Wednesday, 25 January 2017

Beauty and The Best by Luna Torashyngu

Judul : Beauty and The Best
Sub Judul : Beauty and The Best #1
Penulis : Luna Torashyngu
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Mei 2014 (pertama kali terbit pada 2006)
Tebal : 298
ISBN : 9786020305127
Genre : Young Adult

Format : paperback
Status : punya sendiri

Blurb : Ira punya semua yang diinginkan cewek seusianya: kecantikan, profesi model, kepopuleran di sekolah, serta cowok keren dan tajir. Cuma satu kelemahan Ira: kalo ulangan pelajaran eksakta, nilainya nggak pernah lebih dari empat! Ini jelas lampu kuning buat Ira, apalagi dia udah kelas tiga SMA.

Karena itu, saat Ira nerima tantangan untuk bertaruh siapa yang bisa lulus ujian masuk perguruan tinggi negeri dan dapat nilai lebih tinggi, teman-temannya nggak percaya. Gimana nggak? Lawan Ira adalah Kelly, cewek paling pintar di sekolah.

Tapi Ira cuek. Dengan segala cara dia berusaha memenangkan taruhan, termasuk meninggalkan dunia model, dan minta diajar privat sama Aldo, anak “aneh” dan nggak punya teman di kelas, tapi pinter banget. Ira pengin membantah mitos yang mengatakan cewek cakep tuh kemampuan otaknya payah. Ira pengin semua orang tahu bahwa model kayak dia juga bisa bersaing dengan ribuan lulusan SMA lain, dan masuk PTN terfavorit di negeri ini.

Review

Pada usia remaja menjadi cewek populer di sekolah, punya tampang cantik, serta punya cowok yang keren dan tajir adalah impian hampir semua remaja cewek. Namun hal tersebut bukan impian lagi bagi Ira. Selain populer, cantik, dan punya cowok keren, ia juga seorang model. Ia sering memenangkan acara pemilihan model tingkat remaja. Namun Ira punya kelemahan terbesar : nilainya selalu hancur-hancuran di pelajaran eksakta. 

Cewek cantik itu biasanya bego. Itu yang diyakini oleh Kelly, cewek paling pintar di sekolah Ira. Dan sosok Ira membuktinya kalimat tersebut. Cantik sih, tapi kalau nilai gak pernah jauh dari angka empat berarti cewek bego kan? Ira merasa tertantang oleh hal tersebut dan menerima tantangan Kelly untuk bertaruh siapa yang bisa lolos ujian masuk perguruan tinggi negeri dengan passing grade yang paling tinggi. Toh, Ira kan gak bego-bego banget. Dia cuma belum menemukan guru yang tepat untuk mengajarinya.

Dengan bantuan ketiga sahabatnya, akhirnya Ira mendapatkan seorang guru privat. Guru privat Ira cukup spesial. Dia seumuran dengan Ira, cowok, dan... terkenal pintar banget. Ira juga memutuskan untuk istirahat dari dunia modelling demi kesuksesan misinya. Walaupun Aldo, sang guru privat, sangat menyebalkan tapi dia terbukti sukses mengajari Ira. Yah.. setidaknya ujian tengah semester Ira tidak separah yang dulu.

Tidak hanya Ira yang mengalami perubahan dalam nilai ujiannya. Namun Aldo pun berubah. Dia menjadi sedikit lebih terbuka dan mau bercerita pada Ira. Aldo bercerita tentang kehidupannya bahkan mengajaknya ke tempat Ayahnya bekerja di Museum Geologi. Aldo tidak lagi seperti saat pertama kali ia mengajar Ira. Kaku, galak, dan sulit tersenyum. 

Sementara bagi Kelly sendiri. Dia punya masalahnya sendiri. Mamanya ingin dirinya mengikuti jejak abang-abangnya yang kuliah di Fakultas Kedokteran, menjadi seorang dokter seperti Papa. Tapi Kelly punya keinginannya sendiri. Kalau Ira berani meninggalkan dunia modelling demi taruhan dan masa depannya, apa Kelly juga seberani itu untuk mengatakan pada Mama kalau dirinya tak ingin kuliah di Faluktas Kedokteran.

My Thought

The Reason I Read This
Cerita dalam buku ini merupakan retelling dari dongeng lawas Beauty and The Beast. Cukup menarik juga mengingat bukannya menghadirkan sosok The Beast namun justru sosok The Best yang muncul yang membuat cerita jadi berbeda.

Storyline / Plot
Namanya juga teenlit jadi ya ceritanya dikemas ringan, tidak berbelit-belit dan saat membacanya tidak perlu mengerutkan dahi karena memikirkan adegan-adegan yang ada.

Character
Meski Kelly hadir sebagai sosok antagonis namun sosoknya yang antagonis bisa dapat dipahami mengapa dirinya berbuat seperti itu. Ada tekanan besar dalam hidupnya yang berasal dari keluarga dan lingkungan sekitar. Sosok Aldo yang kaku dan freak pun punya ceritanya sendiri mengapa dirinya menjadi seorang cowok kutu buku yang kurang bergaul. Namun, satu poin penting dari semua karakter utama adalah tumbuhnya kedewasaan bersikap dan berpikir seiring dengan apa yang terjadi dalam hidup mereka.

The Ending
Endingnya cukup memuaskan bagi saya. Meski terkesan agak lebay namun yah... lumayan lah.

My Impression (How Did It Affect Me)
Buku ini tidak begitu memberikan efek yang "wah" bagi saya. Yah... hanya menjadi penghiburan saat membacanya. Tapi saya lumayan puas dengan model retelling seperti ini. Banyak retelling dongeng klasik yang kurang begitu bisa dinikmati.

The Reason You Must Read This
Kalau kamu suka pada dongeng klasik, kalau kamu suka pada cerita teenlit yang minus adegan ciuman, pelukan sana-sini, kamu pasti suka buku ini.





No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...