Saturday, 30 November 2013

#120 In Death #11 - Judgement In Death by J.D. Robb

Sub Judul : Penghakiman Dalam Kematian
Penulis : J.D. Robb
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Februari 2011 (terbit pertama pada 2000)
Tebal : 520 halaman (paperback)
Genre : Romantic Suspense
ISBN : 978-979-22-6753-2

SINOPSIS

Ketika dipanggil ke lokasi pembunuhan di kelab malam kelas atas bernama Purgatory, Letnan Eve Dallas menemukan dua kejutan yang tidak menyenangkan: korbannya ternyata sesama polisi, dan pemilik Purgatory tidak lain dan tidak bukan adalah Roarke. Dari penyelidikan selanjutnya, diketahui bahwa polisi yang tewas itu pernah bergabung dalam gugus tugas yang bertujuan menangkap mafia kenamaan, Max Ricker. Sayangnya, Ricker berhasil lolos dari hukuman akibat bukti yang hilang secara misterius dan data yang tidak lengkap.

Tetapi, jika motifnya pembalasan dendam, mengapa Ricker mengincar polisi yang hanya membantu mengumpulkan data, alih-alih detektif yang menangkapnya?

Dalam upayanya mengungkap teka-teki ini, Eve menemukan kaitan demi kaitan, baik pada masa lalu maupun masa kini, antara Ricker dan Roarke, antara Ricker dan kedua korban, bahkan antara Ricker dan dirinya sendiri.
REVIEW
Rasanya mustahil bagi Eve untuk memisahkan diri antara pekerjaan dengan status sang suami. Benar saja, kasus pembunuhan kali ini terjadi di kelab malam milik Roarke. Dan korbannya adalah anggota sesama polisi di kesatuan Eve yang sedang menyamar di Purgatory, nama kelab malam itu. 

Penyelidikan Eve tak berjalan mulus. Ia dihadang oleh kesatuan lain yang ingin menutup kasus itu. Salah satunya dari Provos. Webster, teman lama Eve yang kini sudah pindah ke Provos meminta Eve secara halus untuk menutup kasus itu. Dan tekanan itu semakin kuat ketika seorang polisi lain ditemukan kembali dalam keadaan tak bernyawa. Keduanya sama-sama pernah berupaya menangkap sang mafia, Max Ricker.

Oke, apa yang berbeda pada buku ini dibanding yang lain. Roarke. Sang milyader yang biasanya tampil dingin itu kali ini bisa juga merasa cemburu bahkan terlibat baku hantam dengan Webster. Iya. Roarke tahu jika Webster punya perasaan khusus pada Eve. Dan itu makin membuat sosok Roarke semakin tampak manusiawi.

Tidak cuma bisa cemburu. tapi Roarke juga bisa marah luar biasa pada Eve. Mereka mengalami pertengakaran rumah tangga yang gila-gilaan untuk pertama kalinya di buku ini, meski usaha buat berbaikannya cukup bisa diacungi jempol #uhuk


Rating : 4 of 5 stars



@ Medan 
23112013

No comments:

Post a comment

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...