Friday, 24 October 2014

#166 Twice Loved by LaVyrle Spencer

Judul : Twice Loved
Sub Judul : Kembalinya Sang Pelaut
Serial : -
Penulis : LaVyrle Spencer
Penerbit : Gagas Media
Tahun Terbit : September 2012 (pertama kali terbit pada 1984)
Tebal : 620 halaman
ISBN : 978-979-780-592-0
Genre : Historical Romance

Format : paperback
Status : punya sendiri
Periode Baca : 03/06/2014 - 04/06/2014



Lima tahun lalu, Laura Dalton merelakan suaminya, Rye, diambil laut. Pelaut itu pamit untuk pergi pada suatu hari dan tak pernah kembali. Meskipun dengan susah payah, Laura belajar untuk membenahi hidupnya. Belajar mencintai lagi—dan pilihan itu jatuh pada teman almarhum suaminya yang begitu perhatian. Pada Dan jugalah dia memercayakan perlindungan dirinya dan anaknya. 

Namun, sesuatu yang tak disangka-sangka terjadi. Rye ternyata tidak ditelan oleh laut yang dia cintai. Laki-laki itu kembali ke darat, menjumpai keadaan yang tak lagi sama.



Rye Dalton kembali ke kotanya, Teluk Nantucket, setelah lima tahun tak kembali. Pekerjaannya sebagai pencari ikan paus mengharuskannya berlayar jauh dari kota, rumah dan istri tercinta. Di tengah laut, kapal mereka mendadak karam, para awak yang selamat mengungsi ke pulau berpenghuni terdekat hanya untuk kembali terkena musibah. Wabah cacar sedang melanda pulau tersebut. Sebagian selamat, yang lain meninggal dunia. Beruntung Rye selamat dengan bekas cacar di sekujur tubuh dan wajahnya.

Ia lalu kembali ke Teluk Nantucket dan mendapati segalanya telah berubah. Sang ibu telah meninggal dunia dan istrinya, Laura Dalton kini telah menikah lagi dengan sahabat baik Rye, Dan Morgan. Mereka bahkan mempunyai seorang anak laki-laki berusia lima tahun bernama Josh, yang dicurigai Rye sebagai anak kandungnya. Ia pun melontarkan tuduhan kepada Laura. Menuduhnya sebagai istri yang tak setia yang tak bersedia menunggu suaminya kembali pulang dari pelayaran panjangnya.

Rye tak pernah tahu beratnya kehidupan Laura sejak Rye melaut. Ia dalam keadaan hamil besar ketika mendapat kabar kapal yang membawa Rye dan para pelaut lainnya tenggelam di laut tanpa menyisakan seorang pun yang selamat. Rye tak pernah tahu pekerjaan-pekerjaan rumah yang semakin berat yang harus dikerjakan Laura seiring dengan kehamilannya yang semakin membesar. Ibu kandung tak pernah mau peduli padanya. Beliau hanya peduli pada dirinya sendiri. 

Kakak kandung Laura, Jane tak mungkin lagi dimintai pertolongan. Ia sendiri sudah kewalahan mengurus enam orang anaknya. Hanya Dan, sahabat Rye yang setia mendampinginya. Menemani Laura setiap hari pergi ke dermaga, menanti kabar terbaru kapal yang ditumpangi Rye. Mengerjakan pekerjaan rumah yang terlalu berat untuk Laura kerjakan sendiri. Hingga kemudian kebiasaan-kebiasaan itu menimbulkan sebuah kedekatan yang berujung pada pernikahan keduanya. Kini Rye kembali. Ia menuntut Laura untuk menjadi istrinya lagi meski secara hukum Laura sudah menjadi istri sah Dan.

Walau telah berstatus istri Dan jauh di dalam hatinya Laura masih mencintai Rye. Laura pun tak kuasa menolak ketika Rye diam-diam mengajaknya bertemu secara sembunyi-sembunyi di pinggiran hutan berulang kali. Rye sendiri pun tak ambil pusing pada apa pun, ia hanya peduli pada saat-saat ketika ia menunggu Laura di pinggiran hutan. Dan sendiri tak pernah tahu perbuatan Laura dibelakangnya.

Kematian ayah Dan secara mendadak menyadarkan Laura kalau perbuatannya dengan Rye adalah kesalahan besar. Ia pun berhenti menemui Rye karena merasa perbuatannya dengan Rye yang menyebabkan karma buruk pada ayah Dan. Kematian sang ayah yang tiba-tiba membuat Dan frustasi dan berubah. Ia mulai pulang larut malam dan mabuk-mabukan. Hingga suatu malam di musim dingin saat perjalanannya menuju rumah dalam keadaan mabuk berat, Dan mengalami kecelakaan. Laura dan Rye dikabari secara terpisah tentang kecelakaan itu. Namun mereka sama-sama gundah. Membiarkan Dan tewas kedinginan tanpa pertolongan dan mereka bisa bersatu kembali atau menolong Dan dan mereka akan terpisah untuk selamanya.


Biasanya saya menyukai cerita-cerita dari LaVyrle Spencer. Tetapi tidak untuk yang ini. 

Memang secara garis besar ceritanya khas dengan gaya LaVyrle Spencer. Tokoh-tokohnya down to earth, kisah cintanya bikin nyesek. Namun kali ini... 

Saya keberatan dengan pertemuan sembunyi-sembunyi (baca : perselingkuhan) Laura dan Rye yang ujung-ujungnya mereka sempat berhubungan intim :| Yah.. kangen sih kangen. Cinta sih cinta. Tapi ya harus ingat status juga dong. Harus ingat moral juga. Masa mau main serobot aja. Laura kan bukan istrinya Rye lagi tapi udah istrinya Dan *ngedumel sendiri* Perselingkuhan itu yang paling gak bisa saya terima.

Meski begitu saya tetap punya tokoh favorit di buku ini. Ada Josh dengan pemikiran khas kekanakannya. Ada hilda yang bijaksana banget, yang paham kalau Rye dan Laura itu emang jodoh seumur hidup #ttssaahh dan ada DeLaine Hussey yang terkesan seperti wanita penggoda tapi dia punya hati yang luar biasa baik khsususnya pada Rye dan Laura.

Untuk urusan terjemahan, lumayan nyaman dibaca dengan pemilihan kata yang sesuai meski masih bertaburan typo dimana-mana. Covernya sedikit mengecewakan karena sama sekali tidak menampilkan unsur laut / pantai / kapal yang punya kaitan erat dengan cerita bukunya.


  • 1 untuk Josh
  • 1 untuk Hilda Morgan
  • 1 untuk DeLaine Hussey



@ Medan
04062014

No comments:

Post a comment

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...