Thursday, 5 September 2013

#102 Pushing The Limits #1 - Pushing The Limits by Katie McGarry

Judul : Pushing The Limits
Serial : Pushing The Limits #1
Penulis : Katie McGarry
Penerbit : MIRA Ink, Agustus 2012
Tebal : 392 halaman (ebook)
Genre : Young Adult
ISBN : 9781408957431


Echo Emerson. Cewek cantik, populer, pintar, jago melukis, punya masa depan cerah terbangun diatas tempat tidur rumah sakit dengan tangan yang penuh luka dan tidak ingat apapun yang telah terjadi pada dirinya yang bisa membuatnya terbaring dirumah sakit. Akibat peristiwa yang sama sekali tak bisa diingatnya itu kini kehidupan Echo disekolah berubah total. Geng populer-nya yang dulu selalu menjadi teman terbaiknya kini menjauh, seisi sekolah menggosip dan menertawakannya, ia pun diharuskan mengikuti berbagai sesi terapi, dan selalu memakai baju lengan panjang untuk menutupi bekas lukanya.

Dirumah keadaan sama parahnya. Ayahnya berselingkuh dengan pengasuhnya, abang sebagai satu-satunya saudara kandung tewas di medan perang, dan Echo pun dilarang untuk menemui ibu kandungnya yang kini telah bercerai dari ayahnya. Iya, sekarang ayah Echo menikah dengan si pengasuh itu. Belum cukup larangan untuk berjumpa dengan ibu kandung, Echo juga dilarang untuk kembali mengikuti pelajaran seni. Menurut sang ayah hal itu berbahaya untuk perkembangan mentalnya. Yang tersisa kini hanya mobil milik Aires, sang kakak yang kondisinya cukup memprihatinkan.



Echo bertekad memperbaiki mobil Aires apalagi ketika ayahnya tak bersedia mengeluarkan uang untuk membatunya. Jalan yang tersisa untuk mendapatkan uang adalah dengan bekerja part time. Ia menerima tawaran Mrs. Collins (school counselor) untuk menjadi tutor murid-murid yang mengalami kesulitan belajar di sekolah mereka. Echo mendapat jatah mengajari siswa bernama Noah Hutchins.

Disisi lain hidup Noah Hutchins juga berubah. Api yang membakar rumahnya hanya menyisakan Noah dan kedua adiknya, Tyler dan Jacob. Orangtua Noah tewas dalam kebakaran itu. Belum lagi hilang perasaan berduka atas kematian orang tuanya, Tyler dan Jacob pun harus diurus oleh keluarga adopsi yang lain. Negara beranggapan jika Noah tak memiliki cukup kompetensi untuk mengurus kedua adiknya yang masih balita dan seumuran anak SD itu. Noah dianggap memiliki sifat tempramen terutama karena ia pernah memukul ayah angkatnya.

Satu-satunya jalan bagi Noah agar bisa merebut hak asuh kedua adiknya yaitu dengan keluar dari rumah orangtua angkat pada umur 18 tahun, mencari pekerjaan dan apartemen yang cukup layak, dan mengajukan diri untuk mengasuh kedua adiknya. Cara itu bisa tercapai kalau nilai-nilaai akademis Noah memuaskan. Sayangnya nilai akademis Noah menggenaskan. Mau tidak mau Noah harus menuruti perkataan Mrs. Collins dan menerima Echo sebagai tutornya.

Sesi belajar itu tak hanya membahas tentang kalkulus. Tapi juga tentang masa lalu mereka. Pada satu titik, pengertian atas trauma yang mereka alami terjalin dan menambah kedekatan mereka.

“It doesn't get better," I said. "The pain. The wounds scab over and you don't always feel like a knife is slashing through you. But when you least expect it, the pain flashes to remind you you'll never be the same.”

***

Sudah banyak buku YA yang mengangkat tema trauma yang dialami tokoh utamanya. Tapi Pushing The Limits tetap punya nilai lebih dibanding yang lain. Apalagi dengan pesan tersirat yang muncul hampir disetiap halaman bukunya.

Berbicara karakter, pendewasaan karakter tokoh-tokohnya dibangun secara bertahap. Tidak dengan tergesa-gesa tetap melalui kejadian-kejadian yang berujung pada pengalaman dan pemahaman yang muncul dikehidupan Noah dan Echo, bukan melalui suatu hal yang terjadi mendadak ataupun ingatan dan ilham yang hadir tiba-tiba.

“Why is it when people are proud of me that my life sucks?”

“Because growing up means making tough choices, and doing the right thing doesn’t necessarily mean doing the thing that feels good.”

Interaksi antara Noah dan kedua adiknya juga dibuat bertahap dan sukses bikin hati saya meleleh. Kenangan-kenangan Noah terhadap orangtuanya memang dimunculkan sedikit-sedikit tapi bisa membuat pembaca mengerti mengapa Noah tak ingin kedua adiknya melupakan sosok orangtua mereka. Hal itu juga membuat pembaca mengerti alasan Tyler memandang Noah sebagai super hero-nya yang bahkan jauh lebih hebat dari Batman.

"I wrote about the person I love the most, my older brother, Noah. We don't live together so I wrote what I imagine he does when we're not together."

And what is that?" prodded the stout man.

"He is a superhero who saves people in danger because he saved me and my brother from dying in a fire a couple of years ago. Noah is better than Batman." The crowd chuckled.

Buku ini akan sempurna jika saja antara Noah dan Echo tidak ada cinta yang instan. Dengan masa lalu mereka ditambah dengan kedekatan emosional seharusnya itu bisa dijadikan kelebihan untuk membuat kisah cinta yang timbul secara perlahan namun memiliki emosi yang kuat.

Tentang covernya, saya lebih suka cover terbitan Harlequin Teen tapi.... dengan tampang cewek di cover yang terbitan MIRA Ink (yang diatas) *ribet amat sih put* Karena menurut saya wajah di cover MIRA Ink lebih cocok "nampak" depresinya #halah

Terlepas dari kekurangannya, Pushing The Limits adalah buku yang punya banyak pesan. Tentang menghargai dan menerima diri sendiri sebelum meminta orang lain untuk menerima kita.  Tentang pentingnya keluarga bagi setiap orang pada setiap jenjang kehidupan. Tentang melihat suatu kejadian tak hanya dari satu sisi sehingga tak muncul penghakiman dan salah duga. Tentang apapun yang terjadi, hidup tidak akan berhenti tapi hidup akan terus berjalan dan entah bagaimana caranya kita harus terap memandang maju ke depan.



@Halmahera
01072013

No comments:

Post a comment

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...