Monday, 19 August 2013

#99 Prom And Prejudice by Elizabeth Eulberg

Judul : Prom And Prejudice
Penulis : Elizabeth Eulberg
Penerbit :  Point, Januari 2011
Tebal : 146 halaman (ebook)
Genre : Young Adult
ISBN : 9780545332552


Jane put her arm around my shoulder. "This is Lizzie Bennet. She started last semester."

"Bennet? I'm afraid I don't know your family. Where do you vacation?"

The questions. These questions were always the start. It didn't take too long after asking question about my family -- what they did for a living, where our second house was, the status of my father's 401K -- that my true identity would be revealed.

Itu cara murid-murid Logbourn Academy berkenalan. Melalui status kekayaan orangtua mereka. Sayangnya heroine kita, Elizabeth Bennet alias Lizzie Bennet tidak punya orang tua yang kaya, harta melimpah, dan tidak berlibur kemana pun layaknya murid lain. Lizzie seorang anak penerima beasiswa yang cukup beruntung  bisa bersekolah di jurusan musik di sekolah elit Logbourn Academy.

Sekolah tersebut punya tradisi unik. Yaitu acara prom alias pesta dansa diawal semester dan pada perayaan Valentine's day. Dua acara itu jadi hajatan besar dan paling penting yang dibicarakan seisi sekolah. Termasuk oleh teman-teman terdekat Lizzie, Jane anak seorang bankir kaya raya yang mendadak bangkrut dan Charlotte anak penerima beassiswa juga. Bukan berarti berteman dengan Jane dan Charlotte membuat Lizze punya banyak teman. Jane dan Charlotte juga termasuk "anak buangan". Sehingga praktis teman Lizze hanya mereka berdua.


Hidup Lizzie sebagai si miskin diantara yang kaya bukan tanpa halangan. Di semester lalu dia habis-habisan dikerjai seluruh sekolah. Wajahnya disiram milkshake, shampoonya diganti losion perontok bulu, bahkan di orange juicenya pun dibubuhi obat pencahar. Tapi Lizzie cewek tegar. Dia mampu melewati semua itu dan bertahan hingga semester ini. Bahkan Lizzie berhasil menjadi pianis nomer satu di sekolah.

Suatu ketika Lizzie diajak ke pesta yang diadakan oleh Charles, gebetan Jane. Di pesta itu ia berkenalan dengan teman Charles yang langsung memasang wajah jutek begitu tahu Lizzie seorang anak beasiswa. Seolah-olah Lizzie tak pantas berkenalan dengannya. Nama cowok itu Will Darcy. Meski begitu, sewaktu diajak ke villa untuk bermain ski oleh Charles, darcy tetap berperilaku baik pada Lizzie meski raut jutek tetap menghiasi wajahnya. Bahkan Darcy mengantar Lizzie ke toko buku dan sempat perang mulut dengan Lizzie  karena menolak dibayari Darcy. Lizzie tidak mau Darcy memandangnya semakin remeh karena menerima barang gratisan dari Darcy.

Darcy sebenarnya punya cerita sendiri mengapa ia bersikap ketus dan jutek kepada Lizzie. Tak hanya kepada Lizzie. Ia juga membenci semua anak penerima beasiswa. Beberapa waktu yang lalu darcy bahkan keluarganya punya masalah besar dengan seorang anak beasiswa. Kejadian itu menimbulkan trauma berat bagi Darcy. Walaupun pada akhirnya pandangannya mulai berobah terhadap Lizzie karena Lizzie tak pernah peduli pada harta keluarga dan nama besar keluarganya.

Meski dekat dengan Darcy, Lizzie sebelumnya juga dekat dengan seorang anak mantan penerima beasiswa. Ia mengenalnya di tempatnya bekerja paruh waktu. Namanya Wick. Cowok manis yang sepertinya juga punya perasaan terhadap Lizzie. Sebagai anak beasiswa Lizzie paham bagaimana perasaan Wick yang ditendang dari jajaran penerima beasiswa di Pemberton Academy oleh perintah Will Darcy dan keluarganya. Iya, Darcy juga sekolah di Pemberton Academy.

Lizzie terpesona oleh kebaikan Wick. Namun ia juga tak bisa memungkiri jika Darcy pelan-pelan mulai membuatnya teringat pada sosoknya yang jutek tapi dikangeni itu. Lizzie harus bisa memilih sekaligus melepaskan yang lain untuk keluar dari hidupnya.

"It's very easy to get a boy to leave a room. It's much harder to get him to leave your thoughts."

Ah.. Lizzie... Jangan galau dong... :p

Meski ini sebuah fanfic dari dari karya klasik Jane Austin Pride And Prejudice, tapi buku ini sukses membawa aura yang lebih segar dan lebih terasa jiwa remajanya. Dan pastinya membuat para pembaca yang belum membaca Pride And Prejudice ingin membacanya setelah membaca buku ini. Setidaknya bagi saya.

Lalu, apa hubungannya antara smua yang telah saya ceritakan dengan pesta dansa? Tentu ada dong. Tapi silahkan dibaca sendiri bukunya untuk lebih jelasnya. Kalau saya ceritakan bakal spoiler dong :p

Apa yang membuat saya menyukai buku ini? Karakter heroinenya adalah yang paling utama. Lizzie kuat dan tangguh. Dia berusaha keras agar tak dipandang sebelah mata oleh siapapun dengan menjadi pianis nomer satu di sekolah. Bahkan dia sudah melakukan resital solo pertamanya. Suatu prestasi yang patut dibanggakan dan membuat iri siapapun. 

Karakter Lizzie yang kuat sejalan dengan tema bullying yang disisipkan. Memberi contoh bahwa bullying itu harus dilawan bukan dibiarkan.


@ Halmahera
18072013

No comments:

Post a comment

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...