Friday, 5 February 2016

Losing Hope (Hopeless #2) by Colleen Hoover

Judul : Losing Hope
Sub Judul : Segenap Daya
Serial : Hopeless #2
Penulis : Colleen Hoover
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : February 2015 (pertama kali terbit pada Juli 2013)
Tebal : 402
ISBN : 9786020312057
Genre : Young Adult

Format : ebook
Status : status pinjam di iJakarta
Rating : 4/5

Blurb : Lanjutan Hopeless

Terkadang kita harus kembali ke masa lalu, dan mengikhlaskan yang telah lalu, sebelum berani melangkah maju...

Dua gadis yang Dean Holder sayangi, direnggut darinya. Bertahun-tahun Holder didera rasa bersalah; andai saja ia mampu melindungi mereka berdua.

Terjebak masa lalu, Holder tak pernah menatap ke depan. Hingga Sky muncul. Gadis itu penyelamatnya. Harapannya. Kali ini, ia takkan mau kehilangan lagi.

Meski begitu, Holder tidak mengantisipasi kemungkinan duka kembali menghantamnya dan membuatnya tersungkur. Tapi sekarang, ia tidak sendirian. Bersama Sky, Holder akan berjuang untuk bertahan, dan tegar menghadapi tiap detiknya.


Review :

Dean Holder, biasa dipanggil Holder menemukan Less, saudari kembarnya meninggal akibat bunuh diri di kamarnya sendiri.  Malam sebelumnya Less baru saja putus dari pacarnya setelah Holder memberi tahu Less kalau Grayson, si pacar selingkuh darinya. Kejadian itu memukul Holder telak. Ia luluh lantak. Untuk yang kedua kalinya Holder kehilangan dua orang yang paling disayanginya.

Ketika masih kecil Holder kehilangan seorang gadis kecil yang menjadi tetangganya bertahun-tahun. Ia, Less, dan Hope, si gadis kecil adalah trio yang tak terpisahkan. Suatu hari seseorang menculik Hope di depan mata Holder. Tapi ia begitu takut untuk bercerita pada polisi tentang ciri-ciri si penculik. Bertahun-tahun Holder mencari Hope lewat jejaring sosial media namun hasilnya nihil. Hope seolah hilang ditelan bumi.

Akibat kematian Less, Holder terlibat perkelahian di sekolah. Semua orang menggosipkan kematian Less dan Holder pun naik darah mendengar semua cercaan itu. Hanya Daniel yang setia mendampingi Holder. Holder pun cuti sekolah selama setahun dan tinggal bersama sang Ayah di negara bagian yang lain. Sementara di sekolah beredar gosip kalau Holder masuk penjara anak nakal.

Ketika Holder kembali tinggal bersama sang ibu, ia mendapati kalau sang ibu tak pernah mengusik isi kamar Less dan kamarnya. Semua ditinggalkan seperti ketika Holder menemukan Less meninggal. Secara tak sengaja Holder menemukan buku harian yang tak pernah ditulis Less dan ia mulai menulis surat untuk Less. Bercerita tentang hidup tanpa Less.

Di sekolah Holder bertemu dengan seorang murid baru yang sangat membuatnya penasaran. Meski pertemuan pertamanya dengan si gadis bernama Sky bukan di sekolah namun di supermarket. Sky pun menunjukkan gelagat kalau ia tertarik pada Holder. Kedekatan mereka berlanjut hingga Holder berhasil membongkar masa lalu Sky yang amat sangat mengejutkan Holder.

Masa lalu Sky seolah menutupi perasaan kosong yang selama ini dirasakan oleh Holder setelah kepergian Hope dan kematian Less. Tapi Holder tidak siap untuk menerima kenyataan kalau Less mempunyai rahasia sendiri yang berkaitam dengan masa lalu Sky.

Dibandingkan dengan Hopeless, saya jauh lebih menyukai Losing Hope. Karena tidak seperti Hopeless yang meninggalkan banyak pertanyaan buat saya, saya menemukan jawaban atas pertanyaan itu di Losing Hope. Pertanyaan seperti kenapa tiba-tiba Holder ngamuk dan meninggalkan Sky begitu saja di kafetaria sekolah, atau bagaimana kelanjutan hubungan Sky dan Holder ketika semua rahasia masa lalu Sky terungkap.

Hal lain yang saya sukai adalah bagaimana cara Holder mengungkapkan perasaannya lewat surat-surat yang ditulisnya untuk Less. Surat yang kadang isinya panjang, kadang hanya beberapa patah kata. Suka!!! Sayangnyaaaa...meski buku ini berlabel Young Adult dan para tokohnya masih duduk di bangku SMU tingkat akhir tapi ya... aroma sensualitas amat sangat terasa di buku ini. Bagi beberapa pembaca ini bisa bikin nggak nyaman.



3 comments:

  1. Aaaakkkk... penasaraannnnnn... pengen baca lanjutannya hopeless.

    ReplyDelete
  2. Hoo, jadi maksud dari Hope di "Losing Hope" dan Less di "Hopeless" itu selain memiliki arti dari kalimat itu sendiri juga bermakna nama seseorang yang berarti bagi para tokoh utamanya.

    Saya penasaran dengan buku ini sejak buku ini masuk nominasi Goodreads Choice Awards. Dan gembira karena Gramedia menerbitkan buku pertamanya. Tapi terus tak jadi beli karena covernya enggak okeh xD

    Oia, kak, buku ini aman tidak (?) dibatja langsung tanpa membatja buku pertamanya?

    ReplyDelete
  3. nice info.nice book. jadi pengen nyari+beli bukunya. penasaran.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...