Thursday, 17 April 2014

Unwind #1 - Unwind by Neal Shusterman

Judul : Unwind
Sub Judul : Pemisahan Raga
Serial : Unwind
Penulis : Neal Shusterman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Agustus 2013 (pertama kali terbit pada November 2007)
Halaman : 456
Genre : Young Adult, Dystopia

Format : paperback
Status : punya sendiri
ISBN : 978-979-22-9802-4
Periode Baca : 21/03/2014 - 22/03/2014


Orangtua Connor ingin menyingkirkannya karena ia selalu menimbulkan masalah. Risa tidak punya orangtua dan akan menjalani pemisahan raga untuk mengurangi beban panti asuhan. Pemisahan raga Lev sudah direncanakan sejak ia lahir, bagian dari agama orangtuanya. Dipertemukan nasib, dan dipersatukan keputusasaan, ketiga remaja ini melakukan perjalanan yang penuh bahaya, tahu bahwa nyawa merekalah taruhannya.Jika bisa bertahan hidup sampai ulang tahun ke-18, mereka selamat. Tetapi, ketika setiap bagian tubuh mereka, dari tangan sampai jantung, diincar dunia yang menggila, 18 terasa amat sangat jauh.





Review



Sepanjang membaca buku ini pikiran saya selalu terbayang pada suasana dingin dan steril di OK (Operatie Kamer [bahasa Belanda] = Ruang Operasi). Mungkin saja hal ini disebabkan karena efek covernya yang dipenuhi dengan gambar organ dalam, bisturi (pisau bedah), nald vooder (pemegang jarum jahit), nald hecting (jarum jahit) dan bentuk jahitan terputus.



Sebagaimana blurb yang telah saya sampaikan diatas, Umwind menceritakan tentang perjalanan tiga orang anak remaja berusia 16 tahun dalam menghindari proses pemisahan raga yang harus mereka jalani. 



Berdasarkan RUU Kehidupan, setiap orang tua berhak "menggugurkan" seorang anak di rentang usia antara 13 hingga 18 tahun. Nantinya, si anak yang terpilih untuk menjalani proses pemisahan raga akan dikirim ke sebuah klinik akumulasi yang tersebar di seantero Amerika tanpa didampingi orang tua atau saudara mereka, Di klinik tersebut tubuh mereka akan dipotong-potong perbagian untuk kemudian ditransplantasikan untuk mereka yang membutuhkan protesa. 



Connor, remaja pertama dalam cerita ini, adalah si remaja gampang naik darah dan pembuat onar di keluarganya. Orangtua Connor begitu membenci kenakalannya hingga mereka memutuskan untuk merelakan Connor menjalani pemisahan raga. Connor sendiri tak pernah diberitahu tentang rencana tersebut hingga secara tidak sengaja ia menemukan surat pernyataan pemisahan raga yang ditandatangani orangtuanya. Bersama surat tersebut ia juga menemukan tiga tiket pesawat ke Bahama atas nama orangtua dan adiknya dengan jadwal keberangkatan satu hari menjelang jadwal pemisahan raga Connor.

Risa, remaja kedua dan satu-satunya cewek dalam "tiga serangkai" ini adalah seorang anak asuh negara. Karena negara sudah tidak mampu menampung bayi-bayi yang ditinggalkan orangtuanya, selalu saja ada anak-anak di panti asuhan negara yang mendapat giliran untuk menjalani pemisahan raga tanpa persetujuan si anak yang bersangkutan. Risa adalah salah satunya. Ia remaja yang cenderung biasa-biasa saja. Dan negara tidak butuh remaja yang biasa-biasa saja. Kelebihan Risa hanyalah ia mampu memainkan piano klasik. Sayangnya ada banyak pemain piano klasik di seantero Amerika sehingga kelebihan Risa tersebut tak dianggap menguntungkan. Risa tak mendapat kesempatan untuk memperjuangkan hidupnya. Semuanya sudah diatur negara. jadwal pemisahan raganya sudah ditetapkan.

Lev, remaja ketiga. Ia tipikal anak baik budi yang berasal dari keluarga yang taat agama. Sejak kecil ia tahu kalau ia dilahirkan dan dipersiapkan untuk menjadi seorang anak persembahan. Anak persembahan adalah anak yang dilahirkan khusus untuk menjalani pemisahan raga. Dihari keberangkatannya menuju klinik akumulasi, mobil yang ditumpangi Lev dibajak oleh seorang remaja cowok dan dipaksa untuk kabur ke hutan oleh remaja tersebut bersama seorang remaja cewek yang ikut bersama si cowok tersebut. Mereka adalah Connor dan Risa.

Connor sengaja membuat keributan di dalam mobil yang akan membawanya menuju klinik akumulasi. Keributan itu membuat lalu lintas kacau balau dan ia berhasil!!! Lantas ia melarikan diri bersama Risa dan Lev. Ditengah perjalanan, Lev mengkhianati mereka. Lev dengan sengaja memanggil polisi dan menjelaskan kepada polisi kalau mereka adalah Unwind yang desertir. Unwind sendiri adalah sebuah untuk orang yang akan atau telah menjalani pemisahan raga.

Beruntung Connor dan Risa mendapat bantuan dari seorang penjual barang antik yang ternyata sering membantu para Unwind melarikan diri. Mereka berdua bersama puluhan anak Unwind desertir lainnya dimasukkan ke dalam sebuah peti dan diberangkatan menggunakan pesawat kargo yang tak terpakai lagi ke sebuah tempat yang dinamakan "Kuburan". Ditempat tersebutlah mereka akan tinggal hingga usia 18 tahun untuk kemudian kembali ke masyarakat dengan identitas baru. Di Kuburan pula Connor, Risa dan ratusan anak Unwind desertir lainnya berusaha bertahan hidup. Dan di Kuburan pula kisah Connor, Risa, bahkan Lev semakin menegangkan.

^_^ ^_^

Sepertinya Unwind bakal menjadi salah satu buku dan serial favorit saya. Saya suka ide pemisahan raganya. Memang ide tersebut tampak terasa kejam sih, tapi ide seperti ini belum pernah saya baca sebelumnya. Malah secara pribadi saya merasa sedikit ngilu saat membaca buku ini tepatnya di bagian ketika seseorang menjalani proses pemisahan raga.

Bagi saya proses selama pemisahan raga itu kejam. Bayangkan tubuh kita dipotong-potong dalam keadaan sadar penuh (100% sadar), tanpa rasa sakit sama sekali, tapi kita tidak bisa berbuat apapun untuk mencegah hal tersebut terjadi. Dan kita sadar pelan-pelan anggota tubuh kita terlepas dari tubuh kita sendiri.

Meski ditujukan untuk kalangan remaja, namun buku ini layak banget untuk dibaca oleh orang dewasa. Karena buku ini membuat kita berpikir tentang hidup dan betapa mudahnya hidup terenggut dari kita dan betapa mudahnya organ tubuh manusia diperjual belikan di dalam kehidupan nyata.

Cover terjemahan Gramedia ini bagi saya cukup terasa seram. Seperti yang saya bilang diawal, mengingatkan saya pada kegiatan dan suasana di kamar operasi. Walau begitu, covernya sangat tepat dengan ide ceritanya. Terjemahannya juga enak dibaca, terasa mengalir dan tidak kaku.

Adegan favorit saya dibuku ini:

"Kau bisa memberitahu kami dimana tujuan akhir itu?" tanya Roland

Anak itu mengedarkan pandangan, berharap orang lain menjawab untuknya, tapi tak seorang pun membantu, jadi dia berkata, "Yah, ini sependengaranku saja, tapi katanya kia akan berakhir di tempat bernama... 'kuburan'."

Tak ada tanggapan dari anak-anak lain, hanya derak truk yang melaju.

Kuburan. Pikiran ini membuat Risa makin kedinginan. Meskipun dia menekuk lutut ke dada, dengan lengan memeluk tubuh erat-erat  seperti jaket pengekang, dia masih kedinginan. Connor pasti mendengar gemeletuk giginya, karena dia memeluk Risa.

"Aku juga kedinginan," katanya. "Pakai panas tubuh, oke?"

Dan walaupun Risa ingin sekali mendorongnya menjauh, dia tetap bersandar pada Connnor sampai dia dapat merasakan detak jantung pemuda itu di telinganya.



Romantis tanpa terdengar menye-menye.

Rating 
1 untuk ide cerita yang gila
1 untuk eksekusi cerita yang cukup jempolan
1 untuk cover yang lumayan "horor"
1 untuk perjuangan Connor dan Risa
1 untuk kembalinya Lev ke jalan yang benar




@ Medan
16032014


1 comment:

  1. kalo ke gramed selalu liat buku ini dan selalu gak kebeli.. :(

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...