Monday, 17 November 2014

#174 Lululergic by Mia Arsjad

Judul : Lululergic
Sub Judul : -
Serial : -
Penulis : Mia Arsjad
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Desember 2006 (pertama kali terbit pada Desember 2006)
Tebal : 248 
ISBN : 979-22-2483-1
Genre : Young Adult

Format : paperback
Status : punya sendiri
Periode Baca : 05/07/2014 - 05/07/2014
Rating : 2/5 stars

Blurb : Jangan salahin Rere kalo Rere benci Lulu. Adiknya yang satu itu bener-bener nakal dan menyebalkan! Lulu bikin kacau pemakaman Ibu, nyaris menguras seluruh waktu dan energi Rere, bikin kacau PDKT Rere dan Nico, dan yang paling kurang ajar, anak itu berakrab-akrab ria sama Sakti, tetangga mereka yang usil dan norak setengah mati.

AAARRRGGGHHH! Rere cuma pengin masa remaja yang normal. Pacaran sama cowok idaman se-SMA. Punya adik manis yang baik, bukannya bawel dan keras kepala kayak Lulu. Abang yang bisa diandalkan, bukan yang cuma bisa mikirin cewek, cewek, dan cewek! Dan kalo bisa... masih ada Ibu.

Beginilah hidup Rere...

Ada yang mau tukeran?


Review

Di usianya yang baru menginjak 16 tahun, Rere sudah ditinggal sang ibu yang meninggal dunia karena kanker. Sekarang di rumah hanya ada Rere, Abang, Ayah, dan Lulu si bungsu yang baru berusia 4 tahun. Oh.. ada juga sih Mbok Marni.

Setelah ibu meninggal praktis Lulu menjadi tanggung jawab Rere. Ayah terlalu sibuk mencari nafkah untuk menghidupi keluarga mereka yang sederhana. Abang terlalu sibuk dengan cewek idamannya. Mbok Marni sendiri sudah cukup lelah mengurus rumah mereka agar tetap rapi dan bersih. Hanya Rere sendiri yang mengurus Lulu. Syukurnya ada Sakti, tetangga Rere yang super usil dan norak dengan motor oranyenya. Ajaibnya Lulu hanya patuh pada perkataan Sakti.

Rere merasa tertekan. Seharusnya masa SMUnya dihabiskan dengan kegiatan normal remaja. Pacaran dengan bintang sekolah. Bergosip sana sini dengan sahabat. Bukan mengurus segala keperluan Lulu. Apalagi ketika Nico, cowok populer di sekolah yang turunan bule itu sedang giat-giatnya PDKT pada Rere. Hidup Rere akan lebih indah kalau saja Lulu tidak pernah ada. Gimana Rere mau pacaran dengan Nico kalau setiap mereka nge-date Lulu selalu ngotot ingin ikut. Itu sih namanya bukan pacaran Nico tapi ngejagain Lulu bareng Nico.

My Thought

Udah lama banget nggak baca buku model teenlit beginian. Lumayan juga sih untuk selingan. Namanya juga teenlit. Buku ini punya cerita ringan yang sesuai dengan ketebalan bukunya yang cuma 248 halaman. Meski disana-sini terselip kalimat dan/atau adegan yang cukup lebay tapi secara keseluruhan buku ini nyaman untuk dinikmati.

What I Loved

  • Sakti. Iya si tetangga norak kalau kata Rere. Awalnya saya tuh berpikiran kalau si Sakti ini emang nggak banget deh orangnya. Iseng, norak dan nggak gaul gitu. Soalnya dari penuturannya Rere, Sakti tuh orangnya kayak gitu. Tapi kalau kata temen-temennya Rere, Sakti ity nggak kalah kok kalau dibandingin dengan Nico kecuali Nico itu turunan bule. Acungan jempol buat Sakti yang selalu bisa bikin Lulu bertekuk lutut.
  • Icha dan Dilla. Mereka ini duo sahabat Rere. Tipikal sahabat sejati. Meski salah satu dari kedua orang ini drama queen banget kalau sudah menghadapi masalah tapi persahabatan diantara mereka tetap yang utama.
  • Lulu. Sayang pencitraan Lulu hanya dari sudut pandang seorang Rere. Padahal kalau Rere dipandang dari sudut tokoh yang lain, seperti Sakti, pencitraan Lulu pasti berimbang. Soalnya menurut Sakti nih, sebenarnya Lulu itu anak baik budi, tidak seperti apa yang dikatakan Rere.


What I Didn't Loved

  • Abang. Iya ini tentang abangnya Rere. Saya nggak mau komentar apa pun tentang Ayah karena menurut saya Ayah sudah cukup menjalankan perannya sebagai kepala keluarga yang pasti sangat lelah mencari nafkah tanpa harus dipusingkan lagi dengan masalah di rumah, Tapi Abang... Pengen banget rasanya nonjok si Abang. Masa sih bisa-bisa dia bertingkah seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa di rumah. Seolah-olah Rere tidak kewalahan menghadapi Lulu. Seharusnya sebagai seorang abang dia tahu bagaimana menghadapi seorang adik. Lah ini dia malah sibuk ngurusin cewek yang nggak jelas juntrungannya.
  • Nico and the gank. Pokoknya taruhan yang dibuat Nico dan gengnya itu nggak banget deh. Sebel liatnya. 




@ Medan
06/07/2014

No comments:

Post a comment

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...