Showing posts with label Baca Bareng. Show all posts
Showing posts with label Baca Bareng. Show all posts

Monday, 18 September 2017

#290 : Love O2O by Gu Man

Judul : Love O2O 
Sub Judul : Just One Smile Is Very Alluring
Serial : -
Penulis : Gu Man
Penerbit : Penerbit Haru
Tahun Terbit : April 2017 (pertama kali terbit pada Agustus 2009)
Tebal : 434 halaman
ISBN : 9786026383136
Genre : Young Adult

Format : paperback
Status : punya sendiri

Blurb : Semuanya dimulai dari permintaan cerai dari suami virtual Bei Wei Wei di sebuah game online dunia persilatan. Bagi cewek ini, pernikahan di game online, adalah sebuah permainan tidak nyata. Jadi, meski permintaan cerai itu mengejutkan, Wei Wei tidak ambil pusing.

Sialnya para pemain lain mengira Wei Wei dimakan api cemburu saat melihat mantan suaminya menikahi Xiao Yu Yao Yao-cewek tercantik di game online. Pasalnya, tiba-tiba karakter Wei Wei di game tersebut ‘menyerang’ pesta pernikahan mantan suaminya.

Saat Wei Wei kebingungan, Yi Xiao Nai He, pemain berlevel tinggi yang dijuluki ’dewa’ , tiba-tiba meminta Wei Wei menikahinya.

Semuanya ini hanya permainan, tapi mengapa Wei Wei merasakan sesuatu yang berbeda?

Review

Wei Wei adalah seorang mahasiswa jurusan komputer di sebuah universitas di Beijing. Di sela-sela kseibukannya belajar Wei Wei mempunyai kesibukan lain yaitu bermain game online. Dan Wei Wei cukup ahli dalam permainan itu. Dirinya berada di urutan ke 7 dari 10 pemain top di server tempatnya bermain. Karakter Wei Wei di game online adalah seorang cewek yang jago bertarung dengan senjata sebilah pedang panjang yang mengenakan pakaian berwarna merah. Tak seperti banyak cewek yang bermain game online tersebut, Wei Wei tak pernah berpikir untuk memajang fotonya di forum atau pun di akun game tersebut. Hal ini menyebabkan pasangan Wei Wei di game online tersebut memutuskan berpisah dari Wei Wei dan mencari pasangan lain yang jelas-jelas seorang cewek cantik.

Bagi Wei Wei berpisah dengan Zhen Shui Wu Xiang, pasangannya tersebut, bukanlah masalah besar. Toh dia adalah seorang pemain top, dia pasti bisa menyelesaikan segala macam tugas tanpa bantuan Zhen Shui Wu Xiang. Wei Wei tak pernah ambil pusing dengan urusan cowok. Toh di dunia nyata pun dia tak pernah tertarik pada cowok mana pun kecuali pada abang kelasnya yang legendaris bernama Xiao Nai. Xiao Nai adalah seorang cowok di jurusan komputer yang berada di tingkat 4 yang sangat terkenal karena kepintarannya. Xiao Nai juga sangat ganteng yang menyebabkan banyak cewek yang mengidolakannya. Namun Wei Wei bukan mengidolakan Xiao Nai karena ketampanannya melainkan karena kepintarannya. Xiao Nai sudah membuat beberapa software sejak dia masih berada di bangku kuliah dan kini dia sedang merintis sebuah perusahaan yang berhubungan dengan teknologi informatika.


Friday, 30 January 2015

#191 Me Before You by Jojo Moyes + Who Is My Secret Santa?



Judul : Me Before You
Sub Judul : Sebelum Mengenalmu
Penulis : Jojo Moyes
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Mei 2013 (pertama kali terbit pada Desember 2012)
Tebal : 656
ISBN : 978-979-22-9577-1
Genre : Contemporary Romance

Format : paperback
Status : hadiah dari Secret Santa
Lokasi Cerita : London, Inggris

Periode Baca : 06/01/2015 - 08/01/2015
Rating : 4/5

Blurb : Lou Clark tahu banyak hal. Dia tahu berapa langkah jarak antara halte bus dan rumahnya. Dia tahu dia suka sekali bekerja di kedai kopi The Buttered Bun, dan dia tahu mungkin dia tidak begitu mencintai pacarnya, Patrick.

Tetapi Lou tidak tahu bahwa dia akan kehilangan pekerjaannya, dan peristiwa apa saja yang akan menyusul kemudian.

Setelah mengalami kecelakaan, Will Traynor tahu dia sudah tidak berminat lagi untuk melanjutkan hidupnya. Dunianya kini menyusut dan tak ada lagi suka cita. Dan dia tahu betul, bagaimana mesti menghentikannya.

Namun Will tidak tahu bahwa sebentar lagi Lou akan masuk ke dunianya dengan membawa warna-warni ceria. Mereka berdua sama-sama tidak menyadari, betapa mereka akan membawa perubahan besar ke dalam kehidupan satu sama lain.

Review

Pemilik kedai kopi The Buttered Bun tempat Louisa "Lou" Clark bekerja memutuskan untuk menutup kedai kopinya karena sesuatu hal. Akibatnya Lou pun menjadi pengangguran, sedangkan ia adalah tulang punggung bagi keluarganya. Penghasilan Dad di pabrik mebel tidak cukup untuk menghidupi mereka semua. Apalagi sudah terdengar kabar Dad pun bakal dipecat dari tempat kerjanya. Sementara di rumah mereka ada Mum, Granddad yang sudah sangat tua, Treena adik Lou dan Thomas anak Treena. Penghasilan Treena yang bekerja di toko bunga sangatlah kecil. Hanya cukup untuk menghidupi dirinya dan Thomas. 

Menyadari kalau ia harus segera mendapat pekerjaan, Lou pun melamar ke agensi. Dan.. dari sekian banyak tawaran, Lou berakhir menjadi seorang perawat untuk seorang penderita quadraplegia yang seumur hidupnya harus berada di kursi roda dan semua kegiatan harus dibantu oleh orang lain. Penderita quadraplegia itu bernama Will Traynor. Dulunya Will adalah seorang eksekutif muda sukses, tampan, dan punya masa depan cemerlang. Tapi kecelakaan sepeda motor yang dialami Will merobah hidup Will dalam semalam. Tak hanya fisik, kini Will pun menjadi sosok yang pemarah, sering menarik diri, dan putus asa dalam memandang hidup. Bahkan ia pernah mencoba untuk melakukan bunuh diri.

Monday, 17 March 2014

#131 London : Angel by Windry Ramadhina

Judul : London : Angel
Sub Judul : -
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagas Media, tahun 2013
Halaman : 330
Format : paperback
Status : punya sendiri
Genre : Contemporary Romance
ISBN : 9789797806538

Periode Baca : 05/03/2014 - 08/03/2014

Blurb

Pembaca Tersayang,

Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye.

Windry Ramadhina, penulis novel Orange, Memori, dan Montase mengajak kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tidak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemukannya. Apakah perjalanannya ini sia-sia belaka?

Setiap tempat punya cerita.
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.

Enjoy the journey,
EDITOR

Wednesday, 29 May 2013

#88 Leaving Paradise #2 - Return To Paradise by Simone Elkeles

Judul : Return To Paradise
Serial : Leaving Paradise #2
Penulis : Simone Elkeles
Tebal : 313 halaman (ebook)
Genre : Young Adult
eISBN : 978-0-7387-2729-5

Sinopsis : Caleb Becker left Paradise eight months ago, taking with him the secret he promised to take to his grave. If the truth got out, it would ruin everything.

Maggie Armstrong tried to be strong after Caleb broke her heart and disappeared. Somehow, she managed to move on. She's determined to make a new life for herself.

But then Caleb and Maggie are forced together on a summer trip. They try ignoring their passion for each other, but buried feelings resurface. Caleb must face the truth about the night of Maggie's accident, or the secret that destroyed their relationship will forever stand between them.

Review :

"Some people are damn lucky. Unfortunately I've never been one of those people."

Setelah merasa tidak diterima oleh keluarga pasca menjadi eks tahanan dan dianjurkan untuk menjauhi Maggie, Caleb memutuskan pergi dari Paradise. Dan berakhir bersama seorang temannya bersama Rio. Ternyata Rio seorang pengadar narkoba dan "terpeleset"lah Caleb untuk yang kedua kalinya. Caleb terancam bakal ditahan di penjara dewasa karena umurnya sudah 18 tahun. Kecuali Caleb mau mengikuti program Re-START yang ditawarkan Damon, conselour-nya. Tapi mungkin sudah takdirCaleb, di Re-START Caleb bertemu kembali dengan Maggie. Sesuai janjinya dulu untuk menjauhi Maggie, Caleb berusaha menjadi orang paling menyebalkan agar Maggie membencinya. 

Orang terakhir yang ingin ditemui Maggie dalam Re-START tentu saja Caleb Becker. Orang yang menyebabkan seumur hidupnya harus berjalan timpang. Pertemuan mereka di Re-START membawa kembali semua kenangan tentang kejadian itu apalagi ketika Re-START mewajibkan para pesertanya untuk saling sharing tentang hal yang menimpa hidup mereka sebelum Re-START. Semuanya menjadi berat ketika Leah meminta Maggie untuk membawa Caleb pulang ke Paradise. Caleb menolak dan memilih Arizona menjadi tempat untuk memulai hidup baru ketika empat minggu program Re-START selesai.

Melupakan masa lalu memang tak semudah mengucapkannya. Semua hal yang terjadi sejak kecelakaan terjadi selalu saja menghantui Caleb hingga akhirnya Caleb memutuskan untuk kembali ke Paradise dan mengurus ibunya yang kini over dose gara-gara obat penenang. Keputusan untuk kembali itu salah besar. Caleb tak menemui siapa pun yang senang ia kembali. Keluarganya benar-benar membuang Caleb. Kamar yang dulu Caleb tempati bahkan sudah direnovasi menjadi kantor Ayahnya. Cuma Maggie yang tetap menerima dan membantu Caleb menemukan hidupnya yang dulu.

Sama seperti buku yang pertama, buku kedua ini pun juga sama emosionalnya. Caleb benar-benar berusaha mengembalikan hidupnya walaupun disaat yang sama dia tak bisa menjauh dari Maggie. Keluarga Caleb bagi saya adalah keluarga paling gila yang pernah ada. Hanya memikirkan kedudukan mereka di mata masyarakat. Mrs. Becker drama queen paling memuakkan yang sanggup berbohong ke semua temannya tentang keberadaan Caleb. Sementara Mr. Becker tampil penuh percaya diri dengan meyakini jika Caleb sudah meninggal dunia meskipun itu tidak benar. Leah pun sama menyebalkannya. Masa bodoh pada saudara kandungnya dan tidak merasa karena dia lah hidup Caleb berubah.

Serial Leaving Paradise ini punya pesan yang dalam yaitu dampak mengemudi saat mabuk dan konsekuensinya yang disampaikan dengan halus tanpa menggurui. Cerita sampingannya yang malah membuat saya menurunkan rating buku ini. Pernikahan dan hamil diusia muda seperti dijadikan lelucon oleh Kendra dan Brian. Mereka menjadikan dua hal tersebut seperti bermain rumah-rumahan yang bila pemainnya sudah bosan maka permainan pun usai. 

Cover buku kedua ini berbeda jauh dari yang pertama. Sungguh sangat... sangat.... *kipas mana kipas* Hehehehe... Tidak seperti cover sebelumnya yang remaja banget. Tapi ya... nggak masalah. Itung-itung buat penyegaran #ehh. Cuma setelah diperhatikan lebih lanjut rasanya sepasang cewek-cowok yang ada dicover belum sesuai imajinasi saya tentang Caleb dan Maggie. Dan dari tujuh edisi cover buku ini yang terdata di goodreads saya memavoritkan terbitan Versatil tahun 2013 dalam bahasa Spanyol.

Penghargaan yang untuk buku ini diantaranya :
Dan... kutipan favorit saya untuk buku ini adalah :
"Our lie is like a cancer that's spread to every single area of our lives."

@ Halmahera 
26052013




Tuesday, 28 May 2013

#87 Leaving Paradise #1 - Leaving Paradise by Simone Elkeles


Judul : Leaving Paradise
Serial : Leaving Paradise #1
Penulis : Simone Elkeles
Penerbit : Flux, Maret 2011
tebal : 204 halaman (ebook)
Genre : Young Adult
ISBN : 9780738731131

Sinopsis : 
Nothing has been the same since Caleb Becker left a party drunk, got behind the wheel, and hit Maggie Armstrong. Even after months of painful physical therapy, Maggie walks with a limp. Her social life is nil and a scholarship to study abroad--her chance to escape everyone and their pitying stares--has been canceled.After a year in juvenile jail, Caleb's free . . . if freedom means endless nagging from a transition coach and the prying eyes of the entire town. Coming home should feel good, but his family and ex-girlfriend seem like strangers. Caleb and Maggie are outsiders, pigeon-holed as "criminal" and "freak." Then the truth emerges about what really happened the night of the accident and, once again, everything changes. It's a bleak and tortuous journey for Caleb and Maggie, yet they end up finding comfort and strength from a surprising source: each other.
 Awalnya iseng ngajak chat mbak Desti di WA, hingga berlanjutlah dengan rencana baca bareng buku ini. Rencana itu dibuat di bulan April untuk rencana baca bulan Mei. Tapi hingga pertengahan Mei ebooknya pun belum tersentuh. Ketika sudah mulai membacanya duh ya... sulit rasanya untuk berhenti.

Semua mimpi dan hidup Maggie Armstrong hilang tak berbekas ketika ia mengalami kecelakaan. Ditabrak oleh tetangga sekaligus abang sahabat karibnya yang sedang mabuk. Kini si pelaku mendekam di penjara khusus remaja. Sekarang yang harus dilakukan Maggie adalah menerima kecacatannya dan kegagalannya meraih beasiswa pertukaran pelajar ke Spanyol. 

Seandainya bisa kembali ke masa lalu, Caleb Becker pasti tak akan pernah mengemudi saat ia mabuk. Kecelakaan itu membuatnya harus beradaptasi dengan lingkungan penjara yang sulit. Saat ini ia mendapat kesempatan untuk bebas bersyarat. Dan ia siap kembali ke Paradise, rumahnya sebagai seorang remaja yang lebih dewasa lagi.

Ternyata hidup sebagai seorang mantan pesakitan dari penjara makin membuat hidup Caleb sulit. Baru tiba di rumah, Ayahnya cuek padanya. Ibunya berpura-pura semuanya baik-baik saja bahkan mengadakan pesta penyambutan dirinya seolah Caleb baru saja pulang dari perjalanan jauh. Saudara kembarnya, Leah, menarik diri dari pergaulan, berubah menjadi cewek gothik.

Disekolah keadaan lebih parah lagi. Setiap Caleb berada semua pasang mata seisi sekolah memandangnya. Menunggunya berbuat khilaf lagi. Teman-teman yang dulu dekatnya mulai menjadikan keadaannya dipenjara sebagai bahan lelucon. Orangtua temannya melarang anak mereka untuk bergaul dengan Caleb. Belum lagi Maggie yang selalu saja sinis memandangnya. Padahal Caleb sudah mendapat cukup banyak pelajaran atas kejadian tabrakan itu. Situasi membuat Caleb dan Maggie harus dekat kembali. Mau tidak mau. Meskipun terasa sangat canggung bagi mereka. Teapt ketika Caleb mengira Maggie telah memaafkannya, Maggie pun balas dendam terhadapnya.

Oke!! review saya terdengar dangkal banget. Tapi sebenarnya dibukunya tidak sedatar dan sedangkal review ini. Sepanjang cerita hingga halaman terakhir, emosi selalu silih berganti saya rasakan. Simpati pada keadaan Caleb dan Maggie. Simpati pada perjuangan mereka untuk berusaha hidup normal dan melupakan kejadian masa lalu dengan cara mereka masing-masing.

Rasa marah dan ingin ngegampar ibunya Caleb, Leah, dan Kendra. Ibu Caleb kok bisa-bisanya bersikap seolah-olah Caleb baru saja pulang dari liburan panjang. Tidak peduli keadaan psikis Caleb yang tidak menentu yang masih bingung atas rasa bebas yang baru ia rasakan. Leah yang terlalu egois dan pengecut. Pasang aksi lempar batu sembunyi tangan, padahal hanya Caleb satu-satunya saudaranya. Kendra yang super manipulatif dan menyebalkan. 

Mengambil rentang umur dewasa muda bukan berarti cerita dalam buku ini hanya berisi tentang cerita cinta ala remaja. Ada cerita tentang keluarga. Cerita tentang keberanian untuk jujur meski menakutkan dan menyakitkan. Covernya sendiri masih dalam batas aman meski mengingatkan saya pada cover Perfect Chemistry versi Penerbit Terakota. Dari 11 edisi buku ini yang tercatat di  goodreads covernya tak banyak mengalami perubahan, namun favorit saya jatuh versi penerbit Editorial Versatil pada tahun 2012 dalam bahasa Spanyol.

Trivia : Paradise merupakan salah satu daerah yang terletak di negara bagian Illinois, Amerika.

@ Halmahera
16052013


Wednesday, 1 August 2012

#49 Hunger Games #3 - Mockingjay by Suzanne Collins


"Aku bergelung, membuat tubuhku menciut, berusaha menghilang sepenuhnya. Kubungkus diriku dalam keheningan, kuputar-putar gelang yang bertuliskan GANGGUAN MENTAL." (p. 380)

Buku penutup dari trilogi Hunger Games ini membuat saya tak ingin membacanya karena jika buku ini tamat dibaca maka kisah Katniss, cewek paling mantap disejagat raya ini pun akan selesai. Padahal saya sudah dibuat begitu penasaran pada ending yang gregetan di buku kedua.

Katniss berhasil diselamatkan oleh Haymitch dan Plutarch Haevensbee dari arena Quarter Quell menuju Distrik 13. Distrik 13 selama ini yang dikabarkan telah hancur total dan tidak memiliki kehidupan apa pun ternyata hanya berhirbenasi,. Mereka bergerak di bawah tanah dan sekarang telah siap dengan segala peralatan dan personil untuk menyerang Capitol dengan pimpinan seorang presiden wanita bernama Coin. Distrik 12 sendiri telah hancur lebur diserang Capitol pasca Quarter Quell, sementara penduduk yang selamat bergabung ke Distrik 13.

Di Distrik 13 Katniss sebagai simbol pemberontakan diajak bergabung untuk menyerang Capitol. Katniss sendiri memang punya maksud untuk menyerang Capitol khususnya Presiden Snow yang dianggapnya telah membunuh Peeta. Tepat saat Katniss mengira Peeta telah tiada, Peeta muncul di televisi melakukan wawancara dengan Caesar Flickerman, pembawa acara Hunger Games. Sayangnya Peeta kini telah berpihak pada Capitol.

Penyerbuan ke Capitol telah dipersiapkan dengan matang oleh para petinggi Distrik 13. Sebagai Mockingjay jelas Katniss tak akan diizinkan turun ke garis depan. Jika Katniss meninggal siapa yang akan mengobarkan semangat para pemberontak? Maka diatur jugalah kegiatan propaganda yang menggambarkan Katniss seolah-olah menyerang Capitol. Tapi bukan Katniss namanya jika ia duduk tenang-tenang di Distrik 13. Dia memaksa ikut pasukan datang ke distrik yang lain. Propaganda itu berhasil. Distrik-distrik yang semula berjuang sendiri-sendiri kini mulai bersatu padu.

Meski tampil sebagai sosok Mockingjay yang tegar, kuat dan berambisi, jauh di dalam dirinya Katniss masih mencemaskan keadaan Peeta. Hingga akhirnya ia berkesempatan untuk bertemu dengan Peeta. Bukannya memeluk Katniss, Peeta malah berusaha keras mencekik leher Katniss.

Ah Peeta... Melihat sosoknya di Mockingjay ini saya jadi teringat pada para remaja pelaku bom bunuh diri yang marak beberapa tahun lalu. Mereka menjalani brain wash dan melakukan segala hal diluar kendali mereka. Katniss saat ini bagi Peeta adalah seorang mutt (makhluk jadi-jadian hasil rekayasa Capitol) dan bermaksud untuk membunuhnya. Duh ya... Malang banget liat Katniss. Berhasil melihat Peeta dengan mata kepalanya sendiri, eh ternyata si Peeta malah nggak senang melihatnya.

Peeta dibawa ke Distrik 13, diborgol, dan diawasi segala gerak-geriknya. Setiap hal yang menyangkut Katniss dilarang untuk dibahas dengannya. Karena setiap mendengar nama Katniss, ia langsung berubah beringas dan berusaha menyerang siapa saja yang ada didekatnya. Satu-satunya orang yang bisa mendekati Peeta adalah Delly. Teman mereka saat di Distrik 12 dulu.

"Jika dia membumbui cerita tentangku agar jauh lebih baik, aku menghargai usahanya. Sejujurnya aku butuh sedikit bumbu itu." (p. 262)

Dua jempol untuk trilogi ini. Ditutup dengan ending yang tak dipaksakan meski ada banyak tokoh yang dikisahkan mati, tapi bukankah seperti itulah perang. Mengorbankan banyak nyawa tak bersalah demi sebuah tujuan yang terkadang hanya kepentingan pribadi. 

Romannya tepat, tidak terlalu menye-menye. Katniss sebagai tokoh sentral diantara Gale dan Peeta pun tak aji mumpung. Mumpung gak ada Peeta, flirting dengan Gale. Mumpung gak ada Gale, flirting dengan Peeta. Gak ada sama sekali. Gale dan Peeta pun sama-sama sosok yang setara. Sama-sama punya andil dalam hidup Katniss. Sama-sama tepat untuk Katniss. Satu-satunya kesalahan pada sosok yang tak terpilih hanyalah karena masalah waktu. Ia datang pada waktu yang tak tepat. Right person, wrong time.

"Katniss akan memilih orang yang menurutnya tanpa keberadaan pria itu tak sanggup membuatnya bertahan hidup." (p. 356)

Pic taken from here

Judul : Mockingjay
Penulis : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 432 halaman
Serial : Hunger Games Trilogy #3
Kategori : Young Adult
ISBN : 9789792278439
Rating : 5 dari 5 smileys untuk  Katniss, si gadis pemberontak yang pantang menyerah

PS : proyek baca bareng @OceMei dan @Alvina13



Saturday, 21 July 2012

#45 Hunger Games #2 - Catching Fire by Suzanne Collins


Menutup buku kedua dari trilogi Hunger Games ini saya langsung ingat pada ungkapan terkenal milik mantan presiden pertama Indonesia, Soekarmo. "Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia."

Tindakan Katniss memakan poison berry bersama Peeta dianggap menentang pemerintah yang dipimpin Presiden Snow. Sosok Katniss dan pin bergambar burung Mockingjay pun menjadi simbol perlawanan warga Panem atas ketidakadilan yang mereka alami yang berlangsung di beberapa distrik. 

Di Distrik 12 sendiri, keadaan masih relatif aman. Katniss dan Peeta pun pindah ke Desa Pemenang. Keadaan mereka memang relatif jauh lebih bagus dibandingkan saat Katniss belum menjadi pemenang Hunger Games, tapi Katniss mulai gundah. Ia merasa seperti mengkhianati Gale yang begitu baik padanya sekaligus merasa tidak nyaman saat dekat dengan Peeta. Di tengah-tengah kegundahan itu mendadak ia kedatangan tamu penting. Presiden Snow. Sang Presiden berkunjung ke rumahnya dan mulai memberikan ancaman terselubung kepada Katniss atas tindakan diakhir Hunger Games kemarin.

 Katniss dan Peeta pun kembali ke arena. Ada permainan lain yang harus dimenangkan. Sebagai sebuah tradisi yang semakin memberikan rasa tidak aman kepada warganya, disela-sela Hunger Games diadakan sebuah permainan bernama Quarter Quell yang pada intinya semua pemenang Hunger Games yang masih hidup kembali bertanding di arena Hunger Games. Katniss mulai membulatkan tekadnya untuk menyelamatkan hidup Peeta, karena keadaannya sendiri sudah tidak aman akibat ancaman Presiden Snow.

 "Mimpi-mimpi burukku biasanya tentang kehilangan dirimu. Aku baik-baik saja setelah aku sadar kau ada di sini." (p. 100)

Sulit bagi Katniss untuk menentukan siapa lawan siapa kawan di Quarter Quell. Ada banyak orang yang tak layak lagi ikut bertanding namun terpaksa harus bertanding. Orang-orang yang berusia rata-rata jauh diatas ia dan Peeta. Ada yang sudah rabun, ada pecandu morfin, ada yang badannya begitu ringkih, namun semua memiliki kemampuan yang patut diacungi jempol.

Di arena permainan, tantangan dan hambatan yang dialami para peserta jauh lebih mengerikan dibandingkan yang mereka hadapi di Hunger Games. Tak ada lagi peralatan pendukung hidup kecuali yang bisa digunakan sebagai senjata. Mereka semua bertahan hidup hanya mengandalkan pengetahuan yang mereka miliki  tentang alam liar. Ketika akhirnya Katniss mulai percaya pada satu orang yang menurutnya bisa diandalkan untuk membantunya ia malah mendapati dirinya diserang hingga tak sadarkan diri. Saat bangun, ia tak lagi berada di hutan arena permainan, melainkan berada di ranjang rumah sakit dengan kedua tangan terikat kuat dan Peeta tak ada bersamanya.

"Mereka bisa memompakan apa pun yang mereka mau ke lenganku, tapi butuh lebih dari sekedar tabung untuk membuat orang mau bertahan saat keinginannya untuk hidup sudah pupus." (p. 418)

Suzanne Collins menutup cerita kedua ini dengan begitu apik. Benak pembaca langsung dipenuhi apa yang terjadi dengan Katniss, Peeta, dan Distrik 12 selanjutnya. Saya pun menutup buku ini dengan tatapan tidak percaya seraya berkata "Hah? Habis? Mana lanjutannya ini? Masa gantung gini ceritanya?"

Di awal cerita saya sempat bermaksud berhenti saja membaca buku ini karena mulai tampak tanda-tanda cinta segitiga yang menye-menye yang bakalan berakhir dengan "cinta ditolak dukun bertindak, cinta diterima dukun merana." Dan memang.... saya salah. Ketegangan ala Hunger Games masih berlangsung di buku kedua ini. Dan... seperti yang terjadi pada buku pertama, saya tak sabar untuk membaca buku ketiganya... Tapi... yang sedikit menganggu benak saya, buku pertama dan buku ketiga tak memakai judul sadurannya, kenapa buku kedua ini harus ada judul sadurannya??? Meskipun judul sadurannya benar-benar tepat

Judul : Catching Fire
Judul Saduran : Tersulut
Penulis : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Serial : Hunger Games Trilogy #2
Kategori : Young Adult
ISBN : 9789792259810
Rating : 4 dari 5 smileys untuk Katniss, sang gadis pemberontak
PS : Proyek Baca Bareng OceMei... Review OceMei untuk Catching Fire bisa dilihat blognya OceMei's Little World



Thursday, 19 July 2012

#44 Hunger Games #1 - The Hunger Games by Suzanne Collins


Pemerintah, baik itu dalam skala besar seperti negara ataupun skala kecil seperti RT/RW, tentu amat sangat berkewajiban memberi rasa aman bagi setiap warganya tanpa terkecuali. Bagaimana jika ternyata kewajiban itu berubah 180 derajat? Bukannya memberi rasa aman, pemerintah malah meneror setiap warganya.

Adalah Panem, yang beribukota di Capitol, dimana setiap tahun pemerintahan negara tersebut mengadakan sebuah permainan bernama Hunger Games, yang diikuti oleh 12 distrik (sejenis provinsi) di negara tersebut. Masing-masing distrik diwajibkan mengirim satu laki-laki dan satu perempuan melalui sebuah undian dalam Hunger Games. Sebagai hadiah, satu pemenang Hunger Games dan distriknya berhak mendapatkan kelimpahan makanan selama setahun. Hal ini cukup menggiurkan mengingat hampir semua distrik yang ada termasuk dalam distrik miskin. Agar adil, sejak seleksi hingga pengumuman pemenang, Hunger Games disiarkan live lewat jaringan televisi.

Sepertinya Hunger Games terkesan mudah. Namun ternyata tidaklah semudah yang dibayangkan. Setiap peserta dinyatakan gugur dalam Hunger Games bila ia memang gugur dalam permainan tersebut. Ya, gugur dalam pengertian meninggal. Peserta Hunger Games pun tidak sembarangan. Hanya yang berumur 12 hingga 18 tahun yang diperbolehkan mengikuti permainan tersebut. Siapa yang sanggup melihat para remaja tersebut saling menghabisi demi mendapatkan predikat juara? Itulah yang dilakukan pemerintahan Panem. Menebarkan teror dalam bentuk permainan yang mempertaruhkan nyawa dan melibatkan remaja. Hal ini dilakukan pemerintahan tersebut sebagai pengingat kepada warganya akan kejadian pemberontakan bertahun-tahun silam.

Katniss Everdeen, remaja 16 tahun menggantikan sang adik yang terpilih mengikuti Hunger Games. Rasa sayang dan tanggung jawab atas keselamatan keluarganya sejak umur 11 tahun ketika sang ayah meninggal dunia di pertambangan batu bara dan sang ibu jatuh dalam depresi berkepanjangan. Untuk menghidupi keluarganya, Katniss berburu secara ilegal di hutan yang dijaga ketat oleh pasukan Penjaga Perdamaian. Dalam perburuan itu dia bertemu dengan Gale, yang berusia 2 tahun lebih tua, dan menjadi partner berburu Katniss yang hebat.

Kembali ke Hunger Games, satu lagi warga yang mewakili Distrik 12 adalah Peeta Mellark. Anak laki-laki  pemilik toko roti yang beberapa tahun lalu pernah membantu Katniss saat ia kelaparan dan putus asa mendapatkan uang untuk membeli makanan. Berdua mereka mereka saling bantu dalam pertandingan Hunger Games hingga di titik akhir mereka harus saling bunuh demi menjadi pemenang Hunger Games, karena Hunger Games hanya mengenal satu pemenang.

Katniss, sosok remaja yang harus menjadi teladan bagi remaja saat ini. Kerasnya hidup yang Katniss jalani menjelang masa remajanya menempa Katniss menjadi sosok yang tangguh, pemberani, pantang menyerah dan tidak cengeng. Hal itu jugalah yang membuat Katniss tak mengalami masa-masa cinta monyet sehingga saat perhatian bertubi-tubi datang padanya baik dari Gale maupun Peeta, ia tak mengenali arti perhatian, ucapan, ataupun bahasa tubuh mereka.

Pic taken from here
 Urusan cover, jelas tak perlu dikomentari lagi. Sudah mantap. Urusan tipu-menipu typo menypo karena buku yang saya pegang ini sudah cetakan yang kesekian jadi tentu saja sudah dilakukan koreksi. Yang jelas, menyelesaikan buku pertama dari trilogi Hunger Games ini membuat saya tak sabar untuk lanjut membaca buku kedua, Catching Fire.

Penulis : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Serial : Hunger Games Trilogy #1
Kategori : Young Adult
ISBN : 9789792250756
Rating : 5 dari 5 smileys untuk Katniss Everdeen

PS :
  1. Proyek baca bareng @OceMei... Lihat apa ceritanya tentang Hunger Games di OceMei's Little World - The Hunger Games 
  2. Review ini memang terlalu singkat untuk buku berbintang 5 seperti ini, harap dimaklumi karena review ini dikerjakan disela-sela rapat monitoring dan evaluasi. Jadi harus sembunyi-sembunyi agar tak ketahuan si bos...


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...