Showing posts with label Event. Show all posts
Showing posts with label Event. Show all posts

Friday, 14 April 2017

#BBIHUT6 - 5 Perpus Di Dunia Yang Ingin Kudatangi

Kapan terakhir kali kamu ke perpustakaan? Kalau saya sih sudah lebih dari lima tahun yang lalu. Saat itu perpustakaan yang saya datangi adalah perpustakaan fakultas dan keperluan saya disana adalah meminta Surat Pernyataan Bebas Pustaka sebagai persyaratan wisuda. Kalau kamu kapan terakhir kali ke perpustakaan?

Perpustakaan tumbuh seiring perkembangan peradaban manusia. Ada banyak bukti sejarah yang membuktikan adanya perpustakaan di masing-masing era manusia, entah itu sebelum ataupun sesudah Masehi. Meski beberapa perpustakaan di Indonesia banyak yang menganut konsep "yang penting ada" aka. "hidup segan mati tak mau" tapi Indonesia boleh berbangga hati punya perpustakaan megah seperti Perpustakaan UI dan Perpustakaan Soeman HS di Pekanbaru. Dua perpustakaan itu menjadi destinasi impian saya jika suatu saat nanti bisa berkunjung ke Jakarta atau Pekanbaru.

Tapi kali ini saya ingin berbicara tentang destinasi perpustakaan impian saya yang tersebar di seluruh dunia. Kita lihat perpustakaan apa saja itu...

sumber : website The Royal Library
5. The Royal Library @ Copenhagen, Denmark

The Royal Library adalah perpustakaan nasional negara Denmark sekaligus perpustakaan Universitas Copenhagen. Perpustakaan ini juga merupakan perpustakaan terbesar di jazirah Skandinavia. Perpustakaan ini didirikan pada tahun 1648 oleh King Frederik III yang kemudian baru dibuka untuk umum pada tahun 1793. Saat ini The Royal Library mempunyai 5 area utama perpustakaan dimana perpustakaan utama terletak di Slotsholmen, Pelabuhan Copenhagen yang gedung perpustakaannya lebih dikenal dengan The Black Building. Sementara 4 area lainnya merupakan perpustakaan fakultas Universitas Copenhagen yang letak tersebar di seluruh area Copenhagen.

Thursday, 13 April 2017

#BBIHUT6 - Dear Bebi...

Dear Bebi...

Ternyata sudah enam tahun kebersamaan ini. Jika dipikir-pikir enam tahun itu bukanlah waktu yang singkat tapi rasanya juga terlalu cepat berlalu. Perjalanan enam tahun ini akan kucoba merangkumnya dalam srbuah cerita tentangmu dan tentunya tentangku juga.

Di Oktober 2011 saat masih menjalani penempatan di Halmahera mendadak aku merasa bosan luar biasa di rumah dinas. Browsing sana-sini mengantarkanku pada keputusan untuk membuat blog buku. Dan terciptalah blog bukuku di Wordpress yang kemudian kupindahkan ke Blogspot.

Blog buku itu kunamakan Celoteh Putri Tentang Buku yang kemudian kupersingkat menjadi Celoteh Putri. Blog Celoteh Putri kemudian "ditemukan" oleh Ana @ Bukumoo lantas kemudian dimasukkan dalam daftar Blog Buku Indonesia. Dan resmilah aku bergabung dalam Blog Buku Indonesia.

Dear Bebi...

Di tahun 2012 hal yang paling kuingat tentang kamu adalah kopdar pertamaku dengan BBI-ers Medan OceMei @ Si Kutubuku Ocemei. Saat itu kami bertemu di Gramedia Jalan Gadjah Mada dan aku masih ingat aku kalap membeli banyak buku lantas dikirim ke Halmahera. Kamu tahu Beb? Bahkan beberapa buku itu kubawa pulang ke Medan dan belum kubaca hingga kini >.< Tahun 2012 juga pertama kalinya aku mengikuti event Secret Santa. Apa sih yang paling kuingat tentang acara tersebut? Santaku yang memberikan riddle yang yah... begitulah. Makan hati Beb mengingatnya.

source

Wednesday, 12 April 2017

#BBIHUT6 - Once Upon A Time In Bookstore

Hampir setiap orang pasti pernah ke toko buku. Entah untuk membeli buku atau membeli alat tulis. Entah untuk pemakaian pribadi atau pemakaian orang lain. Buat para bookworm toko buku adalah sekeping surga yang jatuh ke bumi. Mau itu toko buku kecil atau pun toko buku besar, pasti selalu ada perasaan senag ketika mengetahui jika di sebuah daerah yang didatangi atau ditinggali terdapat toko buku. Jika ternyata koleksinya tidak lengkap itu urusan belakangan.

Ketika sedang menjadi penempatan di Halmahera, saya ingat pertama kali yang saya lakukan ketika mendapat pemberitahuan kalau saya akan ditempatkan di Halmahera adalah mencari tahu apakah ada toko buku di daerah Halmahera dan sekitarnya. Dan saya mendapatkan jawaban toko buku terdekat di Halmahera dan sekitarnya berada di Kota Ambon. Lah.. itu kan sudah beda provinsi. Yang satu Maluku Utara dan yang lain Maluku.

Malam pertama saya berada di Maluku Utara saya sudah berhasil medapatkan toko buku terbesar di provinsi tersebut. Syukurlah toko buku dengan banyak cabang di seluruh Indonesia membuka cabang di Ternate. Selama dua tahun saya harus puas dengan toko buku tersebut karena pada saat itu toko buku online belum begitu marak. Dan karena pemekaran provinsi, entah kenapa provinsi Maluku Utara tak masuk dalam daftar ekspedisi toko buku online. Mereka hanya menampilkan provinsi Maluku.

Libreria El Ateneo Grand Splendid @ Buenos Aires, Argentina
Beberapa kali saya berkunjung ke toko buku terbesar di Ternate saya harus puas dengan pelayanan mereka yang ya... begitu lah. Ada banyak pramuniaga yang tidak mengetahui judul dan penulis buku yang mereka jual disana. Mendengar nama penulisnya saja asing apalagi tahu judul bukunya. Saya paham kok, tidak setiap pramuniaga yang bekerja di toko buku itu suka membaca. Namun ketika sudah bekerja di toko buku mau tidak mau setiap orang yang bekerja disana harus familiar dengan beberapa nama-nama penulis khususnya penulis tenar.

Bayangkan saja, kamu ingin mencari buku berjudul Titik Nol karya Agustinus Wibowo namun mbak pramuniaganya menuliskan "Titik Nol" di kolom "Pengarang". Sampai lebaran badak pun tidak akan keluar penulis bernama Titik Nol .____. Atau ketika kamu mau mencari buku Sunset Bersama Rosie karya Tere Liye tapi mbak pramuniaganya berulang kali bertanya "Tere siapa namanya mbak?" kepadamu. Lumayan bikin nabok manja si mbak ya kan?

Tuesday, 11 April 2017

#BBIHUT6 - Hallo Wawa...

Berkesempatan untuk mewawancarai anggota BBI bernomor anggota 16xxx atau 17xxx membuat saya bersyukur karena bisa mengenal anggota baru BBI dengan lebih dekat. Maklum, sebagai anggota lama saya kurang bergaul dengan anggota-anggota baru. Dan kali ini saya berkesempatan untuk mewawancarai :


Saya sudah menyiapkan semacam interview dengan Wawa. Yuk kita simak interview dengan Wawa : (tulisan yang di-bold hitam itu menandakan pertanyaan dari saya, tulisan yang berwarna merah merupakan jawaban dari Wawa, dan tulisan hitam bercetak miring merupakan komentar saya yang gak gitu penting juga sih buat dibaca ;p)

Cerita dong tentang diri kamu. Kamu tinggal dimana? Saat ini kesibukan kamu apa? Kuliah atau kerja?

Nama lengkapku Nurwahidah Ramadhani Waruwu, tapi biasa dipanggil Wahidah atau Wawa. Sejak lahir sampe SMA aku tinggal di Pangkalan Berandan bersama orang tua, tapi karena sekarang lagi kuliah, aku stay di Medan, ngekos dekat kampus. Aku kuliah di Universitas Negeri Medan, program studi pendidikan bahasa Inggris, semester lelah, wkwkwkwk. Ya doakan ya skripsweetnya cepat selesai. Hehe.

(wah.... ternyata kami "bertetangga" nih. Wawa kapan-kapan main ya ke rumahku. Sebelum tamat gitu :p Ohya... ada yang unik nih dengan nama kami berdua. Wawa punya nama Wahidah dan saya punya nama tengah "Wahdiah". Cuma beda susunan huruf doang ^^))

Kamu punya hobi lain selain membaca gak? Cerita dong.

Ada dong, kak. Aku suka nulis, nonton drama korea, nonton anime, dan diskusi. 

Aku suka cerita lewat tulisan. Bisa dibilang sampe saat ini aku anak tunggal (iya, masih pengen punya adik), sejak kecil aku nggak terlalu sering main di luar rumah, jadi agak introvert gitu. Saat masih kecil, aku juga dibatasi nonton TV sama ayah. Yang bisa kulakukan yaa baca buku. Nah, karena sering baca, aku jadi pengen nulis. Awalnya nulis curhatan di buku diari, lanjut nulis novel abal-abal di buku tulis pake pensil, pas udah kenal facebook, aku nulis cerpen di notes fb, setelah itu aku mulai ngeblog di wawhacuza.blogspot.co.id. Blog itu niatnya untuk arsipin cerpen-cerpenku, tapi lama kelamaan isinya campur-campur (ada curhat, tips, dll). 


Monday, 10 April 2017

#BBIHUT6 - 5 Penulis Lama Yang Baru Kukenal


Setiap bulannya ada banyak penulis baru dan buku yang baru terbit. Bagi saya pribadi, setelah beberapa kali merasakan kekecewaan karena ketidakpuasan terhadap beberapa buku dari penulis yang baru saya baca, saya menjadi takut untuk membaca buku baru dari penulis baru. Namun yang namanya manusia, pasti ada saja beberapa buku dari penulis-penulis yang belum pernah saya baca menggoda untuk dibaca. Apalagi ketika penerbit buku tersebut dengan gencarnya mempromosikan buku-buku itu.

Dan... 5 penulis yang berhasil menarik perhatian saya sejak April 2016 - April 2017 adalah :

source
1. Marissa Meyer

Merupakan penulis The Lunar Chronicles yang merupakan re-telling dari beberapa dongeng klasik seperti Cinderella, Gadis Berkerudung Merah, Rapunzel, hingga Putri Salju. Cerita yang ditulis Marissa Meyer mengambil setting di masa depan, di bumi dan di bulan. Sebenarnya saya sudah cukup penasaran pada serial The Lunar Chronicles ini sejak pertama kali diterbitkan di Amerika sono. Namun memikirkan membaca serial tersebut dalam bahasa Inggris membuat saya mengambil langkah mundur. 

Keinginan untuk membaca serial The Lunar Chronicles muncul kembali ketika Penerbit Spring mulai wara-wiri di beranda Instagram saya memamerkan buku-buku serial The Lunar Chronicles. Ditambah lagi potongan-potongan kekaguman pembaca serial ini terhadap salah satu tokoh pria protagonis, Pangeran Kai sukses membuat saya penasaran berat. Dan akhirnya saya berhasil membaca serial ini. Sayang buku-buku Marissa Meyer ini belum saya review di blog 😐😐

source
2. Sheila Roberts

Saya mulai penasaran pada penulis satu ini sejak saya menonton drama televisi dari Hallmark Channel yang merupakan adaptasi dari novel Sheila Roberts berjudul The Nine Lives Of Christmas. Sheila Roberts merupakan penulis yang lumayan aktif. Dirinya telah menulis lebih dari 15 buku bergenre contemporary romance yang laris di pasaran. Sheila Roberts kini tinggal di Pacific Northwest di Washington. 

Selain menulis buku romance, Sheila Roberts sering menyelipkan beberapa resep masakan di buku-buku yang ditulisnya. Buku Sheila Roberts yang saya baca baru The Nine Lives Of Christmas (baca review buku disini dan review filmnya disini) dan Three Christmas Wishes (baca review saya disini). Sejauh ini saya menyenangi gaya menulis Sheila Roberts. Apalagi dirinya sangat menekankan pada cerita pendukung yang erat dengan nuansa kekeluargaan. Setidaknya dari dua buku yang sudah saya baca, saya menangkap hal tersebut.

Wednesday, 22 February 2017

BBI Share The Love : 10 Novel Thriller/Misteri Indonesia Ini Nggak Kalah Keren Dibandingkan Karya Penulis Luar


Hai... postingan kedua nih dari Frida. Kali ini Frida akan bercerita tentang novel thriller / misteri karya penulis lokal yang dijamin nggak kalah serunya dari karya penulis luar. Baca yuk tulisan dari Frida..

------------------------------------------------------

10 Novel Thriller/Misteri Indonesia Ini Nggak Kalah Keren Dibandingkan Karya Penulis Luar

Genre thriller dan misteri sering banget tumpang-tindih dalam satu buku. Saya punya pemahaman, dibantu penjelasan dari Goodreads, kalau perbedaan keduanya begini: thriller, suatu teror atau semacamnya sedang terjadi dan tokoh utama berusaha menghadapinya. Sementara itu, di genre misteri, suatu kasus telah terjadi dan tokoh utama, biasanya semacam detektif, berusaha untuk memecahkan kasus tersebut. Tapi, mungkin kamu sering menjumpai kisah detektif yang diteror pelaku saat berusaha memecahkan kasus. Inilah salah satu contoh munculnya thriller-misteri.

Barangkali kamu seperti saya, sejak remaja kadung akrab dengan novel thriller/misteri karya penulis luar negeri, seperti seri Lima Sekawan, Trio Detektif, Pasukan Mau Tahu, Kalle Blomkvist-nya Astrid Lindgren, Sherlock Holmes, novel Agatha Christie, seri Fear Street-nya R. L. Stine. Lantas bertanya-tanya, ada nggak, sih, novel thriller/misteri yang bagus, karya penulis Indonesia? Nah, berikut ini adalah beberapa rekomendasi dari saya. Tentunya masih banyak yang lain yang belum saya baca, jadi jangan ragu untuk menambahkan di kolom komentar ^^

Tuesday, 21 February 2017

BBI Share The Love : Novel Fantasi Bintang 5 Versi Frida


Hallo...

Selama dua hari ke depan saya akan menampilkan postingan tamu dari Frida @ The Reveter dalam rangka BBI Share The Love.

---------------------------------------------------------

Saya selalu merasa bahwa genre fiksi favorit saya salah satunya adalah fantasi. Namun setelah mengubek-ubek rak Goodreads saya, ternyata bisa dibilang, buku fantasi yang sudah saya baca nggak banyak. Saya saja belum pernah baca satu pun novel J. R. R. Tolkien, C. S. Lewis, Rick Riordan, Cassandra Clare, dan banyak lagi. 

Bisa-bisanya saya menobatkan diri sebagai penggemar novel fantasi >_<. Mungkin sejak suka baca Harry Potter sih, saya jadi pede merasa bahwa sudah seharusnya fantasi jadi favorit saya LOL. Tapi memang saya suka fantasi dan surealisme, karena itu seperti pintu menuju dunia lain tempat saya bisa melarikan diri dari dunia saya yang begini-begini aja. Hmm, kadang-kadang dunia saya kasih kejutan, sih. Tapi, kan nggak bakal saya bisa ketemu griffin, unicorn, monster, dll, di dunia beneran ini.

Genre fantasi terdiri dari beberapa sub-genre, yang lebih baik nggak usah saya jelasin, soalnya sebenarnya saya juga nggak terlalu concerned pada sub-subgenre itu, dan saya juga nggak mau sok tahu. Kalau ingin tahu lebih lanjut tentang subgenre tersebut, kamu baca di situs Goodreads (baca disini) atau portal PNFI (baca disini). Nah, terus sekarang saya mau ngapain, dong? Baiklah, saya akan membagikan beberapa buku fantasi yang pernah saya baca dan jadi favorit saya.

Novel Fantasi yang Saya Kasih Rating 5 di Goodreads

Tuesday, 14 February 2017

BBI Share The Love 2017


Haiii...

Hari ini 14 Februari serasa hari lope-lope di udara ya? Lope-lope dimana-mana. Maklum saja sih soalnya hari ini kan dikenal sebagai Valentine's Day. Tapi buat para bookworm hari ini adalah International Book Giving Day. Hari tuker-tukeran hadiah.

Buat para member BBI hari ini lebih spesial lagi karena hari ini dimulainya BBI Share The Love. Jadi BBI Share The Love itu perpaduan antara Secret Santa dengan guest post. Nah.. para peserta dibagi berpasang-pasangan dimana mereka saling memberi kado buku dan saling menjadi tamu di blog masing-masing. Jadi beberapa hari ke depan blog saya ini akan diramaikan oleh tulisan tamu blog ini. Kenalan yuk siapa tamu saya.


Nah... saya sudah menyiapkan semacam interview dengan Frida. Yuk kita simak interview dengan Frida : (tulisan yang di-bold hitam itu menandakan pertanyaan dari saya, tulisan yang berwarna merah merupakan jawaban dari Frida, dan tulisan hitam bercetak miring merupakan komentar saya yang gak gitu penting juga sih buat dibaca ;p)

Cerita dong tentang diri kamu. Kamu tinggal dimana? Saat ini kesibukan kamu apa?

Saya seorang INTP, jadi ya begitulah. Tahun kemarin saya hidup nomaden, tapi awal tahun ini saya menumpang hidup di rumah orang tua (yang saat ini sedang hampir kebanjiran) di dekat Sungai Silugonggo, Juwana, Pati. (Semoga orang tua saya tidak menganggap saya sebagai benalu.) Selama lima tahun terakhir, baru kali ini saya tinggal di rumah lebih dari dua minggu  berturut-turut.

Setelah hidup lima bulan di sebuah desa terpencil di Lampung dan bekerja keras menghadapi diri sendiri selama di sana, saat ini saya memutuskan untuk menjadi diri sendiri secara utuh dulu. Saya sibuk berusaha membabat timbunan buku yang terus meninggi, pun sibuk melahap stok film dan sepenuhnya menyerahkan diri pada inspirasi-inspirasi untuk menulis sambil menunggu kembalinya hasrat bertualang.

(jadi penasaran nih Frida itu sebenarnya kerjanya apaan yak? Soalnya mainan ke desa terpencil dan gak lama gitu. GAK LAMA PUT??? Ya gak lama juga sih kalau ngitung berdasarkan waktu pas aku lagi penempatan di daerah terpencil ^^)


Tuesday, 26 January 2016

LPM Kopdar BBI-ers Medan dan Korum BBI

Baiklah... saya mengaku...

Pengen bikin LPM tentang kopdar BBI-ers Medan dengan Kordinator Umum BBI kok ya nggak pernah nemu gitu pembukaan yang tepat. Jadi baiklah, LPM kali ini nggak usah pakai pembukaan yang berbunga-bunga.

Kamis, tanggal 7 Januari tiba-tiba Evyta @ Lensa Buku woro-woro di grup LINE BBI Medan (iya, nggak seperti grup BBI lain yang menggunakan WhatsApp, kami agak kekinian dengan menggunakan LINE) kalau Koordinator Umum BBI, Helvry Sinaga ada di Medan untuk keperluan kerjaan. Tapi sayangnya waktunya nggak lama, dan waktu kosong yang dimiliki Helvry juga mepet dengan kerjaannya. Akhirnya rencana pertemuan BBI-ers Medan dengan Pak Korum disepakati hanya bisa dilakukan oleh saya, Evyta, dan Lilis @ Purple Bookish.

Hari Jum'at tanggal 8 Januari sudah direncanakan kalau kami semua akan bertemu di Plaza Medan Fair pada hari Sabtu sore. Etapi.... Tepat di hari Sabtu rencana itu berubah kembali. Lokasi pertemuan kami tidak lagi di Plaza Medan Fair tapi di Stasiun Besar Kereta Api Medan. Saya sih dalem hati nanya gitu, kenapa gak pertemuannya sekalian ngantar Helvry ke Bandara Kuala Namu sambil naik KA Railink dan kita bisa nongkrong lama di bandara. Sekalian gitu mana tau ada pilot ganteng dan lajang kan bisa digebet #disambitrelkeretaapi

Friday, 31 July 2015

100 Hari Membaca Sastra Indonesia

credit : mbak Yuska

Saat iseng blogwalking ke blognya mbak Yuska saya nemu sesuatu yang menarik. Ada tantangan membaca buku karya penulis lokal selama 100 hari. Nama tantangannya "100 Hari Membaca Sastra Indonesia" yang berlangsung mulai 3 Juli sampai 10 Oktober 2015.

Syaratnya sih mudah aja, diantaranya :
  1. Membaca seridaknya satu karya sastra Indonesia. Karya sastra yang dimaksud disini adalah novel, kumpulan cerita, puisi, prosa, dll. Non fiksi tidak termasuk di dalamnya.
  2. Membuat resensi buku yang sudah dibaca. Buku yang dibaca boleh re-read tapi tetap harus membuat resensi baru.
  3. Event berlangsung 3 Juli - 10 Oktober 2015.
  4. Semua resensi yang dibuat harus disetor ke linky yang sudah disediakan hingga tanggal 15 Oktober 2015.

Saya sih berminat buat ikutan event ini. Untuk seorang moody reader seperti saya event seperti ini bisa memacu saya untuk membaca lebih banyak buku yang sebenernya sudah bertahun-tahun lalu nangkring di timbunan, tapi tidak pernah terbaca karena saya sedang tidak dalam mood untuk membaca buku karya penulis lokal.

Kalau kamu berminat untuk mengikuti event ini juga, silahkan main ke blognya mbak Yuska disini.

Thursday, 11 June 2015

Meet & Greet With Penulis Haru

Sebenarnya cerita ini sudah agak sedikit basi *emangnya makanan, Put* untuk diceritakan karena terjadi di bulan Mei yang lalu. Ya... tepat sebulan yang lalu deh.

sumber : facebook penerbit Haru

BBIers Medan kedatangan anggota baru. Domisilinya sih nggak tepat di kota Medan, tapi di kota Binjai. Setelah sekali gagal untuk kumpul bareng, tiba-tiba Viona mengirim pesan singkat tentang Meet and Greet bersama penulis Haru. Langsung aja deh, kita semua pada janjian ngumpul buat ketemuan lagi.

Tapi emang rencana itu nggak semulus harapan, ada aja halangan buat kita ngumpul menuju hari H. Mulai dari yang bingung mau ketemuan dimana secara Sun Plaza tempat berlangsungnya acara itu lumayan luas, mencari jam yang tepat untuk ketemuan soalnya OceMei @ OceMei's Little World dan Evyta @ Lensa Buku nggak bisa lama-lama berada di Sun Plaza, hingga Viona @ StarKing's Library yang ketinggalan kereta api ,_,

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...