Monday, 8 February 2016

Jodoh Untuk Naina by Nima Mumtaz

Judul : Jodoh Untuk Naina
Sub Judul : -
Serial : Le Mariage
Penulis : Nima Mumtaz
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun Terbit : April 2015 (pertama kali terbit pada April 2015)
Tebal : 254
ISBN : 9786020263489
Genre : Contemporary Romance

Format : ebook
Status : pinjam di iJakarta
Rating : 3/5

Blurb : Jodoh untuk Naina, Abah yang pilih. Naina ikhlas.
Tapi, kenapa Abah pilih dia?
Dia yang punya masa lalu kelam.
Dia yang pernah diarak keliling kampung karena berzina.
Dia yang tidak sempurna.
Mengapa Abah begitu yakin dia mampu menjadi imam Naina?
Bagaimana Naina harus menjalani kehidupan rumah tangga bersama pria yang tidak dia sukai, bahkan sebelum akad nikah?
Apakah dia adalah jodoh untuk Naina?

Review :

Naina Humairah, seorang gadis sederhana berumur 22 tahun dijodohkan oleh Abahnya dengan seorang pemuda berusia sepuluh tahun lebih tua dari Naina bernama Rizal Ayyashi. Ketika masih muda, Rizal pernah tertangkap sedang berzina dengan wanita yang sudah beristri. Akibat perbuatannya keluarga Rizal pun keluar dari kampung mereka karena menanggung malu.

Sebenarnya Naina enggan dijodohkan dengan Rizal. Apalagi kalau bukan karena skandal dan usia Rizal. Tapi karena Naina takut menolak perintah Abah, ia pun menerima perjodohan itu dengan hati hancur. Pernikahan pun terlaksana dengan lancar. Setelah menikah Rizal dan Naina tinggal di rumah Rizal. Meski sudah berstatus suami istri tapi mereka tinggal di kamar terpisah hingga berlangsung tiga bulan lamanya. Dan ketika Naina mengetahui kalau Rizal sering melakukan puasa sunnah demi menahan hasratnya terhadap sang istri, Naina pun luluh. Akhirnya mereka pun resmi menjadi suami istri, tidak hanya di atas kertas.

Ketika Naina merasa hidupnya telah sempurna,  wanita dari masa lalu Rizal hadir kembali dan ia menjawab lamaran Rizal untuk menjadi iatri kedua. Naina berang, karena selama ini Rizal telah membohonginya. Rizal pun tak segan mengulang kembali cerita masa lalunya dengan wanita diketahui bernama Latifah. Perceraian pun dilancarkan oleh Naina. Tapi, benarkah hati dan dirinya siap menjadi janda di usia 22 tahun, apalagi di dalam rahimnya bersemayam hasil hubungannya dengan Rizal.

Buat saya, Rizal termasuk kriteria suami idaman. Mau menerima istri apa adanya, meskipun sang istri luar biasa manja dan kerap merajuk karena hal-hal sepele. Tapi Rizal juga seorang laki-laki dengan harga diri yang tinggi. Ia bersikeras untuk menyelesaikan sendiri masalahnya dengan Naina meski Naina menolak menjawab telepon atau SMSnya. 

Tapi berbeda urusannya dengan Naina. Naina itu tipikal cewek manja yang buta untuk urusan suami istri meski untuk urusan rumah tangga ia jagonya karena telah ditinggal ibunda sejak usia 13 tahun. Naina itu juga suka mikir yang enggak-enggak. Ngapain juga dia punya pikiran kalau tetangganya bakal curiga dengan minimnya interaksi Naina dan Rizal dengan tetangga karena mereka sibuk berolahraga ranjang. 

Atau bagaimana Naina curiga pada pemikiran tetangganya yang melihat Rizal setiap pagi keluar dengan rambut basah pertanda habis mandi junub. Gak ada kali tetangga yang kepikiran macem-macem kalau melihat pasangan muda seperti Naina dan Rizal. Kalau pun ada pikiran yang macem-macem pada maklum kok, namanya juga penganten baru. Hal lain yang menyebalkan dari Naina itu sifat keras kepalanya yang gak ketulungan. Diajak bertukar pikiran oleh keluarganya tentang permasalahan yang dihadapinya, ngotot gak mau. Diajak bicara berdua dengan Rizal juga ogah. Nyebelin. 

Entahlah ya, dalam pemikiran saya, kalau kita menikah berarti itu kita siap untuk jadi dewasa, siap untuk tidak bersikap kekanakan. Makanya tingkah Naina agak kurang sesuai dengan pemikiran saya. Nuansa Islami dalam buku ini lumayan kental. Mulai dari istilah malam zafaf, doa pengantin baru, hingga untuk mengucapkan "i love you" saja harus pakai bahasa Arab.


No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...