Monday, 14 July 2014

#152 Keegan - Paxton #4 - Early Dawn by Catherine Anderson

Judul : Early Dawn
Sub Judul : Koboi Penyelamat
Serial : Keegan - Paxton #4
Penulis : Catherine Anderson
Penerbit : Dastan Books
Tahun Terbit : 2014
Tebal : 444 halaman
Genre : Historical Romance
ISBN : 978-602-247-160-8

Format : paperback
Status : punya sendiri
Periode Baca : 24/05/2014 - 25/05/2014

BlurbEden Paxton terpaksa pergi setelah tunangannya memutuskannya dan keluarga pria itu menyebarkan gosip kejam mengenai dirinya. Eden dan ibunya yang dikucilkan akhirnya memutuskan untuk tinggal dengan kakaknya. Namun, dalam perjalanan, kereta mereka dirampok dan Eden diculik. Matthew Coulter sudah lama mengejar Geng Sebastian untuk membalas dendam atas kematian istri dan anaknya yang belum lahir. Namun, ketika melihat geng perampok itu menyandera seorang wanita, Matthew merasa berkewajiban untuk menyelamatkan sandera tersebut terlebih dulu. Setelah mengalami perjalanan yang penuh siksaan fisik dan batin bersama Geng Sebastian, Eden merasa tidak akan pernah sanggup untuk hidup normal apalagi menikah. Akan tetapi, setelah diselamatkan dan menempuh perjalanan bersama Matthew, lama-kelamaan hatinya tersentuh oleh kebaikan pria itu. Di lain pihak, sosok Eden yang pemberani sekaligus rapuh mulai memasuki relung hati Matthew yang terluka. Namun, Matthew tahu kalau ia belum bisa memberikan hatinya kepada wanita lain sebelum dendamnya terbalaskan. Berhasilkah Matthew membalaskan dendamnya kepada Geng Sebastian? Apakah Eden juga mampu menyembuhkan traumanya? Dan bagaimanakah akhir dari perjalanan Matthew dan Eden?

Review 

Matthew "Matt" Coulter punya dendam pribadi terhadap sekelompok penjahat brutal yang menjuluki diri mereka sebagai "Geng Sebastian". Olivia, istri Mattt diperkosa secara keji dan brutal oleh Geng Sebastian lalu dibunuh oleh mereka. Sementara Matt mengalami pemukulan di belakang kepalanya oleh popor senjata dan ditembak di bagian dada. Beruntung tembakan itu sedikit meleset dari jantung Matt dan ia tetap hidup untuk membalaskan dendamnya.

Ketika Matt pulih dari cederanya, ia memutuskan untuk mengabdikan hidupnya untuk membalas dendam atas kematian istri dan anak yang bahkan belum sempat dilahirkan  Olivia. Ia menelusuri semua jejak Geng Sebastian namun belum cukup cepat untuk menemukan geng tersebut. Yang ditemukan Matt hanyalah korban-korban tak berdaya yang meninggal secara menggenaskan di tangan geng tersebut.

Tiga tahun berlalu dan Matt masih mencari Geng Sebastian. Pencarian Matt kali ini menggantarkannya pada kejadian penculikan seorang gadis muda di gerbong kereta api menuju Colorado. Ibu si anak gadis yang diculik itu meminta agar Matt membantu para sheriff mencari dan membebaskan anaknya, Eden Paxton. Eden dan Ibunya dalam perjalanan menuju Colorado untuk tinggal bersama Ace Keegan dan abang-abang Eden yang lain disana. 

Masyarakat kota dimana Eden tinggal sekarang, kini memandang rendah pada Eden akibat statusnya sebagai anak haram. Mereka mengusir Eden dan ibunya bila bertandang ke rumah mereka, memalingkan wajah dan berpura-pura tidak mengenal Eden dan ibunya bila mereka bertemu. Bahkan mereka pun rajin menggunjingkan status Eden. Parahnya, tunangan Eden pun memutuskan pertunangan mereka lewat sepucuk surat hanya karena ia tidak ingin lagi melihat Eden!!

Geng Sebastian membajak kereta yang ditumpangi Eden dan menjadikan Eden sebagai sandera mereka. Selama penculikan tersebut Eden tidak mengalami pemerkosaan karena ia akan dijual di perbatasan Mexico. Namun Eden mengalami penyiksaan dan pelecehan seksual yang sangat kejam. Selama ia diculik Eden selalu berdoa dan berharap agar abang-abangnya akan datang dan membebaskannya. Namun setelah berhari-hari harapannya mulai pupus karena tak seorang pun dari mereka yang datang membebaskannya. Tidak juga para sheriff yang seharusnya bekerja melindungi warganya.

Tepat ketika Eden kehilangan harapan untuk hidup bebas, saat itu Matt berhasil menolongnya. Membebaskan Eden dari Geng Sebastian dan membawa Eden ke Colorado.

Perjalanan mereka menjadi kisah tersendiri yang cukup menegangkan dan penuh keharuan. Matt membawa Eden berjalan menyusuri sungai agar Geng Sebastian tak dapat melacak jejak mereka. Tapi tak sekali pun Eden mengeluh akan beratnya perjalanan mereka karena ia sendiri sudah cukup bersyukur bisa lari dari anggota Geng Sebastian.

Di sisi lain Matt pun semakin menghormati sosok Eden karena kemampuannya dalam menembak jitu yang dipelajarinya dari sang kakak, Ace Keegan, seorang penembak jitu tersohor. Pelarian itu pelan-pelan membuat mereka mulai sadar jika cinta mulai tumbuh diantara keduanya. Tapi cinta itu sepertinya sulit tumbuh untuk waktu yang lama karena Matt sudah bersumpah untuk terus memburu Geng Sebastian apa pun resikonya. 

My Thought

Seperti biasa, Catherine Anderson tak pernah gagal memesona saya!! Bukunya keren-keren. Termasuk yang ini. Apalagi di buku ini karakter heroine-nya digambarkan memiliki sifat tangguh dan pantang menyerah. Gak menye-menye. Agak sedikit deg-degan membaca buku ini dibagian ketika pelarian Eden dan Matt berhasil diketahui oleh Geng Sebastian.

What I Loved

  • Eden Paxton. Salut dah pokoknya pada cewek satu ini. Eden adalah perempuan tegar, mandiri, terkadang tomboy tapi tidak pernah kehilangan jati dirinya sebagai seorang perempuan. Ia menjadi perempuan yang mandiri dan tegar akibat didikan keras dari keempat abangnya khususnya Ace yang rajin memaksanya berlatih menembak. Sisi feminin Eden diturunkan dari Ibu Eden yang berkeras kalau anak perempuan satu-satunya bisa tampil layaknya perempuan terhormat.
  • Matt Coulter. Matt adalh tipikal cowok pemegang teguh prinsip dan menghormati perempuan yang lazim dijumpai sebagai karakter tokoh hero di buku-buku romance. Jadi karakter Matt itu tidak begitu istimewa.

What I Didn't Loved
  • Cover. Nggak perlu ada komentar lagi. Nyerah deh ngeliat covernya Dastan. Nggak ada seni sama sekali. Cover aslinya yang minimalis jauh leih bagus dari pada cover versi terjemahannya.

Rate 
  • 1 untuk Eden Paxton
  • 1 untuk Matt Coulter
  • 1 untuk pelarian mereka
  • 1 untuk Keegan's brothers



@ Medan
25052014

No comments:

Post a comment

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...