Wednesday, 26 February 2014

#126 In Death #19 - Visions In Death by J.D. Robb

Judul : Visions In Death
Sub Judul : Penglihatan Dalam Kematian
Serial : In Death #19
Penulis : J.D. Robb
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : 2013 (pertama kali terbit pada 2004)
Tebal : 520 halaman
Genre : Romantic Suspense
Format : paperback
Status : punya sendiri
ISBN : 9786020301112

Periode Baca : 15/01/2014 - 15/01/2014

Blurb
Ditemukannya mayat wanita di Central Park membawa Letnan Eve Dallas pada penyelidikan kasus pembunuhan berantai yang mengerikan. Korban seolah sengaja dipamerkan di tempat umum, dengan leher terlilit pita merah serta mata yang dicungkil dengan presisi luar biasa. Namun nyaris tak ada jejak yang berarti. Seiring penyelidikan berjalan, korban terus berjatuhan, semuanya wanita dengan ciri fisik dan dibunuh dengan cara yang sama. Eve berusaha keras mengumpulkan petunjuk yang ada, namun tak menyangka dalam prosesnya ia harus berurusan dengan cenayang.

Celina Sanchez mengaku mendapat penglihatan bagaimana pembunuhan itu terjadi. Penglihatannya begitu akurat sampai-sampai Eve mempertimbangkan bantuan wanita itu dalam penyelidikan meski hal tersebut bertentangan dengan nalurinya. Semakin cepat si pelaku ditemukan semakin baik, karena Eve tahu si pembunuh akan kian brutal dengan aksinya, apalagi setelah Eve secara terbuka “menantang”-nya dalam sebuah konferensi pers. Dan mereka pun berpacu dengan waktu...

Review
Seri ke 19 serial In Death favorit saya. Gak ada alasan untuk tidak membeli dan membacanya ^^ Ini kesan saya tentang buku ini...

Seorang perempuan mengaku pendapat penglihatan suatu pembunuhan terjadi. Namanya Celina Sanchez. Dan ia memaksa Eve untuk memberinya kesempatan membantu penyelidikan pembunuhan yang berkaitan dengan penglihatannya. Sebagai seorang polisi yang mengandalkan alat bukti yang nyata, Eve berat untuk mengizinkan Celina. Namun hanya dia satu-satunya petunjuk Eve.

Kasus yang ditangani Eve cukup misterius. Perempuan-perempuan muda ditemukan tewas di Central Park. Korban dalam keadaan telanjang, tubuhnya terlilit pita merah yang diatur secara artistik dan mengalami mutilasi. Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan jika pembunuhan itu dilakukan tengah malam. Namun tak satu pun latar belakang semua korban menunjukkan kesamaan. Forensik pun tak cukup mengumpulkan bukti yang akurat. Petunjuk hanyalah pita merah yang lazim dijual di toko-toko kerajinan tangan dan penglihatan dari Celina.

Eve terlalu terpaku pada penyelidikan dan keterangan Celina, sehingga ia tak waspada terhadap partnernya, Peabody. Peabody, si polisi tangguh kesayangan Eve, mengalami luka parah diserang oleh si pembunuh. Nyawanya berada di ujung tanduk.

Karakter
Tokoh utama di serial In Death tetaplah Roarke dan Eve. Tapi saya tak membahas mereka berdua karena sudah dibahas direview sebelumnya. Saya hanya membahas orang-orang yang mendapat perhatian khusus di buku ini.

Celina Shanchez, paranormal ulung yang selalu mendapat penglihatan setiap kejadian pembunuhan terjadi. Anak orang kaya yang diasingkan dari keluarganya karena memilih jalan sebagai sebagai paranormal yang berlesensi.

Peabody, polisi tangguh, detektif baru. Gampang tersipu-sipu kalau dipuji Roarke. Tapi dia berhasil melukai orang yang berusaha membunuhnyameski saat itu dia sedang terluka parah. Tulang rusuknya patah, ginjalnya terancam memar dan hancur.

Plot, PoV, Setting
Beralur maju dengan latar kota New York ditahun 2060. Namun latar yang diambil tak cukup banyak selain rumah Roarke dan kantor Eve yang sempit di New York Police Departement.

Ide cerita
J.D. Robb berusaha memasukkan ide tentang indera keenam di dalam cerita masa depan. Ide tersebut tetap masuk dengan mulus meski diceritakan kehidupan dan dunia yang Eve tinggali sudah sedemikian canggihnya.

Cover dan terjemahan
Patung dengan air macur ditengah taman kota yang menjadi covernya bisa dibayangkan sebagai tempat kejadian dimana perempuan-perempuan dalam cerita dibunuh dan diletakkan di dekat patung di Central Park untuk kemudian dihias dengan pita merah.

Terjemahannya seperti biasa mulus, gak banyak typo.

Bagian favorit
Saat salah stau keluarga korban yang merupakan teman bisnis Roarke berkata kepada Eve jika teman-teman bisnis Roarke memandang Eve sebagai polisi yang agak menakutkan, sedikit kejam dan tak punya belas kasihan.

Bagian favorit lainnya ketika Peabody berada di rumah sakit. Disitu Eve tampil bukan sebagai polisi yang partnernya terluka parah tapi sebagai seorang perempuan yang teman dekatnya sedang dalam keadaan koma. Jarang banget Eve menampilkan sisi perempuannya.

Rekomendasi
Buat para penggemar In Death. Dan seperti yang pernah saya bilang, seri ini bisa dibaca lepas tanpa harus dari seri pertama namun agak mengalami sedikit kekosongan informasi saat membacanya.









@ Medan
20012014


No comments:

Post a comment

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...