Wednesday, 12 November 2014

#171 Ultimate Rescue #3 - The Will To Love by Lindsay McKenna

Sub Judul : -
Serial : Ultimate Rescue #3
Penulis : Lindsay McKenna
Penerbit : Slihouette Books
Tahun Terbit : Oktober 2012 (pertama kali terbit pada 2007)
Tebal : 192
ISBN : 9781426840357
Genre : Military Romance

Format : ebook
Status : -
Periode Baca : 16/07/2014 - 20/07/2014
Rate : 2/5 stars

Blurb : When Lieutenant Quinn Grayson reached the earthquake-ravaged L.A. Basin, he discovered devastation. But when he looked into survivor Kerry Chelton's eyes, he saw hope. For the spirited deputy sheriff had single-handedly kept her community going--until Quinn and his dream team arrived. Now the weary beauty could share her load with Quinn. For the brave marine filled her with a new will to live. And once in his arms, she dreamed this brooding soldier would discover the will to love....


Review

Letnan Quinn Grayson datang ke L.A. dengan satu tujuan singkat : mengendalikan situasi kota yang terancam oleh kehadiran para pemberontak yang menamakan dirinya Diablo ditengah-tengah kekacauan bencana gempa bumi besar yang meluluhlantakkan L.A. Sementara bantuan dari Deputi Kerry Chelton akan diacuhkannya karena sebagai anggota militer yang terbiasa berada di garis terdepan perang ia yang paling mengerti situasi genting yang ada disana.

Tapi tujuan itu hanya tinggal niat ketika ia turun dari helikopter yang membawanya dan rombongan. Kerry begitu hangat menyambut mereka. Kerry pun menganggap Quinn dan timnya sebagai partner dalam menjaga keamanan daerahnya.

Kerry. Polisi wanita itu begitu berbeda dibandingkan para perempuan lain yang dikenal Quinn. Di daerah pegunungan tempatnya dibesarkan tidak ada seorang perempuan pun yang Quinn kenal menjalani profesi sebagai penegak hukum. Sikap tegas penuh keramahannya membuat para penduduk sekitar begitu menghormati Kerry.

Tidak hanya berhasil merebut hati masyarakat di daerahnya, Kerry juga berhasil meraih simpati anak buah Quinn dan tentu saja Quinn sendiri. Apalagi ketika ia mengetahui Kerry lebih mengorbankan kenyamanannya demi kenyamanan masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Diam-diam Quinn punya julukan khusus untuk Kerry, Sweetpea.

Ditengah bencana itu anggota pemberontak Diablo masih terus berusaha meneror warga. Mereka tak segan-segan menghabisi nyawa orang lain demi sepotong roti atau sebotol air mineral. Pada suatu pagi ketika sedang melakukan patroli pagi, Kerry dan Quinn beretemu dengan para Diablo. Tembak-menembak tak bisa dihindarkan. Kerry menjadi sasaran empuk karena posisinya yang tak strategis demi melindungi warga sipil. Dan benar saja, para pemberontak itu berhasil menyarangkan sebutir peluru di kepala Kerry.

Sekarang Quinn berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Kerry.

My Thought

Cerita lanjutan dari Ride The Thunder yang saya review sebelumnya. Formula romannya masih sama. Dari perasaan benci jadi cinta meski di buku yang ini Quinn tak begitu membenci Kerry karena sedari awal ia sudah mengetahui sepak terjang Kerry mengamankan wilayahnya. Untuk cerita suspensenya sih nggak begitu terasa ketegangannya. Paling hanya ketika adegan baku tembak antara Kerry - Quinn dengan para pemberontak.

Yah... bukunya lumayan enak dibaca sebagai selingan.





@ Medan
28/07/2014

No comments:

Post a comment

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...