Friday, 20 May 2016

#261 Can't Let Go by Esi Lahur

Judul : Can't Let Go
Sub Judul : -
Serial : -
Penulis : Esi Lahur
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Maret 2015 (pertama kali terbit pada Maret 2015)
Tebal : 312
ISBN : 9786020314174
Genre : Contemporary Romance

Format : ebook
Status : pinjam di iJakarta

Blurb : Massimo Sukarno Rozzoni, pesepakbola blasteran Jawa Tengah-Italia, masuk program naturalisasi, menjadi WNI, dan menjadi pemain utama tim nasional Indonesia. Sikap baik dan wajah tampan membuatnya menjadi idola baru. Denisa Sridevi Suharyo, wartawan tabloid Lady yang hobi narsis di media sosial, terpaksa meliput Massimo karena penugasan, padahal tidak mengerti dan sama sekali tidak tertarik dengan dunia sepak bola.

Kebersamaan Denisa dan Massimo terus terjalin hingga keduanya sama-sama jatuh cinta. Denisa tahu kode etik wartawan: Jangan ada hubungan percintaan dengan narasumber. Tapi, bisakah Denisa melepaskan Massimo?


Review

Denisa adalah seorang cewek berprofesi sebagai wartawan di sebuah tabloid gaya hidup perempuan. Karena pekerjaan, Denisa sering berpergian keluar kota dan bertemu orang-orang terkenal. Hal tersebut dimanfaatkan Denisa untuk memamerkan "pencapaian"nya di akun sodial media miliknya. Tentu saja hal ini banyak membuat teman-teman Denisa iri padanya. Denisa punya seorang pacar berprofesi sebagai aktivitis HAM yang sering diejek Yori, fotografer yang sering dipasangkan oleh Denissa, sebagai mas-mas tukang demo.

Suatu ketika Denisa dan Yori ditugasi untuk mewawancarai seorang pemain sepakbola naturalisasi Italia bernama Massimo tentang kehidupan pribadinya yang cenderung tertutup untuk khalayak ramai. Pada saaat wawancara di apartemen Massimo, ternyata tak hanya ada Massimo dan Aaron saja, tapi juga ada Sophia, adik Massimo yang kebetulan sedang berlibur di Indonesia. Wawancara itu sangat menyenangkan bagi kedua belah pihak karena Massimo sangat ramah pada Denisa dan Yori, Denissa pun tak tampil kecentilan menghadapi Massimo.

Keakraban itu ternyata berlanjut. Massimo mengajak Denisa dan Yori untuk mengikuti ia dan rombongan untuk ke pulang kampung ke Ambarawa. Denisa dan Yori menyetujui dengan syarat mereka diizinkan meliputi kegiatan Massimo dengan eksklusif. Perjalanan pulang kampung itu membuat Massimo semakin dekat dengan Denisa.

Tapi kedekatan itu tak bisa berlangsung lama. Pasalnya ada Dora, model papan atas yang sering meng-share foto-foto mesranya dengan Massimo. Denisa sendiri juga punya masalah, pacarnya memutuskan untuk pindah ke Flores dan membantu perjuangan para penduduk yang tak mendapat jatah atas kepemilikan tambang di daerah itu. Sepertinya mimpi untuk bisa dekat dengan Massimo memang hanya tinggal mimpi.

My Thought

Uuumm.. saya suka pada ide cerita kisah cinta antara pemain sepakbola dan wartawan. Profesi tersebut kurang begitu dieksplorasi dalam buku-buku sejenis. Kedua profesi itu juga membuat alur dan cerita yang menarik. Tapi makin ke belakang saya lebih merasa kalau kisah cinta di buku ini lebih ke arah selebriti dan wartawan. Soalnya dunia sepak bola tak begitu dikupas dalam buku ini, lebih ke arah Massimo sebagai pemain sepak bola yang berprofesi sampingan sebagai model iklan.

Untuk karakter tokoh-tokohnya buat saya too good to be true. Denisa, karakternya wartawati yang narsis dengan hobi mengumbar foto di sosial media, tapi sewaktu dia pernah disakiti oleh Dora dan saat Dora lagi terkena masalah Denisa begitu saja melupakan sakit hatinya. Massimo, ya... karakternya bisa diterima lah, dengan alasan hanya ingin berkonsentrasi pada klub dan sepak bola dirinya masa bodoh pada semua gosip yang menerpanya.

Karakter-karakter yang too good to be true itu pada akhirnya menyebabkan ceritanya jadi seperti sinetron banget. Yang baik tetap baik walau disakiti, yang jahat jadi baik karena insyaf. Namun meski demikian saya paling suka pada setting yang ada di buku ini. Esi Lahur sebagai penulis mengambil setting tak biasa yaitu Ambarawa, Semarang, Flores, dan Medan. Ohya... karena beberapa tahun yang lalu itu heboh para pemain sepakbola Indonesia yang menjalani naturalisasi saya malah membayangkan sosok Massimo sebagai salah satu pemain naturalisasi itu. Dan tidak bisa dipungkiri beberapa dari sekian banyak pemain naturalisasi itu juga menjadi bintang iklan atau malah menjadi bintang sinetron dan bintang film.



No comments:

Post a comment

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...