Wednesday, 6 April 2016

Allegiant | Movie Review

Judul : Allegiant
Genre : Fantasy, Young Adult
Pemain : ShaileneWoodley, Theo James, Ansel Ergot, Miles Teller, Zoe Kravitz, Naomi Watts, Jeff Daniels
Durasi : 120 menit
Sutradara : Roberts Schwentke
Penulis Naskah : Noah Oppenheim, Adam Cooper, Bill Collage
Adaptasi Dari : Allegiant (Divergent #3) - Veronica Roth

Review
Tris (Shailene Woodley) dan Four (Theo James) kini telah bergabung dengan Factionless dibawah kepemimpinan Evelyn (Naomi Watts), ibu Four aka. Tobias sementara Jeanine yang merupakan pemimpin terdahulu sudah dihukum mati. Kini Evelyn pun berniat melakukan hukuman mati kepada seluruh pengikut Jeanine yang masih tersisa tanpa terkecuali. Dan itu termasuk Caleb Prior (Ansel Ergot), abang Tris yang membelot kepada Jeanine. Pada hari eksekusinya Tris meminta bantuan Four untuk membebaskan Caleb. 

Di tengah jalan mereka bertemu dengan Peter (Miles Teller) yang bersikeras untuk ikut bersama mereka atau melaporkan mereka kepada Jeanine dan juga Christina (Zoe Kravitz), sahabat Tris yang membantu pelarian mereka. Tujuan kelimanya hanya satu : keluar tembok yang membatasi hidup mereka. Entah bagaimana keadaan di luar tembok yang penting mereka melarikan diri karena kepemimpinan Evelyn tak ubahnya dengan kepemimpinan Jeanine.

Hanya ada gurun tandus yang telah terkontaminasi dengan radioaktif yang mereka jumpai diluat tembok. Ketika sedang berjalan melintas gurun tandus itu mereka bertemu dengan anak buah Evelyn yang mengejar mereka. Tanpa diduga mereka diselamatkan oleh sekelompok orang yang dibawa ke sebuah tempat baru. Tempat itu bernama Biro Kesejahteraan Genetik yang dipimpin oleh seorang lelaki bernama David (Jeff Daniels). Ternyata di tempat itu mereka kembali mengalami pemisahan baik itu jati diri maupun pekerjaan. Tris masuk ke golongan Kaum Murni dengan tugas tingkat tinggi bersama David. Sedangkan Four, Christina, Peter, Caleb masuk ke golongan Kaum Rusak dengan spesifikasi pekerjaan Four dan Christina di lapangan sementara Peter dan Caleb mengawasi pergerakan Evelyn di ruangan khusus.

Pelan-pelan Four mengetahui kalau Biro Kesejahteraan Genetik tidaklah sebaik yang dikatakan oleh David. Bahkan David mulai merancang perpecahan baru di Chicago, membentuk kembali faksi, dan menyebarkan serum khusus agar semua penduduk Chicago melupakan apa yang telah terjadi. David masih ingin menjadikan Chicago laboratorium penelitiannya yang telah berlangsung 200 tahun. Four pun kembali ke Chicago untuk menemui Evelyn disusul Tris yang baru memercayai ucapan Four. Tak ketinggalan juga Christina dan Caleb bersama Tris sementara Peter mendekati David untuk menawarkan diri sebagai penghubung David dengan Evelyn.

My Thought
Bersama Lilis @ Purple Bookish saya menonton film ini benar-benar di saat-saat terakhir. Bukannya tidak minat melainkan waktu kami berdua yang tak pernah bisa cocok kecuali hari Sabtu / 02042016 yang lalu. Syukurnya film ini masih diputar di beberapa bioksop di kota Medan.

Tidak berbeda dengan film sebelumnya yang dibuka dengan sedikit asal-usul mengapa kehancuran terjadi di Chicago, film ini juga dibuka dengan narasi yang mirip dengan pendahulunya. Film ini menyuguhkan penonton dengan unsur mayoritas action dengan sedikit sentuhan romance antara Four dan Tris serta tak ketinggalan sentuhan comedy yang membuat film ini tak terlalu menegangkan. Tapi tenang saja, unsur lucunya hanya selintas lalu kok. Dari sekian banyak adegan yang ditampilkan dalam film ini, saya paling suka ketika adegan mereka semua menaiki tembok pembatas seperti yang terlihat pada poster diatas. 

Bicara tentang kesamaan buku dengan film saya tak bisa banyak berkomentar karena saya tak pernah membaca bukunya. Seri Divergent yang saya baca mentok di buku 1. Namun desas-desus yang terdengar kalau akhir di film dengan bukunya sangatlah berbeda. 



2 comments:

  1. Tinggal nunggu Acendant nih mak. Paling sama sama seri ke tiga ini. Visual efeknya juara :D

    ReplyDelete
  2. nice review. blogger lain biasanya ngreview buku, tapi ini movie. keren..
    bagus buat contoh latihan bikin reviewku.. :D

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...