Friday, 7 November 2014

#168 The Chronicles Of Audy #2 - 21 by Orizuka

Sub Judul : -
Serial : The Chronicles Of Audy
Penulis : Orizuka
Penerbit : Penerbit Haru
Tahun Terbit : July 2014
Tebal : 308 halaman
ISBN : 978-602-774-237-2
Genre : Young Adult

Format : paperback
Status : -
Periode Baca : 16/08/2014 - 16/08/2014
Rating : 4/5 stars

Blurb : Hai. Namaku Audy. Umurku masih 22 tahun. Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R.

Aku sempat berhenti, tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali setelah memberiku titel baru: "bagian dari keluarga".

Di saat aku merasa semakin akrab dengan mereka, pada suatu siang, salah seorang dari mereka mengungkapkan perasaannya kepadaku.

Aku tidak tahu harus bagaimana!

Lalu, seolah itu belum cukup mengagetkan, terjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan siapa pun.

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang semakin ribet.

Kronik dari seorang Audy.


Review

Cerita Audy bersama para 4R masih berlanjut di buku kedua. Dan.. dia tidak bercerita tentang skripsi yang yang sengaja dianggurinnya. Tapi dia bercerita tentang 4R (lagi) ; Regan, Rex, Romeo, dan si imut Rafael. Setelah sempat dibawa oleh orangtuanya dari rumah 4R kini Audy kembali lagi dengan status baru. Sebagai bagian dari 4R. Tapi tetap saja deskripsi kerjanya sebagai asisten rumah tangga sekaligus babysitter buat Rafael.

Tidak ada yang berubah dari rumah 4R1A. Hingga suatu hari salah seorang dari 4R menyatakannya perasaannya pada Audy yang pasti membuat Audy kelabakan karena tidak menyangka bakalan ditembak seperti itu. Akibatnya Audy jadi sering salah tingkah ketika berada di rumah dan berhadapan dengan seluruh anggota 4R khususnya "R" yang menyatakan perasaannya itu.

Tapi meski Audy bingung untuk menjawab pernyataan cinta tersebut karena ia tidak yakin pada keseriusan pernyataan itu, Audy tetap berkomitmen untuk mengurus 4R terutama Rafa. Termasuk mengantar dan menunggui Rafa di TK. Kegiatan harian yang sering membuat Audy duduk bareng ibu-ibu wali murid di TK tersebut. Dari kegiatan itu akhirnya Audy mulai mendengarkan cerita-cerita miring tentang keberadaannya di rumah 4R yang dinilai tidak etis dan melanggar norma. Yah... seorang cewek tanpa hubungan kekeluargaan yang tinggal dengan empat orang laki-laki yang hampir semuanya sudah menginjak usia dewasa pasti menimbulkan kasak kusuk diantara para tetangga. Rafa sendiri punya julukan untuk para ibu penggosip itu : JANGKRIK.

Walau di sekolah Rafa sering dinilai tidak punya sopan santun karena ia sering mengacuhkan perkataan orang lain tapi Rafa menunjukkan kalau ia murid yang patut diperhitungkan di sekolah. Bukan hanya sekedar anak pembuat onar. Berkat Audy kini Rafa tidak lagi susah untuk diajak ke sekolah. Ia juga mulai mendengarkan lagu anak-anak yang sebelumnya tidak pernah ia dengar akibat didikan Romeo yang selalu memutar lagu-lagu dewasa.

Romeo juga mulai berubah. Ia mulai rajin mandi dan keramas. Rex juga tak terlalu ketus pada Audy tapi tetap saja dia rajin meneror Audy untuk segera menyelesaikan skripsinya. Dan Regan... Regan masih juga sukses membuat hati Audy kalang-kabut dan salah tingkah kalau Regan berada didekatnya.

Kepulangan Regan dari kantornya di suatu sore sambil membawa kabar mengejutkan bagi mereka semua membuat Audy tak bisa berkutik. Kabar itu membahagiakan bagi 4R khususnya Regan. Tapi menjadi berita pahit bagi Audy karena dampak dari kabar tersebut mengakibatkan Audy harus pergi dari rumah 4R. Dan 4R1A hanya tinggal kenangan.

My Thought

Kalau di buku pertama saya cenderung memilih Regan dari 4R yang ada, maka kali ini saya terpesona pada si bungsu Rafael. Karena Rafa merupakan tokoh yang paling banyak menunjukkan perubahan sikap dan emosi. Tingkahnya juga makin menggemaskan. Apalagi pasca rapat keluarga 4R yang secara tidak sengaja didengarkan Audy. Rapat yang mengakibatkan Audy harus angkat kaki dari rumah 4R.

Yang pasti buku ini punya banyak elemen emosi yang cukup lengkap. Sisi humor dari lebay dan dodol seorang Audy Nagisa. Sisi mengharu-biru dari tingkah Rafael yang lagi-lagi hanya meniru perilaku abang-abangnya tanpa tahu hal tersebut salah atau tidak. Dan sisi menjengkelkan para jangkrik yang suka mencampuri kehidupan orang lain serta suka menghakimi tanpa alasan yang jelas.









@ Medan
16092014

No comments:

Post a comment

Terima kasih telah berkomentar. Komentar sengaja dimoderasi untuk menghindari spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...