Saturday, 8 December 2012

A Romantic Story About Serena by Santy Agatha


Postingan review ini dibuat sebenarnya karena saya baru menyadari sepertinya salah satu reading challenge saya masih belum memenuhi target. Tau dong yang mana hanya dari melihat judulnya. Yup... Name in Book Reading Challenge.

Sempat berhenti di Bab 6 dan lama tidak dilanjutkan hingga terpikir untuk tidak usah dilanjutkan sama sekali. Tapi mengingat prinsip "sekali layar terkembang, surut kita berpantang" eh maksudnya "sekali buku terbuka, pantang untuk tidak diselesaikan" maka dikumpulkanlah kembali semangat untuk melanjutkan membaca ebook ini sampai selesai.

Saya tidak usah memberikan sinopsis versi saya karena menurut saya sinopsis yang terdapat dibuku ini sendiri sudah menjelaskan hampir sebagian besar isi buku ini. Ini dia sinopsisnya..

Dalam hidupnya, Impian Serena hanyalah ingin menjadi perempuan yang biasa-biasa saja. Dia ingin menikah dengan Rafi kekasihnya, membentuk keluarga kecil yang bahagia, lalu seperti akhir kisah klise lainnya: bergandengan tangan di usia senja, melangkah menuju matahari terbenam.

Tetapi ternyata apa yang dia inginkan meskipun sederhana, tidak semudah itu menjadi kenyataan. Kecelakaan itu telah merenggut semua yang diimpikannya, orang tuanya, merenggut rencana pernikahannya dengan Rafi yang kemudian tak berdaya dan membuatnya harus berjuang sendirian, dan menghancurkan semua mimpi-mimpinya yang sebelumnya terbungkus dalam rencana masa depan yang telah tersusun rapi. Semuanya hancur.

Dalam perjuangannya untuk bangkit itulah dia harus berhubungan dengan Damian, seorang taipan kaya yang sombong, arogan, suka memaksakan kehendak, dan...punya obsesi seksual terpendam terhadap dirinya. Serena membutuhkan Damian lebih demi menyelamatkan Rafi, sedangkan Damian membutuhkan Serena untuk memuaskan hasrat obsesif yang terus menerus menyiksanya terhadap Serena.

Dua manusia yang seharusnya tidak pernah bersilang jalan inipun dipertemukan oleh keadaan. Dua manusia yang saling membenci satu sama lain tetapi dikalahkan oleh hasrat dan kebutuhan. Hubungan mereka panas membara, luar biasa sampai mereka bisa terbakar habis di dalamnya. Mereka menjalin hubungan karena keterpaksaan, yang lama kelamaan menjadi hubungan saling membutuhkan, saling merindukan dan saling memuaskan dan….. akhirnya menyerah untuk saling mencintai.

Sampai kemudian tiba saatnya Serena harus memilih antara Hasratnya pada Damian, lelaki arogan yang terus menerus menyakitinya tetapi berhasil merenggut hatinya, atau cintanya kepada Rafi, lelaki yang baik, yang pernah meninggalkannya untuk berjuang sendirian, tetapi tetap menjaga janjinya dalam sebentuk cincin pertunangan di jari manisnya."

Hanya ada satu kesan setelah saya selesai membaca buku ini. Klise. Ceritanya seperti cerita roman pada umumnya dengan penggunaan kata serta kalimat yang langsung mengingatkan saya pada buku-buku roman terjemahan Harlequin jaman dulu. Agak sedikit  kasar permainan kata dan kalimatnya terutama dibagian tau-deh-sendiri-bagian-yang-mana.

Karakter tokoh-tokohnya juga cenderung datar dan di beberapa bagian cerita seperti bertolak belakang. Seperti pada Serena. Di beberapa bagian cerita dikisahkan Serena terpaksa merendahkan harga dirinya dimata Damian demi menolong sang tunangan Rafi, namun di beberapa bagian tidak pernah tampak pertentangan batin yang seharusnya muncul dalam diri Serena. Yang ada hanya omelan-omelan tidak jelas ataupun makian-makian tidak jelas Serena.

Diceritakan juga Damian dan (hampir) semua tokoh yang ada dibuku ini adalah kalangan profesional. Tapi lagi-lagi ada ketidaksesuaian yang saya tangkap. Bagaimana mungkin Freddy tidak bisa membedakan mana bagian profesionalnya dengan Damian sebagai pengacara di perusahaan Damian, dan mana hubungan pertemanan dengan Damian. Beberapa kali Freddy marah-marah tidak karuan kepada Damian karena dianggapnya Damian sudah tertipu oleh Serena sementara kehadirannya saat itu sebagai pengacara Damian bukan teman Damian.

Di bagian-bagian cerita yang melibatkan tindakan medis, hhhmmmm...... saya tidak akan mengomentarinya. Terlalu banyak yang bisa dikomentari. Tapi yang paling membuat saya penasaran hingga selesai membaca buku ini adalah operasi yang harus dijalani Rafi itu operasi apa ya? Operasi transplantasi ginjalkah?

Yah... intinya saya tidak begitu menikmati buku ini. Gosip yang beredar yang menyatakan jika buku ini adalah novel erotis pertama di Indonesia saya rasa kurang begitu tepat. Tak ada sedikit pun bagian cerita yang mengindikasikan ke"Indonesia"an buku ini.

Judul : A Romantic Story About Serena
Penulis : Santhy Agatha
Penerbit : Nulisbuku.com, Oktober 2012
Tebal : 328 halaman
Format : ebook
Kategori :Erotica, Contemporary Romance
ISBN : ??? 



Friday, 7 December 2012

The Boy Who Sneaks in My Bedroom Window by Kristy Moseley


Judulnya terus terang menggoda pikiran untuk bertanya "Siapa sih yaang diam-diam nyelonong masuk ke kamar orang?" "Apa gak takut nanti kepergok hasip?" Biar jangan penasaran, ini dia cerita tentang si penyusup tersebut.

-->
Amber punya masa kecil yang menyeramkan jika Ayahnya ada di rumah. Sedikit salah berperilaku atau berbicara, ayahnya tak segan untuk memukul siapa saja yang bersalah. Beruntung Amber punya abang yang selalu sigap melindunginya bila sang Ayah mulai memukulinya. Dengan kata lain, si abang bersedia menjadi sasaran sang Ayah kalau ia ingin memukuli Amber.

Walaupun Jake, abang Amber, tanpa mengeluh bersedia menggantikan posisinya untuk dipukuli, Amber jelas tak terima melihat Jake dipukuli. Tidak ada hal yang bisa dilakukannya. Menangis hanya akan membuat Ayah mereka makin berang karena Ayah mereka sangat tidak suka pada anak-anak yang menangis. Jadi diam-diam Amber selalu menangis di kamar. Dan... saat itulah Liam diam-diam menyelinap ke dalam kamar Amber untuk menghiburnya serta menjadi penghuni tetap kamar Amber setiap malam hingga delapan tahun kemudian.

Siapa sih Liam itu?

Liam adalah tetangga Amber sekaligus sahabat karibnya Jake. Selama delapan tahun itu ternyata Liam punya perasaan khusus buat Amber. Tapi demi menhormati persahabatannya dengan Jake, Liam memutuskan untuk tidak memacari Amber dan mulai tebar pesona dengan banyak cewek. Jelas Liam jadi playboy di sekolah mereka.

Tapi ternyata Liam tak bisa membohongi dan menahan perasaannya. Dia mengakui perasaannya ke Amber. Di luar dugaan, Amber menerima dengan satu syarat. Mereka tidak akan berhubungan intim sampai nanti mereka menikah. Karena kejadian masa kecilnya, Amber punya trauma untuk bersentuhan dengan orang lain. Mereka sepakat untuk saling jaga jarak dan tidak memberitahu Jake minimal hingga beberapa minggu setelah masa jadian mereka.

Sekolah gempar!!! Seluruh sekolah tidak ada yang percaya ketika Liam mengumumkan untuk "mundur dari dunia tebar pesona" karena sudah punya pacar. Dan makin heboh saat Liam juga berkata tidak akan berhubungan intim dengan sang pacar karena si pacar menginginkan hal tersebut. Dampak dari pengumuman tersebut, muncul taruhan siapa yang bisa menggoda Liam untuk berhubungan intim setelah dia punya pacar. Jumlah taruhannya hingga beberapa ribu Dollar.

Lagi senang-senangnya berduaan, Ibu Amber dan Jake punya kabar buruk. Ayah mereka yang selama ini menghilang dari hidup mereka datang kembali ke kota mereka dan ingin bertemu. Tak hanya kembali. Ayah mereka juga datang dengan keluarga barunya. Salah satu anggota keluarga tersebut seumuran dengan mereka dan akan bersekolah di sekolah yang sama dengan mereka.

Jujur, awal membaca buku ini saya mempunyai ekspetasi yang tinggi terhadap buku ini. Dibuka dengan alur cerita yang cukup membuat penasaran, sayangnya dieksekusi dengan tidak baik. Setidaknya menurut saya. Ada beberapa hal yang saya rasa agak kurang begitu tepat.

Amber punya trauma terhadap sentuhan, tapi ia begitu nyaman mengenakan pakaian-pakaian terbuka dan  ia juga seorang penari yang notabene tubuhnya bakal sering dipegang oleh orang lain sepanjang atraksi. Hal yang membuat saya bertanya-tanya selanjutnya adalah alasan Amber melanggar janjinya sendiri. Dugaan saya sih lebih berkaitan dengan masalah uang. Amber tergiur dengan jumlah uang yang ada. 

Ketenangan Liam saat mendengar kabar (yang seharusnya buruk bagi remaja seusia mereka) terasa aneh. Kabar tersebut seharusnya membuatnya heboh dan panik gak karuan karena itu semua menyangkut masa depan dia. Eksekusi cerita saat Amber bersama Ayahnya juga sangat sinetron Indonesia sekali. Tidak masuk diakal. 

Nggak ngerti juga kenapa rasanya semua itu tidak begitu tepat dipemikiran saya. Apa mungkin karena genre buku ini Young Adult dan saya sudah terlalu tua untuk membacanya sehingga banyak hal ganjil yang saya rasakan? *sembunyiin KTP biar gak ketahuan umurnya* Tapi satu yang pasti. Tokoh favorit saya di buku ini adalah Jake. Pingin deh punya pacar abang seperti Jake. Dan saya suka cover bukunya. Berkesan romantis. Iya kan?

Judul : The Boy Who Sneaks in My Bedroom Window
Penulis : Kristi Moseley
Penerbit : Smashwords, April 2012
Tebal : 250 halaman
Format : ebook
Kategori : Young Adult
ISBN : 9781476109510




Thursday, 6 December 2012

Measuring Up by Nyrae Dawn


Definisi kecantikan itu senantiasa berganti di setiap jamannya. Saat ini, tubuh besar dan gemuk yang di masa lalu dianggap sebagai lambang kemakmuran, kini hanya dipandang sebelah mata.Cantik saat ini adalah milik mereka yang berbadan langsing atau bahkan kurus. Model-model yang kekurangan gizi dengan badan setipis papan gilasan baju kini menjadi panutan 

Annabel Conway alias Annabel Lee tidak beruntung punya badan tidak seperti para model itu. Ukuran badannya 14. Di SMU dia bersama sahabatnya Emily yang punya tanda lahir di wajahnya menjadi bulan-bulanan satu sekolah. Salah satu yang suka mem-bully mereka adalah Billy Mason. Teman sekolah merangkap tetangga mereka. Di rumah, keadaan sama saja. Ibu Annabel punya badan seksi dan punya anggapan jika  beauty contest adalah kontes paling agung sedunia. Annabel tak pernah masuk hitungan.


Merasa tertekan dengan ibunya yang selalu menuntut untuk tampil sempurna alias langsing, Annabel punya rencana buat menghabiskan libur musim panasnya dengan berlatih di gym "Let's Get Physical" dibawah arahan personal trainer. Namanya juga cewek pasti akan lebih merasa nyaman jika dibimbing sesama cewek. Itu sebabnya Annabel minta personal trainer cewek. Sayangnya di Let's Get Physical tidak ada personal trainer cewek. Personal trainer Annabel (jelas-jelas) cowok, ganteng dan..... yang paling mengerikan cowok itu seumur dengannya. Namanya Tegan.

Tumbuh dengan rasa tidak percaya diri yang semakin bertambah dengan bertambahnya umur, Annabel selalu percaya dirinya tidak cukup pantas dicintai oleh orang lain. Bahkan ibunya sendiri tidak cukup sayang padanya. Saat Tegan membantu program latihan fisiknya, Annabel pun punya pendapat sama. Tegan itu cowok setipe dengan cowok-cowok yang ada di SMUnya.

Diluar gym, Annabel beberapa kali jogging bareng Tegan. Bisa ditebak, jika kedekatan mereka akhirnya melebihi kedekatan trainer dan client. Apalagi ternyata dibalik sikapnya yang terkesan masa bodoh dan humor-humor yang sarkastik, Annabel punya sikap luwes terhadap siapapun yang tidak memandang fisiknya. Annabel berhasil akrab dengan adik Tegan yang punya kekurangan fisik. Seratus poin plus buat Annabel dimata Tegan. Sayang Tegan memutuskan Annabel. Memurutnya Annabel punya pengaruh yang tidak baik bagi dirinya.

Hhhhmmm... Saya suka buku ini. Ide dan pesan dalam cerita ini adalah alasan pertama. Sungguh tidak nyaman saat kondisi tubuh dijadikan bahan candaan dan bahan bully-an. Rasa tidak percaya diri yang dialami Annabel juga umum dirasakan oleh banyak perempuan khususnya remaja cewek. Tapi humor Annabel yang tajam dan cenderung mengarah pada diri sendiri justru mampu menutupi rasa tidak pede itu. Tegan juga mantap jadi cowok. Walaupun pada satu titik dia tidak cukup berani mendekati cewek karena rasa tanggung jawabnya ke keluarga tapi itu jadi point lebih. Dia cowok yang bertanggung jawab terhadap tugasnya. Dan... covernya juga manis. Sederhana sih dan nggak bikin pikiran jadi macam-macam. Tapi entah kenapa dipandangan saya ceweknya kayaknya gak cocok dibilang remaja atau dewasa muda lagi.

"Being overweight doesn't make a person someone to be ashamed of, just like being skinny doesn't make make you someone to be proud of. No. What matters is on the inside. How you feel about yourself and how you treat others."

Judul : Measuring Up
Penulis : Nyrae Dawn
Penerbit : Nyrae Dawn, Agustus 2012
Tebal : 139 halaman
Format : ebook
Kategori : Young Adult
ISBN : 1479313238




Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye


WARNING : Reviewnya Sepanjang Jalan Kenangan Sungai Kapuas

Begitu banyak petuah tentang kehidupan yang dituturkan dari mulut ke mulut secara turun temurun. Konon, ada empat hal yang telah menjadi ketetapan manusia yang mereka katakan sebagai takdir. Jodoh, pertemuan, kematian dan rejeki.

Takdir jugalah yang menyebabkan Borno bertemu gadis manis sendu menawan yang menumpang sepitnya pagi itu. Tak pernah sekalipun Borno berpikir jika akhirnya mengemudikan sepitlah yang menjadikan penopang hidup. Setelah pada usia dua belas tahun ditinggal Bapak yang tewas karena tersengat bisa ubur-ubur, Borno hidup hanya dengan Ibu. Wasiat Bapak sebelum ia meninggal hanya melarang Borno mengemudikan sepit yang benar-benar dipegang teguh oleh Borno.

Selepas SMA untuk membantu meringankan beban Ibu, Borno bermaksud bekerja walau hanya dengan bekal ijazah SMA dan tekad ak masuk akalyang kuat. Berbagai pekerjaan dilakoninya hingga menjadi penjaga karcis di pelabuhan feri, yang membuat bang Togar, tetangga sekaligus Ketua Paguyuban Pengemudi Sepit Kapuas Tercinta berang dan mengeluarkan ultimatum yang melarang pengemudi sepit lain mengantar Borno ke seberang sungai. Idealisme akhirnya mengantarkan Borno pada keputusan untuk berhenti menjadi petugas penjaga karcis. Ia pun hanya kerja serabutan.

"Sepanjang kau mau bekerja, kau tidak bisa disebut pengangguran. Ada banyak anak muda berpendidikan  di negeri ini yang lebih senang menganggur dibandingkan bekerja seadanya. Gengsi, dipikirnya tidak pantas yang ia punya. Itulah kenapa angka pengangguran kita tinggi sekali, padahal tanh dan air terbentang luas." (Pak Tua - p. 49)

Tak betah melihat Borno kerja serabutan, Ibu, Pak Tua, Koh Acong, Cik Tulani, berusaha membujuk Borno agar menjadi pengemudi sepit. Dengan berat hati Borno melanggar wasiat Bapak seraya meneguhkan hati untuk menjadi orang yang baik dan senantiasa bekerja keras, meski hanya menjadi pengemudi sepit.


Setelah melewati "ospek" ala Bang Togar yang sangat tidak masuk akal, Borno pun resmi menjadi pengemudi sepit. Di penghujung hari, ia mendapati sepucuk surat bersampul merah, dilem rapi, tanpa nama yang tergeletak di bawah papan melintang bangku paling depan. Borno hanya ingat orang yang duduk di bangku paling depan adalah seorang gadis manis berwajah sendu menawan.

Mei, gadis manis berwajah sendu menawan itu pun menjadi penumpang tetap sepit Borno. Sepit yang selalu antri pada urutan ke tiga belas. Namun mendadak Mei menghilang tanpa kabar. Borno menemukannya berbulan-bulan kemudian di Surabaya bersama Pak Tua.

Lagi-lagi ini menjadi urusan takdir. Tak hanya Mei gadis muda yang dikenal Borno. Saat mengantar Andi sahabat kental sejak dari buaian ke praktek dokter gigi, Borno mengenalnya. Sarah, gadis yang ternyata memegang erat cerita masa lalu yang berkaitan dengan jalan hidup Borno sekarang. Namun ternyata tak hanya Sarah yang berkaitan dengan masa lalu Borno. Mei, gadis sendu menawan yang tanpa permisi menempati hati Borno pun punya kisah di masa lalu Borno. Takdir memang punya cara merangkai cerita panjang kehidupan satu dengan yang lain dalam jalinan jodoh, pertemuan, maut dan rejeki.

 Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah adalah sebuah cerita sederhana tentang takdir dan hidup yang terus mengalir maju, Tak ubahnya seperti Sungai Kapuas yang mengalir dari hulu ke hilir. Sungai yang  terletak di provinsi Kalimantan Barat ini menjadi lokasi penting dalam cerita jelas tak asing bagi hampir seluruh rakyat di negeri ini. Namun tak banyak yang tahu, jika Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat  yang dilalui garis imajiner yang memisahkan bumi menjadi dua bagian ini mendapatkan namanya dari sebuah legenda tentang penaklukan makhluk halus yang dilakukan Sultan Abdurrahman Alqadrie (p. 165)

Dengan alur cerita yang maju mundur serta pemakaian sudut pandang orang pertama, dalam hal ini Borno dapat lebih memahami karakter Borno, pemuda yang diklaim memiliki hati paling lurus di sepanjang tepian sungai Kapuas yang begitu konsisten menjaga kelurusan hatinya. Menghormati orang berumur jauh diatasnya, sayang pada teman sebaya, dan menghormati wanita.

"Itu tidak disengaja, bodoh." Aku melotot. Enak saja, aku tidak akan merendahkan kehormatan wanita dengan memegang tangannya." (p.117)

Pak Tua, sosok tua yang bijaksana itu pun punya segudang pesan hidup yang disampaikannya dalam setiap perjumpaannya dengan Borno namun tak pernah terkesan menggurui.

"Camkan, bahwa cinta itu adalah perbuatan. Nah, dengan demikian, ingat baik-baik, kau selalu bisa memberi tanpa sedikit pun rasa cinta. Tapi kau tidak akan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi." (p. 168)

"Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberi jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan. Jika sampai pulang ke Pontianak kau tidak bertemu dengan gadis itu, berarti bukan jodohmu. Sederhana bukan." (p. 194)

Tokoh-tokoh baik tokoh utama  maupun tokoh pendamping yang berbeda karakter dan suku seperti menjadi gambaran akan keanekaragaman yang dimiliki Indonesia. Bahkan suku pedalaman Kalimantan yaitu suku Dayak dengan segala macam mitos tentang kekejaman mereka pun mendapat porsi di buku ini. Meski dari asal yang berbeda namun mereka semua menjadikan Pontianak sebagai rumah dan kampung halaman yang mereka kenal.

"Walau tiga suku bangsa ini punya kampung sendiri, kampung Cina, kampung Dayak, dan kampung Melayu, kehidupan di Pontianak berjalan damai. Cobalah datang ke salah satu rumah makan terkenal di Pontianak, kalian dengan mudah akan menemukan tiga suku ini akan berbual, berdebat, lantas tertawa-bahkan saling traktir. 'Siapa disini yang berani bilang Koh Acong bukan penduduk asli Pontianak?' demikian Pak Tua bertanya takzim." (p. 195)

Ide cerita yang sederhana namun sarat akan makna yang disampaikan dalam petuah-petuah bijak, lokasi cerita yang tak biasa dan pasti akan membuat penasaran para pembaca yang belum pernah datang ke Pontianak terhadap kota dengan tugu Khatulistiwa dan sungai Kapuasnya itu. Bahkan sampul depan dengan sosok gadis yang sendu menawan dengan dominasi warna merah sangat tepat akan sosok Mei.

Sayang adegan meninggalnya Bapak yang kemudian diikuti dengan tindakan operasi transplantasi jantung terasa ganjil. Setidaknya bagi para pembaca yang mengerti atau berprofesi dalam dunia medis. Tindakan operasi transplantasi jantung adalah operasi besar sekaligus rumit. Tindakan itu hanya dapat dilakukandi rumah sakit dengan fasilitas bedah lengkap yang mampu melaksanakan tindakan transplantasi jantung, memiliki ruang rawat intensif (ICU) terpadu serta didukung tenaga medis yang berkompeten di bidangnya. Donor serta resipien (penerima) transplantasi organ sebelumnya pun juga harus menjalani serangkaian panjang tes.

Judul : Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 512 halaman
Kategori : Contemporary Romance
ISBN: 978-979-22-7913-9




Saturday, 1 December 2012

That Camden Summer by LaVyrle Spencer


Diperlakukan dengan buruk oleh suaminya membuat Roberta Jewett menceraikan suaminya. Lalu ia membawa ketiga anak perempuannya kembali ke Camden, Maine. Dalam keadaan lapar akibat perjalanan jauh, kelaparan dan kotor, Roberta malah mendapati sang ibu  mengusirnya. Belum lagi perlakuan suami kakaknya yang kelewat batas. Menggoda secara diam-diam saat istrinya tidak melihat, membeli rumah yang tidak layak huni ketika Roberta meminta tolong untuk dicarikan rumah untuk tempat tinggalnya kelak bersama anak-anaknya, dan menggelapkan uang Roberta. Semua itu benar-benar menguji kesabaran Roberta.

Gabriel, duda teman kakak iparnya, yang Roberta sewa untuk membantu memperbaiki rumahnya, benar-benar merasa tak nyaman berdekatan dengan Roberta.  Apalagi kalau bukan Roberta sosok kontroversial di kota kecil mereka. Berani bercerai dari suaminya, memilih bekerja sebagai perawat keliling, membesarkan anak seorang diri, dan bahkan berani mengendarai mobil yang notabene hanya dikendarai oleh kaum pria. Mana ada wanita terhormat melakukan semua perbuatan tercela itu.

Sekian waktu berlalu, Gabriel akhirnya dapat melihat sosok Roberta sesungguhnya. Roberta dimatanya bahkan lebih mulia dibandingkan wanita-wanita yang mengklaim dirinya wanita terhormat. Meski bersimpati pada Roberta, Gabriel tetap tidak dapat mendekati Roberta. Ibunya menentang hubungan mereka sementara masa lalu Gabriel pun masih melekat di setiap kehidupan Gabriel. 

Kehidupan Roberta di Camden tak pernah tenang. Puncaknya ia mengalami pelecehan seksual dan klub wanita terhormat di Camden berencana mengusirnya. Gabriel harus memilih. Berpihak pada Roberta atau membeiarkan Roberta pergi dari Camden sekaligus dari kehidupannya karena diusir oleh masyarakat.

Karya LaVyrle Spencer lainnya yang saya baca. Sebagaimana karyanya yang lain dibuku ini romansanya tidak terlalu kuat terasa. Malah terkesan hanya menjadi pemanis saja. Ceritanya lebih ditekankan pada sosok Roberta yang berusaha bangkit dari keterpurukannya ditengah-tengah masyarakat dan anggota keluarga yang sama sekali tak mau membantunya.

Covernya manis. Mirip seperti cover dari penerbit yang lain. Warna biru lautnya cukup cerah. Apalagi dengan kehadiran rumah serta mercusuar di atas tebing. Sesuai dengan setting cerita, dimana Camden diceritakan terletak di pinggir pantai.


Judul Saduran : Selamanya Dihatiku
Penulis : LaVyrle Spencer
Penerbit : Gagas Media, Agustus 2011
Tebal : 448 halaman
Kategori : Historical Romance
ISBN : 9797805026
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...