Monday, 27 February 2012

#18 Twilight Hunger by Maggie Shayne



“Kau akan bersamaku sekarang. Selalu bersamaku, Morgan. Aku tidak akan pernah meragukan dirimu lagi.” (Dante – p. 419)

Ia telah mengungkap rahasianya.
Dan, hanya ada satu cara untuk menghentikannya. 

Ketika Morgan De Silva menemukan buku harian kuno dan membacanya, ia pun masuk ke dalam dunia seorang pria gila yang sudah mati yang percaya bahwa dirinya adalah seorang vampir. Meski kisah Dante berhasil membuat Morgan terkenal, ia tetap merana, menderita karena mimpi erotis akan kehadiran Dante
yang terasa begitu nyata.

Dante datang saat malam hari.
Mengamati. Menginginkan.

Morgan adalah satu dari Yang Terpilih, dan ia bisa jadi milik Dante. Ciuman Dante bisa menyelamatkannya dari takdirnya yang terkutuk, dan dari musuh yang mengintai mereka.
Tapi, Dante harus memercayainya.
Dengan seluruh hidupnya.
Dengan segenap cintanya.
Dan, dengan janji keabadian... 

Cerita di dalam cerita. Kalimat ini sangat cocok untuk cerita di dalam buku ini. Dante, sebagai seorang vampir lawas memiliki ceritanya sendiri tentang kehidupannya di masa lalu sebelum bertransformasi menjadi vampir dan saat-saat dirinya baru menjadi vampir. Dimana godaan akan darah dan kontak fisik lawan jenis amat sangat menggoda. Pada bagian-bagian tertentu cerita Dante yang dituangkan dalam bentuk narasi orang pertama layaknya buku harian menjadi jembatan akan tingkah laku dan kejadian apapun yang terjadi pada Dante di masa sekarang ini.

Kisah cinta Morgan dan Dante nyaris tanpa halangan kecuali Sarafina yang tidak menyetujui kehadiran makhluk fana sebagai pendamping Dante. Sensualitas cukup terasa kental. Ada beberapa adegan yang lumayan eksplisit menggambarkan kegiatan yang sedang berlangsung.

Yang paling saya sukai dari buku ini :

  • DPI (Division Of Paranormal Investigations). Seperti FBI namun mereka berfokus pada keberadaan dan pengawasan makhluk-makhluk imortal. 
  • Sarafina. Vampir berdarah dingin sekaligus keluarga Dante baik sebelum ataupun sesudah Dante bertransformasi yang membenci dan merasa dikhianati oleh Dante karena Dante lebih memilih makhluk fana sebagai pasangan hidupnya, ternyata masih memiliki hati menolong Dante dan Morgan saat keduanya sama-sama dalam keadaan sekarat.

Yang paling tidak saya sukai :

  • Momen pertemuan antara Morgan dan Max. Morgan dan Max adalah duo kembar yang terpisahkan sejak lahir. Mereka baru menyadari bahwa mereka saudara kembar ketika saling melihat wajah. Pertemuan itu berlangsung biasa saja, malah nyaris dingin. Seolah-olah menggambarkan pertemuan itu hanyalah sebuah pertemuan biasa setelah berbulan-bulan tidak bertemu dan sebelum perpisahan terjadi salah satu pihak marah kepada pihak yang lain sampai pertemuan berikutnya terjadi. Tak ada perasaan emosional dari keduanya saat menyadari kenyataan mereka saudara kembar yang terpisah sejak lahir.
  • Antigen Belladona. Morgan dan Max adalah saudara kembar. Jadi mengapa ketika Morgan dinyatakan mengidap kelainan antigen pada darahnya yaitu Antigen Belladona, tapi Max tak mengidapnya? Jika pun Max tidak mengidap minimal dia menjadi pembawa sifat antigen aneh tersebut. Namun, Max digambarkan sebagai perempuan sehat wal afiat lahir batin.
Saya suka pada covernya yang menggambarkan suasana hutan pinus menjelang senja dimana satu sisi masih tampak sinar matahari yang menelusup ke sela-sela dedaunan pinus dan disisi lainnya hutan telah memasuki kegelapan. 


Pada awalnya saya membeli buku ini hanya karena buku yang saya cari belum tersedia di toko buku. Saya tertarik pada sinopsis dan judulnya yang menggoda. Semangat saya mulai turun saat membaca review di Goodreads. Dan saat membacanya sendiri, saya pun mengakui saya tak cukup puas pada buku ini. Kalimat yang digunakan edensor "Sosok Maggie Shayne jauh lebih lebih baik dari sebatang coklat. Ia mampu memuaskan setiap hasrat dengan hebat (Suzanne Forster)" bagi saya lebih mengacu pada adegan sensualnya dibanding isi ceritanya sendiri.

PS : Awalnya buku ini saya masukkan sebagai buku yang dibaca untuk posting bareng bertema violet dengan beberapa anak-anak BBI. Namun pada waktu yang telah disepakati, saya belum mampu untuk menyelesaikan buku ini. Dan saya mengajukan Morning Glory sebagai penggantinya yang ternyata disetujui.


Oh... sedikit tentang sang pengarang : jumpai dirinya di http://www.maggieshayne.com/ 





Judul : Twilight Hunger


Judul Saduran : Merindukan Senja

Pengarang : Maggie Shayne

Penerbit : Violet Books

Jumlah Halaman : 432 halaman

Serial : Wings in the Nights #7

Kategori : Paranormal Romance 
Rating :  untuk Sarafina si vampir berdarah dingin namun berhati hangat



No comments:

Post a comment

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...