Sunday, 29 July 2012

Comanche #2 - Comanche Heart by Catherine Anderson

“Minta aku untuk memotong tangan kananku untukmu, dan aku akan melakukannya. Minta aku untuk mengorbankan nyawaku untukmu, dan aku akan melakukannya. Tapi, kumohon, jangan meminta aku untuk menyerahkanmu sekarang setelah aku menemukanmu kembali. Jangan minta aku melakukan itu, Amy.” (Swift Lopez - p. 66)

Merasa lelah menjalani hidupnya menjadi seorang comancheroyang tak tentu arah, Swift memutuskan untuk kembali menjemput tunangannya, Amy, di Oregon. Namun ia hanya mendapati gundukan tanah  beserta sebuah nisan di belakang rumah orang tua Amy. Seketika Swift merasa hidupnya tak berharga lagi. Alasannya untuk pulang dan menetap telah terkubur bersama mimpinya. Dalam keadaan gundah ia kembali ke rombongan comanchero dan melanjutkan petualangan mereka.

Sekian jauh berkelana, akhirnya Swift tiba di Wolf's Landing. Alangkah terkejutnya ia ketika menginjakkan kaki di kota itu suara pertama yang ia dengar adalah suara Amy. Keterkejutannya makin bertambah saat ia menemukan kembali sahabat masa kecilnya, Hunter dan keluarganya. Swift pun memutuskan untuk berdiam di Wolf's Landing dan berusaha untuk kembali meyakinkan Amy jika ia tetaplah tunangan Swift sejak berumur belasan tahun menurut adat Comanche.

Di pihak Amy, ia tak percaya sekian tahun berlalu Swift tiba-tiba muncul di hadapannya dalam sosok comancheroyang ditakutinya. Terlebih lagi Swift menuntut untuk memenuhi janji pertunangan yang sempat diucapkannya saat masih anak-anak dulu. Namun saat Swift harus menjalani hukuman gantung, Amy jadi bertanya-tanya benarkah dirinya takut pada sosok Swift yang sekarang ini ataukah ia takut untuk jatuh cinta lagi????

Buku ini buku kedua dari cerita Comanche. Lagi-lagi saya membacanya tidak berurutan. Pada awalnya gerah, gemes, emosi saat melihat sosok Amy. Jauh-jauh Swift mencarinya, malah sempat sudah merasa tak punya alasan untuk hidup saat melihat nisan Amy, eh Amy kok malah mengusir Swift bahkan sempat memenjarakannya. Tapi makin ke belakang, saat masa lalu Amy terungkap, saya jadi mengerti mengapa Amy melakukan hal seperti itu dan mengapa ia membenci sosok comanchero.Namun Amy terlalu tenggelam dalam masa lalunya dan itu cukup mengesalkan juga lama-lama.

Petuah-petuah bijaksana Comanche tak terlalu banyak didapati disini. Tak seperti Indigo Blue dan Comanche Magic. Diskriminasi terhadap kaum Indian Comanche pun tak juga banyak. Buku ini hampir seluruhnya didominasi oleh kisah Amy menghindari Swift sedangkan Swift mengejar Amy. Mereka berdua seperti bermain petak umpet gitu....

Meskipun begitu... Ada beberapa kutipan yang saya sukai, diantaranya...

"Tetap arahkan pandanganmu ke cakrawala, Rambut Emas. Apa yang ada di belakangmu adalah untuk kemarin.(Swift Antelope - p. 16)

"Apa kau pikir keberanian berarti menjadi tidak kenal takut? Atau menantang? Keberanian yang sebenarnya adalah, mengambil tiga langkah saat itu membuatmu takut." (Swift Lopez - p. 285)

Tentang covernya... ya... cukup berasa Indian lah dengan adanya gambar tepee (rumah khas Indian) sebagai covernya. Namun saya tetap tak tergugah dengan covernya. Hehehe... Masalah typo yang ada, memang typo masih bertebaran dimana-mana. Agak sedikit terganggu tapi masih bisa dinikmati dengan nyaman kok.

Judul Saduran : Akhir Penantian
Penulis : Catherine Anderson
Penerbit : Dastan Books
Halaman : 480
Serial : Comanche #2
Kategori : Historical Romance
ISBN : 9786028723701
Rating : 3 dari 5 smileys untuk Amy yang selalu terbelenggu masa lalunya


Wednesday, 25 July 2012

Mafia Espresso by Fransisca Todi

Kesan pertama saat bertemu, bertatapan dengan seseorang, biasanya meninggalkan kesan yang bertahan lama di diri seseorang. Bahkan iklan sebuah permen penyegar mulut pun mengadaptasi kesan yang ditangkap oleh pertemuan pertama dan menjadikan tagline-nya terkenal bahkan ketika iklan tersebut sudah tak wara-wiri lagi dilayar kaca. 

Sophie Pieters bertemu dalam situasi yang sungguh tidak mengenakkan dengan Antonio Azzaro. Sebuah kecelakaan lalu lintas mempertemukan mereka berdua dimana masing-masing meninggalkan kesan yang tidak mengenakkan pada diri yang lain. Sophie merasa kesal luar biasa pada Antonio yang dinilainya tidak becus mengemudi dan membuatnya datang terlambat ke presentasi di kantornya. Antonio adalah orang terakhir yang berada di pikirannya saat ia harus tampil memukau para calon klien perusahaannya, tapi pemikiran itu tidak bertahan lama. Antonio termasuk orang-orang yang harus dibuatnya "terpukau" terlebih tampuk pimpinan perusahaan calon kliennya adalah Antonio.

Sebagai seseorang yang memegang kendali atas nasib Sophie dan timnya, Antonio memutuskan menghukum Sophie karena telah mempermalukannya di depan khalayak ramai. Sophie harus menemani Antonio sepanjang Antonio berada di Belanda. Masalah muncul ketika Antonio mengaku berasal dari Sisilia, Italia dan para mafia adalah saudaranya. Belum lagi masalah Antonio selesai, masalah yang lain pun datang beruntun. Keluarganya mengalami krisis keuangan, ia dan timnya terancam dipecat, dan Ray sang pacar menduakannya. Apakah hidup Sophie kini layaknya pepatah "keluar kandang singa, masuk mulut buaya" dengan bersama Antonio setiap saat?

Dengan latar di negeri Belanda ditambah dengan karakter tokoh pria yang orang Italia, dimana kabarnya orang Italia termasuk orang-orang paling romantis di dunia, membuat buku ini terasa berbeda. Namun sayang, keindahan negeri Belanda kurang begitu terekspos di buku ini, padahal jika pengarangnya mau sedikit saja memberikan deskripsi tentang tempat-tempat yang didatangi Antonio dan Sophie pasti aroma Belanda akan terasa lebih kental dan menambah point lebih pada buku ini, apalagi pengarang juga tinggal di Belanda yang jauh lebih mengenal Belanda dibandingkan bila hanya menulis berdasarkan riset. 

Antonio yang elegan dan misterius pun dibuat kurang begitu misterius, hanya sekedar menutup-nutupi sesuatu. Apalagi chemistry antara Sophie dan Antonio seharusnya bisa dibangun lebih kuat lagi. Karena karakter Sophie dan Antonio sama-sama kuat. Kutipan-kutipan yang saya sukai dibuku ini antara lain :

"Hubungan kami... rumit."
"Hubungan rumit biasanya tanda bahwa salah satu pihak tidak mau berkomitmen." (p. 21)

"Keluargaku adalah orang-orang yang terpenting dalam hidupku." (p. 115)

"Kadang waktu bergulir maju, tapi tanpa dirimu. Kadang hidup berputar, tapi kau tertinggal di belakang. Lalu mendadak kau sadar, bukan salah waktu tak mau menunggu, bukan salah hidup terus berputar. Tapi salahmu, berdiri membeku di tengah jalan, menolak meninggalkan masa lalu-terlalu takut untuk maju." (p. 282)


Cewek berambut pirang dengan kedua tangan yang memegang cangkir putihnya erat-erat dibalik kaca yang berembun setelah hujan menguyur terasa hangat. Sama seperti buku ini yang terasa hangat dibaca kala hujan sambil menikmati secangkir espresso hangat. Saya pun membuka buku ini saat hujan deras menguyur bumi Halmahera, sayangnya tak secangkir pun espresso menemani saya. Yang pasti, saya menunggu karya yang lain dari Fransisca Todi dan berharap jika settingnya masih di seputaran Eropa bisa dideskripsikan dengan lebih dalam.

Pic taken from here
FYI : Espresso adalah minuman yang dihasilkan dengan mengekstrasikan biji kopi yang sudah digiling dengan menyemburkan air panas dibawah tekanan tinggi. Pada setiap espresso terdapat suatu komponen yang disebut crema yang merupakan busa keemasan yang terdiri dari minyak, protein, gula yang mengambang dipermukaan. Secara teknis, espresso diperoleh ketika 45ml air disemburkan melewati 7 hingga 9 gr kopi bubuk pada temperatur 90 derajat Celcius dengan tekanan 9 atmosfer. (disarikan dari wikipedia)

Penulis : Fransisca Todi
Penerbit : Gradien Mediatama
Halaman : 320 hlm
Kategori : Contemporary Romance
ISBN : 9786022080411
Rating : 3 dari 5 smileys untuk Antonio, sang mafioso Italiano 


Monday, 23 July 2012

As You Wish by Jackson Pearce


Jujur, saya tertarik pada buku ini sejak membaca sinopsisnya. Mengingatkan saya pada dongeng Aladin dan Lampu Ajaib. Apalagi ditambah dengan bintang yang bertaburan untuk buku ini di goodreads, makin besar rasa penasaran dan harapan saya untuk bisa menikmati buku ini.

Viola Cohen, cewek berumur 16 tahun  baru saja putus dari pacar merangkap mantan sahabatnya Lawrence. Mereka putus karena Lawrence baru membuat pengakuan yang menggemparkan. Dia mengaku kalau dirinya seorang gay dan menerina cinta Viola karena dia tidak tega untuk menyakiti perasaan Viola. Tapi lama kelamaan dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri dan mengaku kepada Viola.

Merasa seperti ada yang hilang dari dirinya, Viola pun menjadi Invisible Girl. Rasanya tak ada seorangpun yang memandang dia seutiuhnya. Dalam keadaan super galau seperti itu, ia mendadak bertemu cowok tampan yang tak seorang pun bisa melihat sosoknya kecuali Viola. Dialah Jinn.

Jinn, sosok jin dari negeri Caliban yang bertugas sebagai sosok pengantar bunga di negerinya memberikan tiga permintaan kepada siapa saja yang memanggilnya. Salah satu "tuan" Jinn adalah seorang aktor ganteng terkenal Hollywood bernama.... KEANU REEVES. Kata si Jinn, salah satu permintaan mas Keanu adalah menjadi terkenal bukan agar bisa berakting dengan baik. Well... silahkan putuskan sendiri... Apakah mas Keanu terkenal karena memang bisa berakting dengan baik atau karena wajah gantengnya...

Balik lagi ke Viola. "Tuan" Jinn yang baru adalah Viola. Sebagai jin yang tidak pernah melanggar perintah apa pun, Jinn memanggil Viola dengan sebutan "Master" tapi oleh Viola ia minta untuk memanggil nama saja pada Viola. Bukannya kesenangan mendapatkan kesempatan mewujudkan tiga permintaannya, Viola malah bingung mau minta apa. Sementara ia bingung, Jinn pun juga bingung. Ia harus segera kembali ke negerinya. Karena sebagai makhluk immortal, ia akan menjadi mortal saat berada di bumi. Hal itu berarti Jinn semakin tua saat berada di bumi, umur Jinn sendiri adalah seratus tujuh tahun.

Setelah secara mengucapkan permintaan yang tidak sengaja terucapkan di pesta yang diadakan cowok incerannya, Viola pun jadian dengan Aaron, cowok populer di sekolahnya. Semenjak pacaran dengan Aaron, tingkah laku Viola berubah total. Ia baru menyadari kesalahannya ketika menemukan mantan pacar Aaron dalam keadaan menyedihkan. Tak berapa lama setelah kejadian itu, ia pun memutuskan mengucapkan permintaan kedua.

Setelah mengucapkan permintaan kedua gantian Jinn yang resah. Jika Viola mengucapkan permintaan ketiga, berarti Jinn harus kembali ke Caliban. Sementara Jinn baru menyadari jika ia punya perasaan khusus buat Viola.

"A bird and a fish might love each other, but where could they live?"

Entah salah dimana pada diri saya, saya tak menikmati membaca buku ini. Dari segi penceritaan, sudut pandang yang digunakan dari kedua tokoh utama, Viola dan Jinn, jadi pembaca pun bisa mengerti perasaan dan pemikiran kedua tokoh. Saya agak kurang sreg pada diri Viola, ia selalu merasa dirinya tak nampak dimata orang lain. Padahal dengan bakatnya sebagai pelukis, dia cukup berbakat. Dia merasa galau karena merasa tak cukup mampu menarik perhatian cowok.

Selain itu tingkah Viola pun membuat gerah. Dari cewek pemalu mendadak suka pamer kemesraan alias suka cium-ciuman semenjak pacaran dengan Aaron di depan umum. Viola pun sempat mencak-mencak pada Jinn karena Jinn menginterupsi ciumannya dengan Aaron yang lagi heboh-hebohnya di dalam bioskop. Dia pun makin  marah pada Lawrence sahabatnya sendiri gara-gara sahabatnya mendukung kelakuan Viola. Lalu dengan seenak hatinya Viola mengacuhkan Aaron. Gak ada kata putus, gak ada kata apa pun, cuma sembunyi-sembunyi menghindari Aaron. Kasian juga ngeliat si Aaron digantung gitu sama Viola. Yang gitu yang namanya cewek yang merasa dirinya "Invisible Girl"???shame on youshame on youshame on you

Hhhmmm.... Entahlah... mungkin saya harus membaca ulang buku ini supaya mendapatkan feel yang dirasakan pembaca lain yang memberikan rating tinggi pada buku ini.

Judul : As You Wish
Penulis : Jackson Pearce
Penerbit : Harper Teen, 2009
Halaman : 304 hlm
Format ebook : epub
Kategori : Young Adult
ISBN : 9780061661525
Rating : 2 dari 5 smileys untuk tiga permintaan Viola




Dear Jinn.... Please... Kamu datang dong ke Indonesia, tepatnya di pulau Halmahera, Maluku Utara dan kabulkan tiga permintaan saya. Kalau kamu datang ke tempat saya, saya cuma butuh waktu nggak sampai lima menit untuk mengucapkan permintaan saya. Karena saya udah punya wishlist khusus buat kamu :
  1. Saya nggak minta gratisan. Saya cuma minta tolong murahin tiket pesawat Ternate - Medan PP buat lebaran ini.
  2. Tolong bukakan pintu hati kepala puskesmas, sekretaris dinas dan kepala dinas tempat saya bekerja untuk memberikan izin pulang selama setahun terhitung saat libur lebaran nanti hingga masa kontrak saya berakhir. Kalau rasanya mustahil, ya izin libur sebulan setiap tiga bulan sekali udah cukup kok.
  3. Tolong buatin jembatan antara Medan - Halmahera dong... Kalau itu mustahil juga, ganti dengan tolong itu Gramedia di Ternate dipindahkan tepat disebelah puskesmas saya...
Gimana Jinn??? Permintaan saya nggak berat kan??? Mau kan mewujudkannya buat saya???prayingprayingpraying



Saturday, 21 July 2012

Hunger Games #2 - Catching Fire by Suzanne Collins


Menutup buku kedua dari trilogi Hunger Games ini saya langsung ingat pada ungkapan terkenal milik mantan presiden pertama Indonesia, Soekarmo. "Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia."

Tindakan Katniss memakan poison berry bersama Peeta dianggap menentang pemerintah yang dipimpin Presiden Snow. Sosok Katniss dan pin bergambar burung Mockingjay pun menjadi simbol perlawanan warga Panem atas ketidakadilan yang mereka alami yang berlangsung di beberapa distrik. 

Di Distrik 12 sendiri, keadaan masih relatif aman. Katniss dan Peeta pun pindah ke Desa Pemenang. Keadaan mereka memang relatif jauh lebih bagus dibandingkan saat Katniss belum menjadi pemenang Hunger Games, tapi Katniss mulai gundah. Ia merasa seperti mengkhianati Gale yang begitu baik padanya sekaligus merasa tidak nyaman saat dekat dengan Peeta. Di tengah-tengah kegundahan itu mendadak ia kedatangan tamu penting. Presiden Snow. Sang Presiden berkunjung ke rumahnya dan mulai memberikan ancaman terselubung kepada Katniss atas tindakan diakhir Hunger Games kemarin.

 Katniss dan Peeta pun kembali ke arena. Ada permainan lain yang harus dimenangkan. Sebagai sebuah tradisi yang semakin memberikan rasa tidak aman kepada warganya, disela-sela Hunger Games diadakan sebuah permainan bernama Quarter Quell yang pada intinya semua pemenang Hunger Games yang masih hidup kembali bertanding di arena Hunger Games. Katniss mulai membulatkan tekadnya untuk menyelamatkan hidup Peeta, karena keadaannya sendiri sudah tidak aman akibat ancaman Presiden Snow.

 "Mimpi-mimpi burukku biasanya tentang kehilangan dirimu. Aku baik-baik saja setelah aku sadar kau ada di sini." (p. 100)

Sulit bagi Katniss untuk menentukan siapa lawan siapa kawan di Quarter Quell. Ada banyak orang yang tak layak lagi ikut bertanding namun terpaksa harus bertanding. Orang-orang yang berusia rata-rata jauh diatas ia dan Peeta. Ada yang sudah rabun, ada pecandu morfin, ada yang badannya begitu ringkih, namun semua memiliki kemampuan yang patut diacungi jempol.

Di arena permainan, tantangan dan hambatan yang dialami para peserta jauh lebih mengerikan dibandingkan yang mereka hadapi di Hunger Games. Tak ada lagi peralatan pendukung hidup kecuali yang bisa digunakan sebagai senjata. Mereka semua bertahan hidup hanya mengandalkan pengetahuan yang mereka miliki  tentang alam liar. Ketika akhirnya Katniss mulai percaya pada satu orang yang menurutnya bisa diandalkan untuk membantunya ia malah mendapati dirinya diserang hingga tak sadarkan diri. Saat bangun, ia tak lagi berada di hutan arena permainan, melainkan berada di ranjang rumah sakit dengan kedua tangan terikat kuat dan Peeta tak ada bersamanya.

"Mereka bisa memompakan apa pun yang mereka mau ke lenganku, tapi butuh lebih dari sekedar tabung untuk membuat orang mau bertahan saat keinginannya untuk hidup sudah pupus." (p. 418)

Suzanne Collins menutup cerita kedua ini dengan begitu apik. Benak pembaca langsung dipenuhi apa yang terjadi dengan Katniss, Peeta, dan Distrik 12 selanjutnya. Saya pun menutup buku ini dengan tatapan tidak percaya seraya berkata "Hah? Habis? Mana lanjutannya ini? Masa gantung gini ceritanya?"

Di awal cerita saya sempat bermaksud berhenti saja membaca buku ini karena mulai tampak tanda-tanda cinta segitiga yang menye-menye yang bakalan berakhir dengan "cinta ditolak dukun bertindak, cinta diterima dukun merana." Dan memang.... saya salah. Ketegangan ala Hunger Games masih berlangsung di buku kedua ini. Dan... seperti yang terjadi pada buku pertama, saya tak sabar untuk membaca buku ketiganya... Tapi... yang sedikit menganggu benak saya, buku pertama dan buku ketiga tak memakai judul sadurannya, kenapa buku kedua ini harus ada judul sadurannya??? Meskipun judul sadurannya benar-benar tepat

Judul : Catching Fire
Judul Saduran : Tersulut
Penulis : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Serial : Hunger Games Trilogy #2
Kategori : Young Adult
ISBN : 9789792259810
Rating : 4 dari 5 smileys untuk Katniss, sang gadis pemberontak
PS : Proyek Baca Bareng OceMei... Review OceMei untuk Catching Fire bisa dilihat blognya OceMei's Little World



Thursday, 19 July 2012

Hunger Games #1 - The Hunger Games by Suzanne Collins


Pemerintah, baik itu dalam skala besar seperti negara ataupun skala kecil seperti RT/RW, tentu amat sangat berkewajiban memberi rasa aman bagi setiap warganya tanpa terkecuali. Bagaimana jika ternyata kewajiban itu berubah 180 derajat? Bukannya memberi rasa aman, pemerintah malah meneror setiap warganya.

Adalah Panem, yang beribukota di Capitol, dimana setiap tahun pemerintahan negara tersebut mengadakan sebuah permainan bernama Hunger Games, yang diikuti oleh 12 distrik (sejenis provinsi) di negara tersebut. Masing-masing distrik diwajibkan mengirim satu laki-laki dan satu perempuan melalui sebuah undian dalam Hunger Games. Sebagai hadiah, satu pemenang Hunger Games dan distriknya berhak mendapatkan kelimpahan makanan selama setahun. Hal ini cukup menggiurkan mengingat hampir semua distrik yang ada termasuk dalam distrik miskin. Agar adil, sejak seleksi hingga pengumuman pemenang, Hunger Games disiarkan live lewat jaringan televisi.

Sepertinya Hunger Games terkesan mudah. Namun ternyata tidaklah semudah yang dibayangkan. Setiap peserta dinyatakan gugur dalam Hunger Games bila ia memang gugur dalam permainan tersebut. Ya, gugur dalam pengertian meninggal. Peserta Hunger Games pun tidak sembarangan. Hanya yang berumur 12 hingga 18 tahun yang diperbolehkan mengikuti permainan tersebut. Siapa yang sanggup melihat para remaja tersebut saling menghabisi demi mendapatkan predikat juara? Itulah yang dilakukan pemerintahan Panem. Menebarkan teror dalam bentuk permainan yang mempertaruhkan nyawa dan melibatkan remaja. Hal ini dilakukan pemerintahan tersebut sebagai pengingat kepada warganya akan kejadian pemberontakan bertahun-tahun silam.

Katniss Everdeen, remaja 16 tahun menggantikan sang adik yang terpilih mengikuti Hunger Games. Rasa sayang dan tanggung jawab atas keselamatan keluarganya sejak umur 11 tahun ketika sang ayah meninggal dunia di pertambangan batu bara dan sang ibu jatuh dalam depresi berkepanjangan. Untuk menghidupi keluarganya, Katniss berburu secara ilegal di hutan yang dijaga ketat oleh pasukan Penjaga Perdamaian. Dalam perburuan itu dia bertemu dengan Gale, yang berusia 2 tahun lebih tua, dan menjadi partner berburu Katniss yang hebat.

Kembali ke Hunger Games, satu lagi warga yang mewakili Distrik 12 adalah Peeta Mellark. Anak laki-laki  pemilik toko roti yang beberapa tahun lalu pernah membantu Katniss saat ia kelaparan dan putus asa mendapatkan uang untuk membeli makanan. Berdua mereka mereka saling bantu dalam pertandingan Hunger Games hingga di titik akhir mereka harus saling bunuh demi menjadi pemenang Hunger Games, karena Hunger Games hanya mengenal satu pemenang.

Katniss, sosok remaja yang harus menjadi teladan bagi remaja saat ini. Kerasnya hidup yang Katniss jalani menjelang masa remajanya menempa Katniss menjadi sosok yang tangguh, pemberani, pantang menyerah dan tidak cengeng. Hal itu jugalah yang membuat Katniss tak mengalami masa-masa cinta monyet sehingga saat perhatian bertubi-tubi datang padanya baik dari Gale maupun Peeta, ia tak mengenali arti perhatian, ucapan, ataupun bahasa tubuh mereka.

Pic taken from here
 Urusan cover, jelas tak perlu dikomentari lagi. Sudah mantap. Urusan tipu-menipu typo menypo karena buku yang saya pegang ini sudah cetakan yang kesekian jadi tentu saja sudah dilakukan koreksi. Yang jelas, menyelesaikan buku pertama dari trilogi Hunger Games ini membuat saya tak sabar untuk lanjut membaca buku kedua, Catching Fire.

Penulis : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Serial : Hunger Games Trilogy #1
Kategori : Young Adult
ISBN : 9789792250756
Rating : 5 dari 5 smileys untuk Katniss Everdeen

PS :
  1. Proyek baca bareng @OceMei... Lihat apa ceritanya tentang Hunger Games di OceMei's Little World - The Hunger Games 
  2. Review ini memang terlalu singkat untuk buku berbintang 5 seperti ini, harap dimaklumi karena review ini dikerjakan disela-sela rapat monitoring dan evaluasi. Jadi harus sembunyi-sembunyi agar tak ketahuan si bos...


Monday, 16 July 2012

Message In A Bottle by Nicholas Sparks

Seberapa cepat seseorang jatuh cinta dan melupakan orang lain??? Menurut ST12 hanya cukup satu jam untuk jatuh cinta namun butuh seumur hidup untuk melupakan seseorang. Theresa Osborne, mengambil cuti dari pekerjaan sebagai seorang kolumnis di sebuah surat kabar di Boston dan berlibur di rumah seorang temannya, Deanna. Liburan itu berjalan seperti seharusnya, hingga suatu saat Theresa menemukan sebuah botol dipinggir pantai saat ia beristirahat setelah lelah berolahraga. Botol yang berisi surat kepada seorang wanita bernama Catherine dari seseorang yang begitu mencintainya. Seseorang yang menuliskan nama Garrett diakhir surat tersebut. Surat yang begitu menyentuh membuat naluri Theresa sebagai seorang wartawan bangkit, untuk mencari sosok Catherine dan Garrett dalam surat tersebut.

Sosok Garrett sebagai seorang instruktur diving, tinggal disebuah kota kecil bernama Wilmington, berhasil Theresa ketahui dari penelusuran Deanna. Dengan tekad menemukan Garrett dan mencari tahu tentang surat dalam botol tersebut, Theresa datang ke Wilmington. Pada pertemuan pertama, Theresa merasakan sesuatu yang  berbeda pada sosok Garrett. Garrett begitu berbeda dari mantan suami yang telah mengkhianatinya. Pertemuan di dermaga itu lantas berlanjut ke acara berlayar bersama hingga makan malam di kediaman Garrett. Theresa jatuh cinta pada Garrett, namun Garrett masih saja terikat dengan masa lalunya. Theresa hanya bisa berharap Garrett melupakan masa lalunya dan merancang rencana hidup baru bersama Theresa.

"You are not gone forever, no matter who comes into my life. You are standing with God, alongside my soul, helping to guide me toward a future that I cannot predict."

Kisah-kisah Nicholas Sparks selalu bisa ditebak akhir ceritanya. Dan biasanya begitu-begitu saja ceritanya. Hingga nyaris tak ada perubahan dan membosankan. Bahkan konflik dalam setiap buku-buku Nicholas Sparks terbilang minim. Namun kemampuan Nicholas Sparks dalam meramu cerita biasa dengan permainan emosi yang seringkali membuat pembaca ikut merasakan apa yang dialami sang tokoh, menjadi kelebihannya.

Meskipun sejak dari awal saya sudah menduga-duga ending buku ini dan ternyata dugaan saya tidak meleset, tapi tetap ada perasaan tidak rela saat menyelesaikan cerita ini. Ah... cinta memang tidak bisa diganggu gugat... Hanya ia yang menentukan jalan ceritanya sendiri... Tagline di covernya singkat namun menarik perhatian "Do you believe in love?" Percayakah Anda???

Penulis : Nicholas Sparks
Penerbit : Grand Central Publishing, 1999
Halaman : 347 hlm
Kategori : Contemporary Romance
ISBN : 9780751540633
Format ebook : epub
Rating : 4 dari 5 smileys untuk Garrett yang sulit move on


Monday, 9 July 2012

Dark Hunter : Were Hunter #1 - Night Play by Sherrilyn Kenyon


Sinopsis
 Bride memang bukan tipe wanita idaman. Setidaknya menurut pemikiran dia. Mengapa? Dia punya tubuh besar alias gemuk *lirik diri sendiri* dan gara-gara hal tersebut dia dicampakkan oleh pacar yang super perfect. Parahnya si pacar memutuskan Bride via surat bersama setumpuk barang-barang Bride lewat jasa pengiriman barang. Sedang dalam keadaan galau tersebut, Vane mendadak datang ke butik Bride. 
Bride yang memang tidak percaya diri dengan keadaan tubuhnya malah menangis meraung-raung ketika Vane berkata kalau Bride seorang wanita cantik. Wanita mana yang bisa mempercayai hal tersebut disaat baru diputuskan oleh kekasih karena kondisi tubuh yang gemuk, tiba-tiba seorang pria super ganteng, tak dikenal  datang dan berkata jika si perempuan itu cantik. 
Pelan-pelan hubungan Vane dan Bride semakin dekat karena Vane mampu membangkitkan rasa percaya diri Bride. Masalah mendadak muncul ketika Bride mendapati semacam tato aneh di tangannya dan ia pun diculik oleh segerombolan orang yang mengaku ibu Vane, yang berencana membunuh Vane dengan jalan menyandera Bride. Ketika semua itu terungkap, Bride kembali galau. Apa benar dia mau berpasangan dengan Vane yang ternyata seorang serigala alias Were-Hunter???

Review

Tak berbeda dengan Zarek yang banyak memendam dendam dan luka, Vane pun juga mengalami hal yang sama. Apalagi ketika kembali bertemu Bride, Vane sedang dalam kesulitan besar. Diburu oleh ibu yang ingin membunuhnya dan adik yang sedang terbaring koma di Sanctuary. Namun, meskipun sama-sama terluka seperti Zarek, kisah Vane tidaklah sekelam dan setragis kisah Zarek. Karena ada banyak kalimat atau kisah humor yang terselip di buku ini. Contohnya, tingkah Simi, iblis peliharaan Acheron.

Ada beberapa kutipan yang saya sukai dari buku ini. Diantaranya... 

"Dan layaknya semua perang, tidak pernah ada yang namanya pemenang sejati. Yang ada hanyalah korban yang masih menderita  karena prasangka dan kebencian yang tak beralasan." (p. 11)

"Hidup itu seperti judi, Vane. Sering kali kejam dan menyakitkan, dan bukan ditujukan untuk orang yang penakut. Hadiah jatuh kepada sang pemenang, bukan orang yang tidak ikut perang." (Ash - p. 120)

"Ketahuilah bahwa manusia melakukan kejahatan-kejahatan paling kejam yang dapat dibayangkan terhadap satu sama lain. Sedangkan binatang, hanya membunuh untuk melindungi dan untuk makan." (Bride - p. 399)

Bicara cover, pertama kali melihatnya langsung suka pada sosok serigala putih  yang ada di covernya. Pengen gitu sekali-kali punya peliharaan seperti itu. Keren aja rasanya punya peliharaan serigala. Hehehe... Walaupun jujur saya kecewa dengan cover terbitan Dastan ini yang yah... kurang menarik dipandang mata. Saya lebih tertarik pada cover terbitan St. Martin pada 2004 lalu. Pandangan matanya tajam... #ehem


Masalah typo, entah karena saya yang terlalu terbawa cerita, namun saya tak terlalu banyak mendapati typo di buku ini. Ohya... meskipun buku ini adalah buku kelima dari serial Dark Hunter, namun tak menjadi masalah jika dibaca tak berurutan. Hanya membuat penasaran dengan nama-nama yang ada namun takmenganggu isi cerita. Kelar baca buku ini saya malah jadi penasaran pada sosok Valerius.

Judul : Night Play
Judul Saduran : Permainan Cinta
Penulis : Sherrilyn Kenyon
Penerbit : Dastan Books
Halaman : 420 halaman
Serial : Were Hunter #5
Kategori : Paranormal Romance
ISBN : 9786029267297
Rating : 4 dari 5 smileys buat si serigala, Vane.

Tuesday, 3 July 2012

Viking Haardard #3 - Surrender My Love by Johanna Lindsey


Selig, si Lord Viking yang punya julukan Selig Angel's Faced karena ketampanannya yang luar biasa, bersama rombongannya dalam perjalanan menuju East Anglia, diserang orang tak dikenal. Saat dalam keadaan antara sadar dan tidak karena luka-luka yang dideritanya, Selig berjalan mencari bantuan hanya untuk mendapati dirinya ditawan di lubang bawah tanah, dengan penawannya yang cantik namun sadis.

Mengetahui kakaknya menjadi tawanan Lady Erika, tanpa sepengetahuan suaminya, Kristen menyelamatkan Selig dan menculik Erika sebagai balasan atas perbuatannya.  Ketika tubuhnya kembali sehat dan bugar, Selig berbalik arah menawan Erika. Ia mengharuskan agar Erika ditawan di kamar pribadinya. Sekian lama Erika ditawan, akhirnya sang kakak datang untuk menyelamatkannya. Tapi tidak semudah itu. Erika dan Selig berada dalam posisi sulit. Pernikahan mereka menjadi satu-satunya jalan jika tidak ingin terjadi pertumpahan darah diantara Saxon dan Denmark. Masihkah pernikahan tersebut menghindari pertumpahan darah jika tiba-tiba Erika hilang tanpa jejak.

^^^^^^^^^

Buku terakhir dari trilogi Viking Haardard (review buku sebelumnya menyusul karena bukunya tinggal di Medan d'oh) ini entah mengapa tak mendapat tempat dihati saya. Sosok Selig yang digambarkan begitu tampan seperti wajah malaikat rasanya kurang tepat. Bagaimana mungkin, Viking yang notabene kasar bisa memiliki wajah halus bak malaikat. Jika pun memang ditakdirkan berwajah halus, bukankah wajah tersebut lama-lama menjadi kasar akibat tahun-tahun penuh penaklukan yang keras dan sulit???

Ketidaktepatan lainnya adalah sosok Selig yang digambarkan tak pernah sedikitpun menyakiti wanita. Lantas mengapa dia memaksa untuk merantai kaki, tangan, dan leher Erika, serta menempatkannya berdiri di pojok kamar pribadinya setiap malam, sementara Selig tidur dengan nyaman di ranjangnya. Tak cukup hanya itu, Selig pun mempermalukan Erika dengan cara menuntunnya ke ruang makan memakai rantai di leher layaknya seekor anjing. Apa saking terlalu dendamnya Selig hingga ia tak punya rasa perikemanusiaan seperti itu??? Saya pun tak mendapat sosok Viking yang perkasa pada diri Selig, malah jauh lebih perkasa dan pantang menyerah Kristen serta Brena. Selig menurut penilaian saya terlalu lembek jadi cowok, khususnya cowok Viking.

Bicara cover, saya suka covernya yang soft. Pemandangan di tepi danau pada musim panas seolah-olah menunjukkan danau dimana Brena - Garrick serta Kristen - Royce "menangkap basah" Selig dan Erika. Tapi meski begitu, rasanya agak sedikit ganjil dengan aura Viking yang barbar dan gahar. Masalah typo, buku ini nyaris tanpa typo. Dan saya suka itu.dancing 


Judul Saduran : Menaklukkan Sang Lady
Penulis : Johanna Lindsey
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Serial : Viking Haardard #3
Kategori : Historical Romance
ISBN : 9789792282597
Rating : 3 dari 5 smileys untuk Selig, Lord tampan berwajah malaikat dari Viking.


Monday, 2 July 2012

Black Dagger Brotherhood #3 - Lover Awakened by J.R. Ward


"Meskipun bernapas, diriku mati sampai kau menemukanku. Aku tak mampu melihat, meskipun bisa memandang. Kemudian kau hadir... dan aku tergugah." (Zsadist - p. 668) 
Zsadist, biasa dipanggil Z merupakan seorang anggota Black Dagger Brotherhood, sempat dijadikan budak darah oleh seorang perempuan yang disebut mistress. Tak hanya mengambil darah  Z, sang mistress juga sering memuaskan diri dengan alat kelamin Z, sehingga Z menjadi jijik pada dirinya sendiri. Tak hanya mistress yang memanfaatkan Z, para pengawal pribadi mistress yang notabene adalah pria, juga ikut memanfaatkan Z.

Saat ini Z telah bebas dari perbudakan dengan pertolongan saudara kembarnya, Phury. Dengan masa lalunya yang seperti itu Z menjadi anggota Brotherhood yang paling terkenal sadis. Saking sadisnya, ia bahkan memakan setiap lesser yang telah dihabisinya. Dengan sosok yang seperti itu mustahil ada perempuan baik itu vampir maupun manusia yang bisa jatuh hati dengannya, apalagi ditambah dengan codet yang melintang di wajah Z. Namun Bella, seorang vampir sipil keturunan bangsawan jatuh cinta padanya. 

Suatu ketika Bella diculik oleh para lesser dan disekap di dalam sebuah lubang kecil nan gelap. Sang penculik juga mengklaim jika Bella adalah istrinya dengan jalan "mentato" tubuh Bella dengan namanya. Sekian lama berada dalam penyekapan dan penyiksaan, anggota Brotherhood akhirnya datang menolong. Demi keamanan dan pemulihan kondisi Bella, dia dibawa ke mansion tempat tinggal para Brotherhood termasuk Z. Tentu saja dengan masa lalu Z yang seperti itu dia berulang kali menjauhi Bella, malah menawarkan Phury sebagai penggantinya karena Phury adalah sosok kesempurnaan, bersih, dan agung sama seperti Bella.

"Ya. Ada hari-hari ketika... hanya kau yang ada dalam pikiranku." (Zsadist - p. 278)
 
^^^^^^^^
 Setiap mendengar nama Bella, pasti pikiran selalu merujuk ke sosok Bella di serial Twilight. Tapi lupakan sosok Bella yang itu jika membaca buku ini. Bella di sini adalah sosok perempuan tangguh, tak menye-menye, dan pemberani. Buktinya dari sekian banyak para pejuang yang tergabung dalam Black Dagger Brotherhood, ia malah jatuh hati pada pejuang yang terkenal paling sadis.
Berbeda dari dua cerita sebelumnya (review menyusul entah kapan, karena bukunya tertinggal di Medanat wits' end) cerita di buku ini lumayan penuh darah dan emosi. Menarik bagaimana Z berusaha mengingkari perasaannya terhadap Bella sementara di saat yang sama Bella juga keukeuh mengejar Z. Tak hanya mengingkari perasaannya, saat-saat di mana Z berusaha membersihkan diri hingga berdarah-darah agar ia benar-benar bersih bagi Bella pun cukup membuat emosi campur aduk. Adegan favorit saya, saat Bella tidur di ranjang Z, Z tidur di lantai, Bella ngotot buat dekat dengan Z dan ikutan tidur di lantai, hingga akhirnya Z menyerah dan pindah ke ranjang karena tidak tega melihat Bella tidur di lantai. Tapi jangan menganggap Bella adalah sosok perempuan gampangan yang mengejar-ngejar Z, Bella melakukan hal tersebut lebih karena ingin membuktikan kepada Z jika Z pun pantas buatnya. 

Bicara tentang cover, covernya mirip dengan cover sebelumnya. Ada sesosok pria bertelanjang dada, namun yang ini memakai tudung sehingga bagian atas wajahnya tidak kelihatan. Yang membuat saya bertanya-tanya, apa fungsi gambar tenggorak yang ada di cover tersebut??? Apakah sebagai penggambaran akan sosok sadis Z??? Yang pasti saya suka pada covernya. Tentang typo, mungkin saya teledor, tapi saya hanya mendapati satu typo pada halaman 77, dimana tertulis Scribe Vigin sementara seharusnya tertulis Scribe Virgin. Typo yang super minimalis itu bisa diabaikan.  

Judul Saduran : Kekasih Yang Tergugah
Penulis : J. R. Ward
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 688
Serial : Black Dagger Brotherhood #3
Kategori : Paranormal Romance
ISBN : 9789792280340
Rating : 5 dari 5 smileys untuk Zsadist, si mantan budak darah

Akhirnya saya mengerti mengapa saat posting bersama para cowok idaman versi buku, Ren lebih naksir kepada Z. Dan memang, Z sungguh menawan, terlepas dari tubuh dan wajahnya yang penuh luka.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...