Monday, 22 May 2017

#288 : Roadside Assistance (Roadside Assistance #1) by Amy Clipston

Judul : Roadside Assistance
Sub Judul : -
Serial : Roadside Assistance #1
Penulis : Amy Clipston
Penerbit : Zondervan
Tahun Terbit : Maret 2011 (pertama kali terbit pada Maret 2011)
Tebal : 288 halaman
ISBN : 9780310577867
Genre : Young Adult, Christian Romance

Format : ebook
Status : -

Blurb : A very bumpy ride.

Emily Curtis is used to dealing with her problems while under the hood of an old Chevy, but when her mom dies, Emily’s world seems shaken beyond repair. Driven from home by hospital bills they can’t pay, Emily and her dad move in with his wealthy sister, who intends to make her niece more feminine—in other words, just like Whitney, Emily’s perfect cousin. But when Emily hears the engine of a 1970 Dodge Challenger, and sees the cute gearhead, Zander, next door, things seem to be looking up.

But even working alongside Zander can’t completely fix the hole in Emily’s life. Ever since her mom died, Emily hasn’t been able to pray, and no one—not even Zander—seems to understand. But sometimes the help you need can come from the person you least expect.

Review

Paska meninggalnya ibu Emily Curtis setelah kalah melawan kanker, ayah Emily terpaksa menjual bengkel mereka untuk menutupi hutang keluarga. Kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki uang, membuat hidup Emily dan ayahnya terancam terlunta-lunta. Adik ayah Emily, Darlene mengajak Emily dan ayahnya untuk tinggal bersama mereka. Belum lagi Emily tinggal bersama keluarga bibinya, dirinya sudah merasa terintimidasi.

Darlene mempermasalahkan rambut Emily yang keriting, baju Emily yang hanya terdiri dari jeans dan kaus, kebiasaan Emily untuk tidak memakai makeup, serta hobi mengutak-atik mobil yang sangat tidak biasa. Whitney sang sepupu pun tak kalah mengintimidasi Emily. Whitney adalah tampilan gadis impian. Dia berprestasi di sekolah, kapten cheerleader, cantik, anak orang kaya, dan populer di sekolah. Bahkan nenek mereka pun sering melupakan Emily, hanya ingat pada Whitney.


Sebelum ibunya meninggal, Emily dan keluarganya rajin ke gereja dan terlibat di setiap kegiatan gereja. Namun sejak ibunya meninggal Emily merasa Tuhan menjauhinya. Tuhan tak pernah menjawab doa-doanya. Dan ia pun berhenti datang ke gereja. Namun tinggal bersama keluarga bibinya membuat Emily tak bisa berbuat banyak karena keluarga bibinya merupakan orang yang religius. Setiap minggu mereka pergi ke gereja dan setiap anggota keluarga terlibat dalam setiap kegiatan gereja.

Tidak hanya pindah rumah namun Emily juga harus pindah sekolah. Emily pun masuk ke SMU yang sama dengan Whitney, Cameronville High School. Disana Emily mendapat sahabat baru bernama Chelsea Morris. Selain itu Emily juga mendapat seorang tetangga baru yang juga cowok keren di sekolah bernama Zander Stewart. Dengan cepat Emily menjadi dekat dengan Zander karena ternyata mereka berdua memiliki minat yang sama, yaitu mengutak-atik mobil.

Paska kematian ibunya Emiy juga berubah menjadi gadis yang tertutup, sinis, gampang curiga pada siapa pun yang bersikap baik padanya. Sebuah tragedi kembali terjadi dalam hidup Emily membuatnya bertanya-tanya akan sikapnya selama ini. Dan bertanya-tanya kembali tentang Tuhan. Benarkah Tuhan telah meninggalkannya atau justru Emily yang menjauh dari Tuhan.

The Reason I Read This

Saya memulai buku ini tanpa ekspektasi apa pun. Tapi diluar dugaan saya menyukainya. Saya selalu suka pada tokoh-tokoh cewek yang punya hobi yang tak biasa, pada hobi yang biasanya dilakukan oleh cowok.

Storyline / Plot

Alurnya berjalan lambat, yah... namanya juga buku ini tentang perasaan kehilangan tidak mungkin alurnya dibuat cepat kecuali tidak ingin menyelipkan pesan-pesan tertentu di dalamnya.

Character

Mungkin karena ini bergenre Christian Romance membuat buku ini tidak mempunyai tokoh antagonis. Kecuali sikap sinis dan penolakan Emily bisa dikategorikan sebagai antagonis. Jujur, pada awalnya saya sebal pada sikap sinis Emily yang membuat sepupu dan bibinya sakit hati. Tapi dengan berjalannya cerita ada pendewasaan pada karakter Emily. Karakter favorit saya di buku ini adalah Zander. Zander itu cowok idaman banget deh. Sekilas memang Zander ini cowok yang too good to be true tapi dibalik segala "kegemerlapan" Zander ada sisi lain yang membuat saya sebagai pembaca terenyuh.

The Ending

Yang agak kurang nendang bagi saya adalah endingnya. Saya berharap ada epilog yang membuat cerita lebih lengkap lagi. Karena epilog biasanya bisa menjadi penutup yang lebih manis dan berwarna.

My Impressions (How Did It Affect Me)

Meski buku ini termasuk genre Christian Romance tapi pengalaman spiritual, perasaan kehilangan Emily akan kepergian ibunya membuat buku ini bisa dibaca oleh siapa saja. Toh perasaan duka dan pengalaman spiritual bisa dialami siapa pun. Hanya saja ya karena saya bukan penganut Kristiani membuat saya tidak mengerti ayat-ayat yang terdapat dalam buku ini.

The Reason You Must Read This

Kalau kamu ingin membaca buku christian young adult romance, atau kalau kamu ingin membaca buku young adult yang bersih dari adegan 17+, maka kamu wajib membaca buku ini.

Favorite Quotes

"Reading’s not so bad. It makes you smarter."


No comments:

Post a comment

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...