dengan agama apapun. Seperti saya ketika menikmatinya.

Bicara tentang cover, saya suka Voilet tidak membuat cover yang berbeda dari aslinya. Gambaran seorang anak laki-laki yang berdiri di depan sebuah toko yang memajang kado-kado Natal beserta pohon Natalnya. Dominasi warna merah pada covernya, semakin menegaskan akan suasana Natal yang kabarnya identik dengan warna tersebut.

Novel ini pertama kali terbit pada 2009 dan di tahun 2010 telah diangkat ke layar lebar.

Lengkapnya tentang versi filmya lihat disini atau disini

Oh ya... di dalam buku ini ada beberapa resep masakan... Mungkin Anda mau mencobanya??? 

Judul Saduran : Keajaiban Natal
Penulis : Debbie Macomber
Penerbit : Violet Books
Halaman : 218
Kategori : Contemporary Romance
ISBN : 9789790816565 
Rating : untuk Natal Jake, Holly dan Gabe.

Thursday, 8 March 2012

Kendrick/Coulter/Harrigan #1 - Baby Love by Catherine Anderson


“Pasangan yang sudah menikah terkadang marah terhadap satu sama lain. Bertengkar hebat. Seorang pria yang mempunyai kekuatan yang sebesar bubuk mesiu hingga bisa melemparkannya ke neraka tidak akan menggunakan kepalan tangannya untuk menyelesaikan perselisihan. Aku akan pergi keluar dan menenangkan diri sebelum aku sampai memukulmu. Aku berjanji.” (Rafe Kendrick – p. 311)

Setelah ibunya menikah lagi, kehidupan Maggie Stanley seolah berubah menjadi neraka. Setiap hari, ia disiksa secara lahir dan batin oleh ayah tirinya yang ternyata hanya menginginkan harta mereka. Akhirnya, Maggie yang putus asa lari dari rumah dengan membawa bayinya yang masih kecil pada suatu malam yang bersalju.

Sementara itu, Rafe Kendrick yang telah kehilangan keluarganya karena kecelakaan, melewatkan hari-harinya dengan bermabuk-mabukan. Sampai pada suatu malam yang dingin, Rafe bertemu dengan Maggie dan bayinya. Pada awalnya, Rafe tidak memedulikan mereka, namun lama-kelamaan ia mendapati kalau di dalam jiwanya mulai tumbuh perasaan ingin melindungi Maggie dan anaknya serta tidak ingin melepaskan mereka. Tapi Rafe juga memiliki ketakutan tersendiri, ia takut kehilangan orang-orang yang dicintainya untuk kedua kalinya. Sementara itu, Maggie yang telah mengalami penderitaan bertubi-tubi bersumpah bahwa ia tidak akan pernah memercayai laki-laki lagi. Namun, kelembutan Rafe membuat hatinya tersentuh.

Sanggupkah Rafe menyembuhkan luka hati Maggie yang telah terpahat begitu dalam dan membuat Maggie jatuh cinta padanya? Mampukah mereka berdua menggapai kebahagiaan dengan hati yang begitu rentan?


Cinta adalah tentang bagaimana kau meyakinkan dirimu sendiri bahwa kau hidup di masa sekarang, bukan di masa lalu.  


Melarikan diri dari penyiksanya dalam keadaan kelaparan bersama bayinya yang baru lahir yang terus-menerus menangis karena kelaparan di tengah dinginnya cuaca musim dingin, saat itulah Maggie Stanley bertemu dengan Rafe Kendrick, yang masih dalam pengaruh alkohol. Satu peristiwa yang berlanjut ke peristiwa lainnya, membuat hubungan Maggie dan Rafe menjadi semakin akrab.

Saat Rafe menawarinya jalan keluar yang dapat menyelesaikan semua masalah yang dialaminya, Maggie menolak mentah-mentah. Namun Rafe selalu saja memiliki jawaban atas semua bantahan Maggie.

"Tidak ada pria dengan pikiran waras menginginkanmu untuk menjadi orang lain selain dirimu sendiri, dan aku jelas-jelas waras." (p. 199)

Suatu malam, setelah pulang dari kota, Maggie dan Rafe bertengkar hebat. Dan segala yang disimpan Maggie selama ini pun terkuak. Tapi sayang, Maggie lebih memilih lari daripada mendengarkan penjelasan Rafe.

 "Itulah yang sebenarnya. Selain dari bagaimana hal itu sudah melukaimu, aku tidak peduli apa yang terjadi di masa lalumu. Tidak ada efeknya pada perasaanku untukmu. Apakah kau mengerti?" (p. 416)

Peristiwa penculikan Maggie beserta Jamie, bayinya yang dialaminya membuat Maggie bertanya kembali benarkah selama ini Rafe tulus mencintainya dan bersedia mengorbankan nyawanya seperti yang selalu ia katakan.
"Tidak akan. Aku terlalu mencintainya untuk membiarkannya terluka." (p. 561)

Lagi-lagi Catherine Anderson mengangkat cerita dengan latar belakang heroine yang mengalami trauma akibat kekerasaan seksual. Cerita masa lalu tersebut memang mengundang simpati, namun lama kelamaan hingga menjelang akhir cerita, karakter heroine yang masih tidak percaya pada suami barunya yang jelas-jelas bersikap baik dan tulus padanya malah membuat karakternya jadi menyebalkan.

Bicara tentang cover, walaupun cover terbitan Dastan terasa manis, dengan gambaran rumah bertingkat dilatar belakangi oleh barisan pegunungan dan hutan kecil serta di halaman depan tampak padang rumput yang luas berserta padang bunga dengan bunga berwarna merah yang sedang mekar, namun terasa kurang tepat dengan isi buku yang menyatakan cerita berlangsung pada suasana musim dingin.


Dari dua belas edisi buku ini yang telah diterbitkan oleh banyak penerbit, saya lebih menyukai terbitan dari J'ai lu, Perancis pada Januari 2012 yang lalu, karena dengan latar cerita musim dingin, gambaran seorang wanita yang bisa diandaikan sebagai heroine yang sedang menunggu dibawah lindungan payungnya menahan salju yang turun semakin banyak.


Judul : Baby Love
Judul Saduran : Hati Yang Rapuh
Penulis : Catherine Anderson
Penerbit : Dastan Books
Halaman : 568
Serial : Kendrick/Coulter/Harrigan #1
Kategori : Historical Romance
ISBN : 9786028723893
Rating : untuk sang Pangeran Tampan, Rafe Kendrick.

Monday, 5 March 2012

Comanche #4 - Comanche Magic by Catherine Anderson




“Ketika kepalamu mengatakan satu hal dan hatimu mengatakan hal yang lain, dengarkan hatimu. Hatimu tidak akan berbohong.” (Hunter Wolf – p. 75)

Franchine Graham, alias Franny, telah menjalani kehidupan yang pahit dan penuh penderitaan sejak usia tiga belas tahun. Ia terpaksa melakukan pekerjaan yang sangat dibencinya untuk menghidupi keluarganya. Dengan ibu yang buta, delapan orang adik, serta satu orang adiknya menderita cacat yang membutuhkan obat yang mahal, Franny seolah terperangkap dalam kehidupannya yang sekarang.

Sementara itu, Chase Kelly Wolf kembali ke Wolf’s Landing karena mengalami cedera saat bekerja. Kehidupan sebagai penebang kayu yang keras membuat Chase berubah menjadi pria yang sinis. Ketika Franny akan mengunjungi Indigo, Chase bersikap kasar dan dingin pada Franny, serta langsung mengusirnya dan melarang gadis itu untuk bergaul dengan Indigo. Namun, perasaan Chase langsung berubah ketika ia mengetahui latar belakang dan kisah Franny yang memilukan. Semakin lama Chase menghabiskan waktu bersama Franny, ia semakin terpikat pada kepolosan dan kelembutan gadis itu. Lagi pula, sejak awal Chase sudah terpikat dengan rambut keemasan, mata hijau, dan senyum Franny yang manis seperti malaikat. Di lain pihak, meskipun pada awalnya Franny merasa takut terhadap Chase, namun ia tidak bisa mengingkari kalau dirinya mengagumi ketampanan pria itu. Seiring dengan berlalunya waktu, Chase berusaha menyembuhkan kesedihan Franny. Namun, dengan terlalu banyak rahasia yang membayangi kehidupannya, Franny tidak bisa mengambil risiko untuk dekat dengan seseorang.

Sanggupkah Chase menyembuhkan luka hati Franny dan membuatnya percaya pada kekuatan cinta sejati? Dan apakah Franny sanggup memercayakan rahasia sekaligus hatinya kepada Chase? Akankah mereka bersatu dengan beban masa lalu yang sangat kelam yang menghantui keduanya?

Hidup adalah tentang bagaimana kau memandang kejadian yang lampau sebagai masa lalu dan tetap memandang ke arah depan sebagai masa depanmu.  Mengambil peran sebagai kepala keluarga dalam usia sangat muda, tiga belas tahun, setelah sang ayah meninggal dunia  dan meninggalkan ibu yang buta serta adik yang cacat, membuat Franny melakukan satu-satunya hal yang ia ketahui untuk menghasilkan banyak uang.

Bertahun-tahun menjadi sampah masyarakat, membuatnya tumbuh dengan pemikiran jika orang terbuang sepertinya tidak akan pernah memiliki keluarga sendiri. Bahkan ia bersama May Belle mempunyai julukan terhadap impian akan keluarga yang tidak akan pernah mereka miliki. Sindrom.... Hingga akhirnya Franny berjumpa dengan Chase Wolf, yang tak lain adalah abang kandung Indigo Rand, sahabat diam-diamnya.

Kehadiran Chase begitu mengusik Franny. Setelah dilarang untuk mengunjungi Indigo lagi, tiba-tiba Fanny hadir di lagi di hadapannya. Dan menawarkan sebuah pertemanan atas kesalahpahaman masa lalu. Penolakan Franny hanya dianggap angin lalu oleh Chase. Dengan terpaksa Franny mengikuti kemauan Chase untuk piknik di malam hari.

Sepanjang pertemuan mereka, Chase selalu berusaha untuk menggali masa lalu Franny. Bahkan Chase dengan nekat mengikuti Franny ke rumah orangtua dan ketemu dengan ibu dan adik-adiknya. Setelah pertemuan dengan keluarga Franny, Chase semakin gencar mendekati Franny dan berniat menolong Franny keluar dari masalah yang membelitnya.

"Tidakkah kau mengerti? Kalau kau sungguh-sungguh ingin membantuku, menjauhlah dariku. Yang berhasil kau capai hanyalah membuatku mengharapkan hal-hal yang tak pernah bisa kudapatkan." (p. 219)

Dengan perasaan tak menentu akibat pernikahannya dengan Chase, Franny harus bertemu dengan Loretta Wolf, ibu mertuanya, seorang wanita biasa namun memiliki hati yang luar biasa.

 "Gadisku sayang, keluarkan pikiran itu dari kepalamu. Di keluarga ini, para pria mengerjakan tugas mereka. Terlalu banyak pria yang membenci tugas rumah tangga apa pun. Mereka menganggap tugas-tugas ini membuat mereka kurang jantan. Hunter tak pernah mencemaskan kekonyolan ini, begitu pula Jake." (p. 324)

Suatu siang, saat Franny sedang kembali ke rumah lamanya, dirinya bertemu dengan seseorang yang paling tak ingin ia temui. Sebagai dampak dari pertemuan tak terduga ini, dirinya mengalami stupor dan tidak sadarkan diri. Tak sanggup melihat istrinya terbaring begitu saja, Chase pun turun tangan dan membawa istrinya ke rumah si pelaku.
"Dia tidak mau satu pun dari kalian memohon ampunannya. Yang dia inginkan dari kalian hanya satu hal sederhana. Untuk mencintainya apa pun yang terjadi. Itu saja. Cukup mencintainya walau bagaimanapun juga. Dari sudut pandangku, menurutku itu bukan permintaan yang sulit. Ya kan?" (p. 428)
Pada awalnya Franny melakukan pekerjaan sebagai kupu-kupu malam hanya untuk membantu kondisi ekonomi keluarga yang carut marut. Namun sekian tahun berlalu kini keluarganya hidup mewah dari pekerjaan Franny. Sebagian pembaca bertanya-tanya mengapa Franny tidak meminta saja kepada keluarganya untuk mulai melepas diri dan membantu keuangan keluarga agar dia bisa lepas dari pekerjaannya, sehingga terkesan Franny hanya mengambil jalan pintas untuk menghidupi keluarganya. Saran saya, baca dulu halaman pembaca diawal buku ini, mungkin baru dapat mengerti mengapa Franny melakukannya. Meskipun saya secara pribadi tidak mendukung perbuatan Franny. Toh, masih banyak lagi pekerjaan yang tersedia setelah keluarganya mapan.

Bicara tentang cover, seekor kuda yang merumput di padang rumput kering dengan latar pegunungan di kejauhan. Tapi seperti biasa kemunculan bunga aster yang tiba-tiba di bagian kiri bawah merusak pemandangan yang ada. Namun cover terbitan Signet Mass Market tahun 2011, taglinenya cukup menggelitik pembaca can his steadfast love overcome her deepest shame?



^^^^^^^^^

Stupor yang dialami oleh Franny adalah salah satu tingkat kesadaran dengan keadaan tidak responsif yang dalam, dimana penderita terbangun hanya jika diguncang secara berulang, dengan suara yang keras, dicubit, ditusuk dengan jarum atau dirangsang dengan rangsangan yang serupa. (diambil dari sini)

Bunga Aster yang dijadikan tempat pelarian Franny dalam imajinasinya sewaktu sedang bekerja adalah salah satu jenis tanaman berbunga dari keluarga Asteraceae. Nama Aster diambilkan bahasa Yunani Kuno yang berarti bintang, yang mengacu pada bentuk kepala bunga. Bunga Aster dapat tumbuh disegala suasana dan keadaan tanah. (disarikan dari sini)


Pic taken from here
Serial Comache memiliki empat cerita, Indigo dan Chase adalah cerita generasi kedua dari keluarga Wolf.

Judul Saduran : Penderitaan Sang Gadis Malaikat
Penulis : Catherine Anderson
Penerbit : Dastan Books
Halaman : 456
Serial : Comanche #4
Kategori : Historical Romance
ISBN : 9786029267662
Rating :  untuk Chase yang menerima Franny ada apanya.

Friday, 2 March 2012

Keegan - Paxton #1 - Keegans Lady by Catherine Anderson


“Alasan itu seperti sifat buruk. Setiap orang punya. Hanya karena kau mabuk, bukan berarti bisa dijadikan alasan untuk memukul wanita.” (Joseph Keegan – p. 298)

Caitlin O’Shannessey akhirnya bisa mengecap kebebasan setelah kematian ayahnya, Conor O’Shannessy. Kini ia tidak perlu lagi melalui hari-hari penuh siksaan sang ayah. Walau demikian, akibat perlakuan keji ayahnya, Caitlin memendam ketakutan besar dan tidak bisa memercayai pria mana pun, kecuali Patrick, adik laki-laki yang amat disayanginya.

Ace Keegan, mantan jago tembak yang kaya raya, kembali ke kota No Name, Colorado, dengan rencana terselubung untuk membalaskan dendam ayah tirinya. Ia kecewa saat mengetahui bahwa Conor O’Shannessy, salah seorang pembunuh ayah tirinya, telah meninggal. Ace pun berniat memberi pelajaran kepada anak-anak Conor, yang menurut anggapannya tidak jauh berbeda dengan ayah mereka. Namun, Ace kehilangan kendali saat melihat wajah cantik dan sikap pemberani Caitlin. Tanpa disadari, ia melakukan perbuatan yang merusak reputasi wanita itu.

Ace yang semula menikahi Caitlin hanya demi mengembalikan nama baik wanita itu kemudian malah bertekad memertahankan pernikahannya. Perlahan Ace pun mulai mengikis ketakutan Caitlin terhadapnya. Di pihak lain, Caitlin tidak tahu bagaimana harus menghadapi suaminya yang sering melakukan hal-hal kecil—sesuatu yang konyol dan sepele—yang membuatnya merasa istimewa dan dicintai. Mungkinkah Ace adalah sosok pahlawan yang selama ini didambakan Caitlin? Dapatkah Ace melupakan dendamnya setelah ia mendapatkan cinta Caitlin? Akankah cinta Caitlin memudar saat rencana balas dendam Ace terbongkar?

Cinta adalah tentang bagaimana dirimu merubah rasa benci dan dendammu menjadi cinta itu sendiri.  Menyaksikan Pa disiksa dan dibunuh serta Ma diperkosa di depan matanya, membuat Ace Keegan kecil memiliki dendam terhadap para pelakunya. Dengan sabar ia menunggu waktu pembalasan hingga nanti saatnya tiba.

Saat waktunya tiba, Ace Keegan pun kembali ke No Name, Colorado dengan membawa kekayaan dan status sebagai mantan jago tembak. Namun sayang, ternyata sang pelaku yang paling bertanggung jawab atas kejadian kelam itu, Conor O'Shannessy telah meninggal. Tak patah arang, Ace pun mengarahkan dendamnya kepada anak-anak Conor, Patrick dan Caitlin O'Shannessy. Satu kejadian membuat Ace harus menikahi Caitlin dibawah todongan senjata untuk menyelamatkan kehormatan Caitlin di mata masyarakat.

Kejutan lain menanti Ace setelah menikah. Istri yang dinikahinya bertingkah layaknya tikus yang berada dalam perangkap kucing. Caitlin selalu saja ketakutan bila melihat atau berada di dekat Ace. Walau selalu ketakutan, tapi Caitlin tidak bersedia membatalkan pernikahannya dengan Ace.

"Aku tidak bisa melakukannya. Aku sudah mengucapkan janji pernikahan. Aku tidak akan melanggar janjiku, kau tahu itu." (p. 281)

Rahasia itu pun terungkap pada suatu malam yang dingin di tepi sungai sesaat setelah Caitlin membuat rumah mereka kebanjiran, yang membuat Joseph, David dan Esa bekerja keras untuk menguras air dari rumah mereka.

 Ace merasa seekor kuda telah menendang perutnya. Permukaan bumi serasa lenyap dari pijakan kakinya. Ia berdiri mematung, menatap Caitlin, tidak cukup mampu mencerna apa yang dituturkan wanita itu padanya. Kemudian, pelan-pelan, seperti silet tajam dan mematikan, kata-kata mulai masuk ke otaknya. "Oh Tuhan. Tidak mungkin." (p. 455)

Lantas, ketika semua itu telah terungkap, maka tak ada lagi alasan untuk tidak mengungkap rasa cinta yang ada. Malang, cinta itu diuji kesetiannya. Caitlin harus menyelamatkan nyawa suaminya yang berada tiang gantung karena tuduhan percobaan pembunuhan.

"Benar! Aku sudah dibeli, hati dan jiwaku. Aku lebih memilih menjadi istri Ace Keegan daripada putri ayahku. Conor O'Shannessy adalah bajingan kejam dan tidak memiliki hati nurani, dan kalian semua tahu itu." (p. 601)

Bicara tentang cover, sebenarnya covernya lumayan menarik. Pengunungan batu yang saya bayangkan sebagai Pegunungan Rocky, di Colorado, lokasi cerita ini. Tapi jadi tidak menarik dengan kemunculan mendadak bunga matahari di sudut kiri bawah. Saya lebih suka cover terbitan dari Avon Books tahun 1996. Kesannya lebih hangat dengan gambar rumah  dipinggir danau. Teduh gitu liat covernya....


Dengan banyaknya kisah tragis dalam buku ini, membuat saya cukup terenyuh saat membacanya. Ya... sesuailah dengan jiwa melankolis saya #tsaaahhh... Buku ini menarik untuk dibaca.

Rocky Mountains atau Pegunungan Rocky yang menjadi  lokasi cerita ini merupakan rangkaian pegunungan yang memanjang di sebelah barat Amerika Utara. Panjangnya lebih dari 4.800 kilometer. Membentang dari British Columbia, Kanada hingga New Mexico Amerika Serikat. Puncak tertingginya adalah Mount Elbert di Colorado dengan ketinggian lebih kurang 4.401 meter diatas permukaan laut. (disarikan dari sini)

Pic taken from here
 

Judul : Keegan's Lady
Judul Saduran : Wanita Pujaan Keegan
Penulis : Catherine Anderson
Penerbit : Dastan Books
Halaman : 628
Serial : Keegan-Paxton #1
Kategori : Historical Romance 
ISBN : 9786028723831
Rating :  untuk Ace Keegan yang sudah melupakan dendamnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...