Showing posts with label In Death Series. Show all posts
Showing posts with label In Death Series. Show all posts

Wednesday, 4 March 2015

#195 In Death #21 - Origin in Death by J.D. Robb

Sub Judul : Asal-Usul dalam Kematian
Serial : In Death #21
Penulis : J.D. Robb
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Januari 2015 (cetakan pertama pada 2005)
Tebal : 536
ISBN : 978-602-03-1277-4
Genre : Romantic Suspense

Format : paperback
Status : punya sendiri
Periode Baca : 07/02/2015 - 07/02/2015

Blurb : Perintis bedah rekonstruksi dan kosmetik modern, Dr. Wilfred B. Icove, ditemukan tewas dalam kantornya. Ia dibunuh dengan dingin dan penuh perhitungan: satu hunjaman tepat ke jantung. Cakram keamanan berhasil merekam pasien terakhir—wanita yang sangat cantik—melenggang masuk dan keluar dari klinik.

Dr. Icove terkenal sebagai dokter baik hati yang mencurahkan hidupnya pada keluarga dan pekerjaan. Tapi bagi Letnan Eve Dallas, tidak ada manusia yang suci bak malaikat. Kasus ini semakin membingungkan ketika anak laki-laki Dr. Icove juga dibunuh... dengan cara yang sama seperti sang ayah.

Siapa wanita cantik dalam rekaman cakram keamanan? Dan apa hubungannya dengan kedua korban? Dallas mengikuti insting tergelapnya dalam menelusuri masa lalu Dr. Icove dan menguak rahasia pria yang terdorong untuk menciptakan kesempurnaan mutlak di luar batas ilmu pengetahuan, hukum, dan moral kemanusiaan.


Wednesday, 26 February 2014

#126 In Death #19 - Visions In Death by J.D. Robb

Judul : Visions In Death
Sub Judul : Penglihatan Dalam Kematian
Serial : In Death #19
Penulis : J.D. Robb
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : 2013 (pertama kali terbit pada 2004)
Tebal : 520 halaman
Genre : Romantic Suspense
Format : paperback
Status : punya sendiri
ISBN : 9786020301112

Periode Baca : 15/01/2014 - 15/01/2014

Blurb
Ditemukannya mayat wanita di Central Park membawa Letnan Eve Dallas pada penyelidikan kasus pembunuhan berantai yang mengerikan. Korban seolah sengaja dipamerkan di tempat umum, dengan leher terlilit pita merah serta mata yang dicungkil dengan presisi luar biasa. Namun nyaris tak ada jejak yang berarti. Seiring penyelidikan berjalan, korban terus berjatuhan, semuanya wanita dengan ciri fisik dan dibunuh dengan cara yang sama. Eve berusaha keras mengumpulkan petunjuk yang ada, namun tak menyangka dalam prosesnya ia harus berurusan dengan cenayang.

Celina Sanchez mengaku mendapat penglihatan bagaimana pembunuhan itu terjadi. Penglihatannya begitu akurat sampai-sampai Eve mempertimbangkan bantuan wanita itu dalam penyelidikan meski hal tersebut bertentangan dengan nalurinya. Semakin cepat si pelaku ditemukan semakin baik, karena Eve tahu si pembunuh akan kian brutal dengan aksinya, apalagi setelah Eve secara terbuka “menantang”-nya dalam sebuah konferensi pers. Dan mereka pun berpacu dengan waktu...

Review

Wednesday, 5 February 2014

#123 In Death #18 - Divided In Death by J.D. Robb

Judul : Divided In Death
Sub Judul : Terpisah Dalam Kematian
Serial : In Death #18
Penulis : J.D. Robb
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : November 2013 (pertama kali terbit pada 2004)
Tebal : 560 halaman
Genre : Romantic Suspense
Format : Paperback
Status : punya sendiri
ISBN : 9786020300238

Periode Baca : 1/1/2014 - 1/1/2014
Blurb 
Menggunakan nama pena J.D. Robb, Nora Roberts menghadirkan serial baru dengan nuansa roman-misteri yang mengisahkan perjalanan karier dan cinta Letnan Eve Dallas.

Reva Ewing, mantan anggota Dinas Rahasia dan pakar keamanan untuk Roarke Enterprises, menjadi tersangka utama pembunuhan. Dia punya alasan yang tepat untuk membunuh suaminya, seniman ternama Blair Bissel. Pria itu bukan hanya memiliki afair, tetapi dia melakukannya dengan sahabat Reva.

Namun Letnan Eve Dallas, yang mengepalai penyelidikan, percaya Reva tak bersalah. Naluri Eve menyatakan bahwa TKP tampak terlalu sempurna, jawabannya terlalu jelas. Dan ketika menggali lebih jauh, Eve mendapati pembunuhan ini terkait dengan kelompok mata-mata pemerintah dan kelompok tekno-teroris yang berusaha menyebarkan virus komputer berbahaya.

Eve dan Roarke pun berpacu dengan waktu untuk menembus kelompok yang tak segan-segan membunuh orang-orang tak berdosa sebelum bahaya menyebar ke seluruh negeri.

Review
Serial In Death termasuk salah satu buku yang pasti langsung dibaca begitu saya membelinya.  Apalagi kalau bukan karena penasaran pada kisah cinta dan perjalanan hidup Eve Dallas – Roarke. Dan juga karena Roarke, best book boyfriend paling yahud versi saya hingga saat ini ^^


Di buku ke 18 serial In Death ini Eve Dallas sudah punya rekan baru. Siapa lagi kalau bukan Peabody yang baru saja diangkat menjadi detektif. Tapi tetap saja penyelidikan masih dipegang oleh Eve. Kali ini kasus yang mereka tangani adalah pembunuhan seorang suami dan selingkuhannya yang diduga kuat dilakukan oleh istrinya. Sementara si istri yang menjadi terduga itu juga bukan orang sembarang. Ia seorang pakar keamanan bagi Roarke Enterprises sekaligus mantan anggota Dinas Rahasia yang sepak terjangnya melindungi kepala negara masih diingat masyarakat bahkan setelah bertahun-tahun peristiwa itu terjadi. Tak hanya itu, ia juga anak kandung asisten pribadi Roarke., Caro.

Jangan-jangan ini bukan hanya sekedar kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi oleh cemburu dan dendam, melainkan sebuah awal untuk meraih tujuan yang lebih besar. Membunuh Roarke, misalnya.

Karakter
Eve Dallas, detektif kasus pembunuhan di New York Polices Departement di tahun 2059. Termasuk golongan detektif yang berhasil memecahkan kasus-kasus sulit yang sering mendapat sorotan media. Meski punya suami yang super peduli pada penampilan, tapi Eve tipikal cewek yang gak pernah peduli pada penampilan. Ada cukup banyak adegan dimana Roarke selalu memilihkan pakaian yang dikenakan Eve baik untuk menghadiri jamuan makan malam mewah ataupun hanya untuk ke kantor sehari-hari. Eve juga sering risih bila dikaitan dengan uang dan kekayaan suaminya yang melimpah ruah.

Berkebalikan dari suaminya yang tenang, Eve punya sifat yang gampang meledak dan gak sabaran. Sifat yang selalu jadi bahan candaan oleh detektif lain. Seperti yang dilakukan Morris, Kepala Pemeriksa Medis yang selalu mengadakan taruhan seberapa cepat Eve akan mampir ke kamar mayat untuk mengambil hasil forensik korban pembunuhan yang ditangani Eve. Dan biasanya Morris selalu menang ._.

Roarke, pemilik Roarke Industries turunan Irlandia. Punya tampang luar biasa ganteng dengan rambut lurus panjang sebahu, mata biru, dan atletis. Disadari atau tidak, sebenarnya Eve dan Roarke punya karakter yang sama. Mereka sama-sama keras kepala dan terbiasa memberi perintah. Jangan lupa juga sifat licik Roarke yang sering digunakannya untuk menjebak Eve agar bisa beristirahat ketika Eve terlalu memaksakan diri mengungkap kasus pembunuhan. Yang membedakan sifat mereka adalah Roarke itu peduli banget pada penampilan dan tetap tenang dan berkepala dingin dalam setiap keadaan.

Plot, PoV, Setting
Sebenarnya ada 2 plot dalam setiap serial In Death. Plot maju yang berkaitan dengan kisah pembunuhan  yang ditangani Eve dan plot mundur yang berkaitan dengan masa lalu Eve dan Roarke. Di (hampir) setiap seri, Eve selalu mengalami mimpi-mimpi yang berkaitan dengan masa kecilnya yang sama sekali tak bisa diingatnya. Bahkan untuk mengingat namanya sendiri, Eve pun tak mampu. Sosok Roarke yang digambarkan sebagai seseorang yang sangat misterius juga “dikupas” masa lalunya sedikit demi sedikit. Namun porsi masa lalu Eve yang mendapat tempat lebih banyak.

Sudut pandang diambil dari orang ketiga dengan latar kota New York pada masa depan, 2060.

Ide cerita
Cerita masa lalu Eve mengambil ide tentang kejahatan domestik yang dialami Eve sewaktu kecil. Tema ini mengingatkan kita bahwa ada banyak kisah serupa Eve dimana anak-anak melalui masa kecil mereka dengan dipukuli oleh orang tuanya bahakn mengalami pelecehan seksual oleh orang-orang terdekatnya.

Kasus pembunuhan Eve mengambil cerita tentang organisasi teroris dan spionase yang dari tahun ke tahun gak pernah bosan diangkat menjadi cerita oleh para penulis dan produser film.

Cover dan terjemahan
Meski terkadang cover-cover terjemahan J.D. Robb versi Gramedia bisa dibilang agak mengecewakan tapi sebenarnya cover-cover itu merupakan simbol-simbol yang mengarah pada petunjuk-petunjuk pembunuhan atau bisa juga menunjukan alat bukti. Di buku ini benda berwarna oranye seperti obor itu ternyata merupakan salah satu patung koleksi Blair Bissel, tempat penyimpanan alat-alat spionase Bissel. Covernya yang didominasi warna violet cukup eye catching juga.  Tapi cover ini tak masuk dalam cover favorit saya ._.

Terjemahannya terasa mulus, gampang dipahami, dan typonya juga minimal.

Bagian favorit
Pertengkaran rumah tangga antara Eve dan Roarke yang membahas masa lalu Eve yang tak ingin diketahui Eve jadi favorit saya. Ada adegan dimana saat mereka berbaikan, Roarke merasa sakit kepala yang dieritanya selama berhari-hari reda begitu saja sewaktu mereka berbaikan dan Roarke memeluk Eve. Kesannya memang sinetron banget, tapi sebenarnya penggambaran adegan di bukunya gak menye-menye kok. Cukup singkat tapi dalem.

Rekomendasi
Siapa lagi yang akan saya rekomendasikan buku ini kecuali pada para penggemar serial In Death.  Bagi pembaca pemula yang ingin ikut membaca buku ini, sebenarnya tidak masalah membaca buku ini, tapi jika tidak diikuti sejak seri awal, akan terasa beberapa kekosongan yang membuat penasaran. Di baca dari seri ini pun tidak menganggu keasyikan membaca.


@ Medan
04012014

Saturday, 30 November 2013

#120 In Death #11 - Judgement In Death by J.D. Robb

Sub Judul : Penghakiman Dalam Kematian
Penulis : J.D. Robb
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Februari 2011 (terbit pertama pada 2000)
Tebal : 520 halaman (paperback)
Genre : Romantic Suspense
ISBN : 978-979-22-6753-2

SINOPSIS

Ketika dipanggil ke lokasi pembunuhan di kelab malam kelas atas bernama Purgatory, Letnan Eve Dallas menemukan dua kejutan yang tidak menyenangkan: korbannya ternyata sesama polisi, dan pemilik Purgatory tidak lain dan tidak bukan adalah Roarke. Dari penyelidikan selanjutnya, diketahui bahwa polisi yang tewas itu pernah bergabung dalam gugus tugas yang bertujuan menangkap mafia kenamaan, Max Ricker. Sayangnya, Ricker berhasil lolos dari hukuman akibat bukti yang hilang secara misterius dan data yang tidak lengkap.

Tetapi, jika motifnya pembalasan dendam, mengapa Ricker mengincar polisi yang hanya membantu mengumpulkan data, alih-alih detektif yang menangkapnya?

Dalam upayanya mengungkap teka-teki ini, Eve menemukan kaitan demi kaitan, baik pada masa lalu maupun masa kini, antara Ricker dan Roarke, antara Ricker dan kedua korban, bahkan antara Ricker dan dirinya sendiri.
REVIEW
Rasanya mustahil bagi Eve untuk memisahkan diri antara pekerjaan dengan status sang suami. Benar saja, kasus pembunuhan kali ini terjadi di kelab malam milik Roarke. Dan korbannya adalah anggota sesama polisi di kesatuan Eve yang sedang menyamar di Purgatory, nama kelab malam itu. 

Penyelidikan Eve tak berjalan mulus. Ia dihadang oleh kesatuan lain yang ingin menutup kasus itu. Salah satunya dari Provos. Webster, teman lama Eve yang kini sudah pindah ke Provos meminta Eve secara halus untuk menutup kasus itu. Dan tekanan itu semakin kuat ketika seorang polisi lain ditemukan kembali dalam keadaan tak bernyawa. Keduanya sama-sama pernah berupaya menangkap sang mafia, Max Ricker.

Oke, apa yang berbeda pada buku ini dibanding yang lain. Roarke. Sang milyader yang biasanya tampil dingin itu kali ini bisa juga merasa cemburu bahkan terlibat baku hantam dengan Webster. Iya. Roarke tahu jika Webster punya perasaan khusus pada Eve. Dan itu makin membuat sosok Roarke semakin tampak manusiawi.

Tidak cuma bisa cemburu. tapi Roarke juga bisa marah luar biasa pada Eve. Mereka mengalami pertengakaran rumah tangga yang gila-gilaan untuk pertama kalinya di buku ini, meski usaha buat berbaikannya cukup bisa diacungi jempol #uhuk


Rating : 4 of 5 stars



@ Medan 
23112013

Thursday, 28 November 2013

#119 In Death #12 - Betrayal In Death by J.D. Robb

Sub Judul : Pengkhianatan Dalam Kematian
Serial : In Death #12
Penulis : J.D. Robb
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Juni 2011 (terbit pertama pada 2001)
Tebal : 504 halaman (paperback)
Genre : Romantic Suspense
ISBN : 978-979-22-7090-7

SINOPSIS

Darlene French, staf tata graha, tewas dibunuh di Roarke Palace Hotel.

Jonah Talbot, wakil direktur penerbitan Starline Incorporated, tewas dibunuh di rumah sewaan milik Roarke Industries di East Side.

Tersangka utama: Sylvester Yost, penggemar berat musik klasik, pembunuh bayaran bagi kaum elite.

Meski semua informasi tentang si pembunuh telah didapat, Letnan Eve Dallas tidak dapat menuntaskan kasus ini dengan mudah. Selain si pembunuh yang amat licin—pria itu berhasil lolos dari jerat hukum selama empat puluh tahun—Eve masih belum mengetahui motif kedua pembunuhan itu. Siapa yang menyewa jasa Yost? Dan untuk apa?

Setelah mempelajari berbagai informasi yang ada, Eve khawatir target utama Yost yang sebenarnya adalah suaminya sendiri, Roarke….
REVIEW
Kali ini kasus yang ditangani Eve berkaitan langsung dengan suaminya, Roarke. Pembunuhan terjadi di properti-properti Roarke seperti hotel dan rumah sewaan. Korbannya? Pegawai Roarke. Tapi pembunuhnya memang berniat untuk ditemukan. Sang pembunuh sama sekali tak menutupi jati diri dan melakukan kebiasaan yang menjadi ciri khasnya sebagai pembunuh bayaran. Sylvester Yost pun pernah punya masa lalu dengan Eve. Eve pernah mencoba menjebloskannya ke penjara beberapa tahun silam. Sepertinya ini kasus balas dendam atas kejadian yang lalu.

Disaat Eve sedang memutar otak untuk menangkap Sylvester Yost, Roarke kedatangan tamu. Seorang teman di masa lalunya di Dublin datang kembali menemuinya setelah berpuluh-puluh tahun mereka tak pernah saling kontak.Murnikah kedatangan Mick sebagai teman lama ataukah ia datang karena Yost telah membayarnya untuk membunuh Roarke?

Di buku kedua belas ini J.D. Robb menggambarkan emosi antara Roarke dan Eve semakin matang yang terjadi secara perlahan-lahan. Eve pun mulai menerima statusnya sebagai istri Roarke dan tak segan mengumbar kemesraan dimuka umum walau hanya sebatas sentuhan singkat. Kali ini romance-nya jauh lebih terasa dibandingkan suspense-nya. Mungkin karena cerita pembunuhannya memang tak perlu jalan cerita yang rumit untuk menyelesaikannya. 


Rating : 4 of 5 stars



@ Medan
23112013

Wednesday, 27 November 2013

#118 In Death #10 - Witness In Death by J.D. Robb

Sub Judul : Saksi Dalam Kematian
Serial : In Death #7
Penulis : J.D. Robb
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Juli 2010 (terbit pertama pada 2000)
Tebal : 512 halaman (paperback)
Genre : Romantic Suspense
ISBN : 978-979-22-5961-2

SINOPSIS

Malam pembukaan pementasan drama Witness in Prosecution, dalam sekejap berubah dari panggung pertunjukan menjadi TKP ketika pemeran utamanya terbunuh tepat di atas panggung. Eve dan Roarke yang juga menonton drama itu dari atas balkon segera mengambil tindakan.

Kali ini Eve bukan saja bertindak sebagai detektif divisi pembunuhan melainkan juga sebagai saksi pembunuhan yang dilakukan tepat di depan matanya. Ia menyadari si pembunuh pastilah aktor yang sangat piawai sekaligus angkuh karena berani melakukan pembunuhan di depan ratusan penonton yang memadati gedung tersebut.

Satu-satunya cara menyelesaikan kasus ini adalah menemukan pelakunya sesegera mungkin. Dan untuk itu ia harus menginterogasi banyak orang sambil berusaha membedakan mana yang benar dan mana yang hanya akting.
  


REVIEW

Eve bersama Roarke menyaksikan pementasan drama Witness in Prosecution di gedung kesenian milik Roarke. Eve terpukau dengan sandiwara para aktor dan aktris yang berkisah tentang perselingkuhan. Sama sekali ia tak menduga jika malam itu status sebagai istri Roarke langsung berganti menjadi saksi pembunuhan Richard Draco, aktor utama drama tersebut. Pagi harinya Eve pun langsung diangkat menjadi kepala penyelidik kematian aktor yang menggempar media dan masyarakat.

Korban kedua jatuh. Bukan aktor ataupun aktris. Hanya seorang yang berada dibalik layar. Petugas kebersihan di gedung kesenian. Ia ditemukan tergantung diatas panggung yang masih menjadi lokasi tempat pembunuhan pertama. Eve harus mati-matian memutar otak untuk menemukan pembunuh tersebut karena para aktor dan aktris itu sangat lihai berakting sehingga sangat sulit untuk menentukan siapa yang berkata jujur dan siapa yang hanya berakting.

J.D. Robb memang jempolan meramu kisah ini. Pembunuhnya benar-benar baru terkuak menjelang akhir cerita. Sedangkan sepanjang cerita pembaca dituntut untuk ikut berpikir kebenaran ucapan para aktor aktris yang diinterogasi Eve. Romance-nya pun mendapat porsi yang sesuai dengan cerita pembunuhannya. Adegan favorit saya dibuku ini ketika pemakaman Draco dan Eve mendapat sebatang coklat dari Roarke. Sepintas lalu memang terkesan biasa saja, tapi coba baca ceritanya maka kamu akan tahu alasan saya begitu memavoritkan adegan tersebut. Yang pasti Roarke begitu memahami Eve.


Rating : 4 of 5 stars


@ Medan
23112013

Monday, 25 November 2013

#117 In Death #07 - Holiday In Death by J.D. Robb

Sub Judul : Cinta Dalam Kematian
Serial : In Death #7
Penulis : J.D. Robb
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Juli 2009 (terbit pertama pada 1998)
Tebal : 472 halaman (paperback)
Genre : Romantic Suspense
ISBN : 978-979-22-4794-7

SINOPSIS

Tidak ada yang suka sendirian ketika Natal tiba. Dan bagi jasa kencan nomor satu di New York, Personally Yours, inilah saat yang tepat untuk mempertemukan para lajang kesepian. Namun Letnan Eve Dallas, yang sedang menelusuri jejak pembunuh berantai, menemukan petunjuk menggemparkan: semua korbannya pernah menjadi klien Personally Yours.

Ketika akhirnya kecurigaan Eve tertuju pada seseorang yang bekerja di kantor jasa kencan itu, terjadi sesuatu yang sama sekali di luar dugaan, yang membuat Eve terpaksa mulai dari nol lagi. Kini ia berpacu dengan waktu untuk mengidentifikasi dan menghentikan si pembunuh sebelum jatuh lebih banyak korban lagi.

REVIEW

 Letnan Eve Dallas meski belum pulih sepenuhnya dari cedera yang dialaminya kini harus bertugas lagi. Mengungkap pembunuhan dan pemerkosaan perempuan muda. Di tubuh para korbannya Eve mendapati pita yang dililitkan secara artistik dan pernak-pernik kecil seperti aksesoris berbentuk merpati. Korban-korban itu berjatuhan menjelang musim dingin dan Natal. 

Penyelidikan Eve berhasil mengungkapkan jika pembunuh para korban itu adalah seseorang yang berpakaian Sinterklas yang lazim dijumpai dimana saja terutama pusat perbelanjaan menjelang Natal. Tak hanya Sinterklas, si pembunuh juga membawa pernak-pernik yang berhubungan dengan lagu Natal. 

Penyelidikan itu juga mewajibkan Eve menugaskan ajudannya si poni mangkok, Peabody untuk menyamar ke biro kencan Personally Yours dimana para korbannya merupakan  anggota biro kencan tersebut. McNabb keberatan dengan keputusan Eve dan meminta agar ditugaskan sebagai penyamar di biro yang sama dengan alasan ingin menjamin keamanan Peabody.

Kasus kali ini menguncang Eve karena berhubungan dengan masa lalunya. Tapi ia tetap harus fokus untuk menemukan pembunuhnya sambil membagi pikirannya dengan segala macam pesta  dan kegiatan Natal yang disiapkan Roarke. Termasuk mencari hadiah yang tepat untuk Roarke. Pria yang memiliki pabrik yang memproduksi hampir semua jenis benda yang digunakan manusia.

Gaya menulis J.D. Robb memang patut diacungi jempol. Dia membangun karakter tokoh-tokoh dengan kuat. Tidak melalui deskripsi melainkan tingkah polah dan pemikiran tokoh-tokohnya. Disini Eve sudah cukup nyaman untuk mengucapkan kata cinta pada Roarke tapi tetap saja ia kewalan ketika harus menangani urusan pesta dan bersosialisasi dengan kenalan-kenalan Roarke.


Rating : 5 of 5 stars


@ Medan
23112013

Saturday, 20 April 2013

#74 In Death #16 - Portrait In Death by J.D. Robb


Judul Saduran : Potret dalam Kematian
Serial : In Death #16
Penulis : J.D. Robb
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Genre : Romantic Suspense
Tebal : 584 halaman, November 2012
ISBN : 9879-979-22-9039-4
Lokasi Cerita : New York, US

Ada banyak cerita dalam setiap lembar foto. Ironisnya Bagi Letnan Eve Dallas, foto-foto itu bercerita tentang misteri kematian yang harus ia pecahkan. Serangkaian foto beserta pesan panjang didalamnya diterima Eve lewat wartawan ambisius Channel 75, Nadine.

Korban pertama dan kedua jatuh. Mereka sama sekali tak memiliki persamaan yang menyebabkan jangkauan penyelidikan Eve terlalu luas. Kali ini ia tak bisa meminta bantuan Roarke seperti biasa. Ia punya masalah sendiri. Seseorang yang berasal dari Irlandia dan bekerja di Dochas, rumah penampungan milik Roarke, mnengaku mengenal ibu kandung Roarke. Perempuan yang berbeda dari perempuan yang selama ini dikenal Roarke sebagai ibu kandungnya.


Keadaan di New York semakin sulit. Korban terus berjatuhan. Korban terakhir dikenal Eve sebagai salah satu kenalannya. Tapi meski begitu si pembunuh masih leluasa melakukan aksinya. Bahkan si polisi imut Troy Trueheart pun ikut menjadi sasaran si pembunuh.

Ide cerita pembunuhannya menarik. Menghias korban dan mengabadikannya dalam sebuah foto. Tapi yang paling mengejutkan adalah cerita tentang masa lalu Roarke. Cerita tentang Roarke benar-benar diluar dugaan!!!


@ Halmahera
24032013


Tuesday, 26 March 2013

#72 In Death #14 - Reunion In Death by J.D. Robb

Judul :  Reunion in Death
Judul Saduran : Reuni dalam Kematian
Serial : In Death #14
Penulis : J.D. Robb
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Agustus 2012
Tebal : 512 halaman
Genre : Romantic Suspense
ISBN : 978-979-22-8740-0
Lokasi Cerita : New York, US

Sepuluh tahun yang lalu Letnan Eve Dallas berhasil menangkap dan memenjarakan seorang penjahat wanita. Nama wanita itu Julie Dockport. Sekarang ia bebas dan punya rencana untuk Eve.

Julie Dockport hanyalah sebuah nama samaran. Yang pasti ia memang bernama Juli. Ia tipe pembunuh profesional dan cukup pede kalau ia sulit ditangkap. Incarannya para pengudaha kaya berusia paruh baya dengan memberikan racun dalam minuman mereka.


Saat korban pertama jatuh, Eve segera mendapati jika pelakunya Julie tapi ia sulit untuk menangkapnya. Bahkan hingga korban kedua jatuh, Julie tetap tak tersentuh padahal Eve pernah hampir dapat menangkapnya. Tapi Julie mampu menghindar, berbaur dalam keramaian kota dan berhasil membuat Eve babak belur.Ia memang tipe penjahat selicin belut. 

Penyelidikan membawa Eve kembali ke Dallas. Ke kota tempat semua kenangan masa kecilnya terasa kabur. Hanya menyisakan potongan-potongan ingatan tentang kekejaman ayahnya. Kali ini ia bertekad kembali ke hotel murahan yang sama yang pernah ia dan ayahnya tinggali. Menghadapi kembali ketakutan masa kecilnya walaupun sekarang hanya berupa "hantu" masa lalu.

Kegalauan Eve akan masa lalunya terasa seperti angin segar bagi Julie. Rencananya untuk bertemu dan bereuni kembali dengan Eve hampir terwujud. Kali ini lokasi targetnya di acara pada salahsatu hotel Roarke dan sasarannya tentu saja... Roarke.

Cerita kriminalnya memang nyaris biasa saja. Kisah cinta antara eve dan Roarke itu yang membuat betah mengikuti kisah ini. Setiap seringa ada perkembangan baru baik dalam kehidupan pernikahan mereka maupun kehidupan masa lalu mereka. Bicara cover?? Tetap elegan dengan tampilan gelas dan botol sampanye.




@Halmahera
22032013

Saturday, 9 March 2013

#68 In Death #15 - Purity in Death by J.D. Robb



Judul Saduran : Kemurnian dalam Kematian
Penulis : J.D. Robb
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, November 2012
Serial : In Death #15
Tebal : 512 halaman
Genre : Romantic Suspence
ISBN : 978-979-22-8986-2
Lokasi Cerita : New York, US 

Musim panas di New York, 2059 membawa Letnan Eve Dallas pada satu kasus pembunuhan yang membuat salah satu polisi muda, Opsir Trueheart harus menjalani Testing karena membunuh seorang perempuan yang diduga telah membunuh tetangganya.

Belum lagi selesai dengan kasus tersebut Eve sudah dipanggil ke Bagian Detektif Elektronik karena seorang polisi disana menyandera pimpinannya dan menyerang salah satu detektif, Ian McNab. Selama dalam proses negosiasi pembebasan Kapten Feeney, penyandera tersebut mengeluh sakit kepala hebat dan mengalami perdarahan lewat telinga, hidung dan matanya. Gejala yang juga dijumpai di kasus sebelumnya.

Penyelidikan Eve mengarah pada komputer yang sempat digunakan oleh korban. Tapi Eve tak percaya jika virus komputer bisa menginfeksi dan menghabisi nyawa manusia sebagai operatornya. Dengan berat hati ia harus menerima kalau Roarke, sang suami, terlibat sebagai konsultan sipil karena diminta oleh Feeney yang ikut terlibat dalam tim Eve bersama McNab yang sebelah tubuhnya lumpuh setelah insiden penyerangan itu.

Eve terjepit diantara tekanan kantor walikota yang memaksanya untuk tampil di hadapan media sebagai penyelidik utama sekaligus istri Roarke dan ketidaksukaan Eve untuk tampil di hadapan media. Parahnya, segala hiruk pikuk penyelidikan itu berkaitan dengan seorang petinggi kota New York dengan segala aktivitas pribadinya yang agak tak senonoh.

Ohya, diluar penyelidikan Eve sempat dikunjungi oleh Mavis yang membawa kabar gembira. Dia hamil!!!! Reaksi Eve saat mendengar kabar itu dan panggilan “Bibi Eve” dari Mavis cukup kocak. Bagi Eve sih, lebih baik ia menghadapi para pemabuk dengan segala tingkah laku aneh mereka daripada memeluk perempuan hamil.

Cover terbitan Gramedia untuk buku ini memang sederhana. Tapi berhasil merangkum cerita didalamnya. Mouse dan keyboardcukup menggambarkan jika proses penyelidikan Eve banyak berkaitan dengan komputer. Acungan jempol untuk covernya. Kutipan favorit dalam buku ini adalah saat Eve memimpin negosiasi pembebasan Feeney dan mendadak Roarke muncul disana “Aku tahu apa artinya dia bagimu. Ingatlah apa arti dirimu bagiku.”

Wednesday, 21 March 2012

#25 In Death #13 - Seduction In Death by J.D. Robb


“Kau mengubah diriku, Eve.  Aku bersyukur pada Tuhan atas dirimu.” (Roarke – p. 479)

Buku ke-13 seri Dalam Kematian

Pria lajang berkelana di dunia maya mencari pasangan, berkenalan dengan wanita, berhubungan via surat elektronik, sebelum akhirnya memutuskan untuk bertemu langsung. Saat makan malam romantis itu, mereka bercengkerama sambil minum anggur, berbincang dengan mesra. Namun beberapa jam kemudian sang wanita ditemukan tewas. Penyebabnya: overdosis narkotika langka senilai seperempat juta dolar.

Melihat lilin menyala, alunan musik, kelopak mawar tersebar di ranjang, serta botol sampanye dan dua gelas bekas pakai, Letnan Eve Dallas menyimpulkan si pelaku memang berniat merayu korban, namun pembunuhan tidak termasuk dalam rencananya. Menghadapi hal semacam itu, hanya ada dua kemungkinan yang bisa terjadi: bersembunyi karena takut dan merasa bersalah, atau malah berkelana lagi di dunia maya, mencari serta merayu korban berikutnya....

Layaknya kembang, cinta akan dapat terus bertumbuh jika terus disirami oleh perhatian dan pengertian.


Eve Dallas terbangun dari mimpi buruknya bersama Gallahad dan mendapat panggilan untuk menangani kasus pembunuhan. Saksi mata yang ada ternyata Dr. Louise Dimatto, yang dulu sempat bekerja sama dengan Eve dalam kasus pembunuhan yang lain. Di luar kasus pembunuhan yang menyeretnya menjadi saksi ternyata, Louise menyimpan cerita lain tentang suami Eve, Roarke.


"Yeah. Kau punya pria yang luar biasa Dallas. Jika kau bosan dengannya, aku bersedia mengambilnya dari tanganmu." (p. 67)


Bersama Peabody, sang asisten berponi seperti mangkuk, Eve kembali mendapat panggilan atas kasus serupa. Dan... lagi-lagi tempat kejadian perkara adalah kamar tidur yang dipenuhi suasana romantis, dimana tempat tidurnya dipenuhi taburan kelopak mawar merah dan diatasnya terdapat dua gelas sampanye beserta sampanye mahal.


Penyelidikan Eve tentu saja melibatkan Detektif Divisi Elektronik, pimpinan Feeney, yang salah satu anak buahnya si pria yang senang berpakaian norak, McNab. Saat ini hubungan McNab dengan Peabody, yang dipanggil She-Body oleh McNab, sedang diujung tanduk. Di tengah-tengah rumitnya memecahkan kasus pembunuhan, eh... McNab masih sempat mencari solusi percintaannya kepada seseorang yang dianggapnya mahaguru romantisme.


"Siapa pun yang mampu melunakkan hati Dallas sudah dapat dipastikan seorang jenius dalam memahami hati wanita." (p. 221)


Tuntutan untuk menyelesaikan kasus-kasus tersebut secepatnya membuat Eve selalu memaksa dirinya hingga batas kemampuan dirinya. Dapat diduga pada satu titik dirinya jatuh sakit meski tak ingin diakuinya. Roarke tak tinggal diam melihat Eve yang terus memaksakan diri hingga jatuh sakit, bukannya membawa Eve ke pusat kesehatan terdekat, Roarke malah memanggil musuh besar Eve untuk mengobati Eve.


"Perasaannya terhadapmu begitu meluap-luap. Tidak pernah ada orang lain. Para wanita yang datang sebelum dirimu hanyalah pengalih perhatian, ketertarikan sementara. Dia mungkin peduli, karena, apa pun yang pernah dilakukan terhadapnya, dia dengan kepedulian yang teramat besar. Meski demikian, tidak ada seorang pun sebelum dirimu. Tidakkah kau melihat bagaimana dia mencemaskanmu?" (p. 417)


Buku ini adalah buku ketiga belas dari serial In Death ini tak ubahnya seperti buku-buku sebelumnya. Jenis pembunuhannya pun termasuk yang sering diangkat oleh J.D. Robb. Pembunuhan yang melibatkan unsur seksual. Di buku ini pun sang pembunuhnya sudah mulai tertebak dari awal cerita. Jadi apa yang menarik dari buku ini???


Cerita roman yang ada dalam buku ini yang membuat para penggemar serial ini terus mengikuti serial ini. Sejak dari awal cerita (buku pertama) hingga serial ketiga belas, kisah cinta antara Eve dan Roarke benar-benar digambarkan begitu baik oleh J.D. Robb. Ditambah dengan cerita cinta antara tokoh-tokoh yang lain semakin melengkapi cerita yang ada. J.D. Robb benar-benar menggambarkan semua kisah tersebut secara bertahap. Sehingga ada kemajuan hubungan diantara tokoh-tokohnya di setiap cerita.


Yang agak kurang saya sukai dari terjemahan buku ini adalah pemakaian kata-kata ruang bual untuk chat room serta gelang-gelang bawang untuk onion rings. seandainya istilah-istilah itu tidak ikut diterjemahkan, bagi saya tidak akan terasa aneh terdengar. Toh, istilah tersebut sudah umum dipakai.

Bicara tentang cover... saya sangat menyukai cover terbitan Gramedia. Benar-benar menggambarkan lokasi tempat kejadian perkara dan sesuai dengan judul cerita. Tempat tidur dengan sperai sedikit kusut yang dipenuhi kelopak mawar (sayang kelopak mawarnya kurang banyak)tongue, suasana agak temaram, dan baki rotan yang berisi dua gelas penuh sampanye beserta botol sampanyenya dan kotak hadiah yang terikat pita merah.

Dan.. saat saya mengecek di goodreads tentang cover terbitan lain dari buku ini, hanya cover terbitan Gramedia yang paling tepat dengan isi cerita, paling elegan, dan pantas diacungi dua jempol.

13 serial In Death yang telah ditertbitkan Gramedia yaitu:

  1. Telanjang dalam Kematian
  2. Kemasyhuran dalam Kematian
  3. Abadi dalam Kematian
  4. Kenikmatan dalam Kematian
  5. Ritual dalam Kematian
  6. Pembalasan dalam Kematian
  7. Cinta dalam Kematian
  8. Konspirasi dalam Kematian
  9. Kesetiaan dalam Kematian
  10. Saksi dalam Kematian
  11. Penghakiman dalam Kematian
  12. Pengkhianatan dalam Kematian
  13. Rayuan dalam Kematian
saya berharap semoga lanjutan serial ini cepat diterbitkan oleh Gramedia, mengingat serial In Death ini telah memiliki daftar yang panjang, sekitar lebih dari 30 serial yang telah terbit.

Judul Saduran : Rayuan dalam Kematian
Penulis : J.D. Robb
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 520
Serial : In Death #13
Kategori : Romantic Suspense
ISBN : 9789792279153
Rating : untuk Eve dan Roarke, Peabody dan McNab, serta Louise dan Charles (?)




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...