Tuesday, 26 July 2016

#269 Sequence by Shita Hapsari

Judul : Sequence
Sub Judul : -
Serial : -
Penulis : Shita Hapsari
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : April 2014 (pertama kali terbit pada Januari 2014)
Tebal : 254 halaman
ISBN : 9786022910015
Genre : Contemporary Romance

Format : paperback
Status : hadiah Peserta Opini Bareng Teraktif 2015

Blurb :

Klarissa

Bukan menempuh jenjang studi yang lebih tinggi. Bukan menjadi psikolog. Bukan menjadi konselor. Aku hanya ingin menjadi guru. Iya, guru bagi mereka anak-anak autis. Tidak cukupkah penjelasanku itu, Tedibear-ku Sayang?

Ine

Memiliki kedudukan penting di kantor. Memiliki anak yang cantik dan pintar. Memiliki uang untuk menunjang penampilan. Semua itu tidak penting bagiku. Karena yang kuinginkan hanya satu. Yaitu kamu selalu ada di sampingku, Sayang…

Yuni

Harus giat bekerja siang dan malam. Harus rela menerima caci maki dari atasan. Harus ikhlas menerima kenyataan. Namun yang terpenting, aku harus tegar melihatmu yang terus sibuk memainkan tumpukan kancing-kancing itu, Anakku Sayang….


Review

Klarissa aka. Klaris aka. Kla berniat untuk melanjutkan S2 psikologi. Tapi dirinya masih berpikir akan mengambil jurusan apa dan akan jadi apa setelah nanti dirinya lulus kuliah. Tedi, sang pacar menganjurkan agar Kla mengambil S2 di kampus tempat Tedi menjadi dosen. Hanya saja Kla masih berat untuk mengikuti permintaan Tedi.

Ditengah kegalauannya, seorang teman lama mengontak Kla kembali. Namanya Rosi. Rosi mengajak Kla untuk datang mengunjunginya di tempat kerjanya yaitu sebuah sekolah untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus, khususnya autis. Sejak pertama datang ke Sekolah Hebat, nama sekolah itu Kla langsung jatuh hati. Dirinya berminat untuk menjadi guru seperti Rosi. Di Sekolah Hebat Kla pun mengenal salah satu pengurus sekolah itu. Seorang lelaki muda bernama Choki.

Sementara melakukan penjajakan di Sekolah Hebat, Kla sudah bekerja di sebuah perusahaan. Ternyata di balik penampilan bosnya yang tenang, Ine sang bos pun memiliki masalahnya sendiri. Ine merasa hubungan dengan suaminya semakin merenggang dan dirinya curiga sang suami punya wanita simpanan. Di rumah keadaan pun semakin runyam dengan makin jauhnya hubungan Ine dengan Lana, sang putri yang mulai beranjak remaja. Lana mencari penghiburan pada seorang koki muda bernama Ludi.

Yuni, salah seorang cleaning service di kantor Ine mempunyai masalah dengan anak tunggalnya, Dewa. Sudah berumur empat tahun namun Dewa tidak juga pandai bicara. Saat melihat brosur Sekolah Hebat di meja kerja Kla, Yuni berpikir untuk mencari tahu lebih dalam lagi tentang sekolah tersebut. Namun setelah datang ke Sekolah Hebat, biaya menjadi masalah terbesar bagi Yuni. Dari mana seorang cleaning service dengan suami pekerja bangunan bisa mendapatkan uang lebih untuk biaya sekolah.


Tiga orang perempuan tersebut bertemu di satu tempat kerja dan terhubung dengan Sekolah Hebat, tempat semua permasalahan mereka berawal dan berakhir.

My Thought

Seperti yang saya tulis diatas. Buku ini merupakan hadiah tidak terduga dari tim divisi even sebagai Peserta Opini Bareng Teraktif 2015. Saya pikir ini adalah buku romance seperti biasa namun ternyata saya keliru.

Kisah romance memang ada di buku ini dengan penyelipan tentang anak-anak berkebutuhan khusus. Disinilah hal tersebut menjadi pembeda dalam buku-buku sejenis. Karakter-karakter dalam buku ini tidak ada yang terlalu jahat atau terlalu baik. Semua dalam pirsi yang tepat.

Masing-masing pasangan dalam buku ini punya masalah mereka sendiri. Kla dan Tedi bermasalah dengan cita-cita Kla dan hambarnya hubungan yang telah lama mereka jalani. Ine dan Herman, sang suami punya masalah dengan kepercayaan antar pasangan masing-masing. Sementara Yuni dan Sapta punya masalah yang paling mendasar dalam kehidupan berumah tangga : bagaimana mencari uang lebih banyak lagi demi kesembuhan sang anak.

Favorite Quotes

"Selingkuh itu dari hati." (hal. 77)

"Cinta menunjukkan kekuatannya atau kelemahannya saat ada sesuatu yang menimbulkan pergesekan kepentingan dan menuntut kompromi." (hal. 174)

"Pacaran bukan cuma soal pegangan tangan. Lihat dari mata saja. Mata orang waktu mandang pacarnya sama mandang orang lewat itu beda." (hal. 179)

"Pernikahan itu bukan hasil dari investasi hubungan sekian tahun atau pelabuhan terakhir saat kamu punya masalah." (hal. 206)


No comments:

Post a comment

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...